Kamis, 21 Juni 2018 | 17:25 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Kemenkes: 170 kabupaten-kota sudah lakukan imunisasi ulang difteri

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2mqivjo
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2mqivjo
<p>Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Mohamad Subuh mengatakan di 170 kabupaten-kota yang terjadi kasus difteri telah melakukan imunisasi ulang (ORI) sendiri di setiap daerahnya.</p><p>"Sebenarnya sepanjang tahun 2017 di 170 kabupaten-kota, mereka telah melaksanakan ORI-ORInya sendiri di tingkat kecamatan, di lingkungan desa, dan lain-lain," kata Subuh dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (11/1).</p><p>Sebelumnya, Kementerian Kesehatan telah mencanangkan imunisasi ulang di tiga provinsi yakni di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten terkait kejadian luar biasa (KLB) difteri.&nbsp;</p><p>Pemilihan tiga wilayah tersebut dikarenakan jumlah kepadatan penduduk dan arus pergerakan penduduk yang cukup cepat.</p><p>Subuh menjelaskan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 12 Tahun 2017 disebutkan bahwa imunisasi ulang wajib dilaksanakan sebagai proses tahapan yang harus dijalankan apabila suatu daerah terjadi KLB penyakit menular.</p><p>"Masalah logistik kurang, vaksin kurang, pemerintah daerah bisa usulkan secara berjenjang, ke provinsi, lalu ke kita," kata Subuh.</p><p>Menurut data Kementerian Kesehatan, jumlah kasus baru difteri pada 2018 sudah jauh menurun dibandingkan KLB sepanjang 2017.</p><p>Subuh mengatakan kasus difteri baru per 10 Januari 2017 mencapai 11 kasus di empat provinsi dengan nol kematian. Sedangkan kasus difteri sepanjang 2017 sebanyak 948 kasus terjadi di 170 kabupaten-kota pada 30 provinsi dengan jumlah 44 kasus kematian.</p><p>Sebanyak 85 dari 170 kabupaten-kota juga tidak lagi melaporkan kasus baru. Subuh mengatakan suatu daerah sudah terbebas dari KLB difteri apabila tidak ada lagi kasus difteri baru dalam waktu empat minggu setelah kasus difteri terakhir ditemukan.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Luar Negeri | 21 Juni 2018 - 17:22 WIB

Dewan Keamanan Eropa desak Rusia bebaskan sutradara asal Ukraina

Megapolitan | 21 Juni 2018 - 17:07 WIB

Volume sampah di Jakarta menurun selama Lebaran

Hukum | 21 Juni 2018 - 16:57 WIB

Presiden: Tidak ada intervensi SP3 Rizieq

Hukum | 21 Juni 2018 - 16:44 WIB

Anggota DPR dilaporkan atas tuduhan pengeroyokan

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 16:35 WIB

Pemudik minta jalur khusus balita di Bakauheni

Megapolitan | 21 Juni 2018 - 16:26 WIB

Anies-Sandi halal bihalal bersama jajaran PNS

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com