Sabtu, 15 Desember 2018 | 12:56 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Pendukung bapaslon bupati Purwakarta mengamuk dan merusak barang di Kantor KPU

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: Tita Sopandy/Radio Elshinta
Sumber foto: Tita Sopandy/Radio Elshinta
<p>Pendaftaran bakal pasangan calon (bapaslon) bupati dan wakil bupati Purwakarta berakhir ricuh pada Kamis (11/1) pukul 02.55 WIB. Kericuhan di KPU Purwakarta yang meluas hingga berujung baku hantam antara polisi dengan beberapa pendukung bapaslon Rustandie-Dikdik.</p><p>Kontributor Elshinta, Tita Sopandy melaporkan, di luar ruangan, anggota polisi yang mengamankan komisioner KPU Purwakarta sempat dilempari dispenser kopi. Meja dan kursi di dekat pintu keluar pun turut dirusak dan terinjak oleh beberapa penduduk Bapaslon yang diusung oleh Hanura dan Gerindra itu.</p><p>Anggota kepolisian yang sejak malam telah berjaga, mengamankan yang diduga pelaku pelempar dispenser tersebut. Selain itu, oknum provokator pun turut diamankan dan langsung digiring keluar wilayah Kantor KPU Purwakarta.</p><p>Ketegangan telah terjadi sejak Rabu (9/1) pukul 23.00 WIB, saat ada penolakan berkas oleh Komisioner KPU Purwakarta karena adanya SK ganda dari Partai Hanura.</p><p>Semakin malam, suasana pun semakin memanas, ricuh pecah saat Ketua KPU Purwakarta, Ramlan Maulana mengatakan berkas pendaftaran bapaslon dikembalikan.</p><p>Teriakan provokasi untuk menghalangi jalan keluar empat komisioner KPU itu terdengar di dalam ruangan.</p><p>Meskipun telah dikelilingi oleh anggota kepolisian, para pendukung Rustandie dan Dikdik tetap berusaha meraih dan menahan komisioner KPU tersebut.</p><p>Oleh karena adanya kericuhan tersebut, kini kedua bapaslon itu terancam gagal maju di kontestasi Pilbup Purwakarta 2018. Disebabkan, berkas pencalonannya ditolak dan waktu pendaftaran sebagai bakal calon pun telah habis. </p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Angga Kusuma D.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 15 Desember 2018 - 12:49 WIB

The Jakmania nyalakan flare dan kembang api sepanjang pawai

Pemilihan Presiden 2019 | 15 Desember 2018 - 12:37 WIB

Erick Thohir: Serang fitnah dengan bukti dan fakta

Ekonomi | 15 Desember 2018 - 12:24 WIB

LIPI: Afrika pasar potensial bagi Indonesia

Liga Indonesia | 15 Desember 2018 - 12:12 WIB

Teco: Jakmania berhak merayakan kebahagiaan juara

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 11:50 WIB

Hadapi musim hujan, Bupati tekankan pentingnya mitigasi bencana

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 11:37 WIB

Politik identitas timbulkan ketidakpastian

<p>Pendaftaran bakal pasangan calon (bapaslon) bupati dan wakil bupati Purwakarta berakhir ricuh pada Kamis (11/1) pukul 02.55 WIB. Kericuhan di KPU Purwakarta yang meluas hingga berujung baku hantam antara polisi dengan beberapa pendukung bapaslon Rustandie-Dikdik.</p><p>Kontributor Elshinta, Tita Sopandy melaporkan, di luar ruangan, anggota polisi yang mengamankan komisioner KPU Purwakarta sempat dilempari dispenser kopi. Meja dan kursi di dekat pintu keluar pun turut dirusak dan terinjak oleh beberapa penduduk Bapaslon yang diusung oleh Hanura dan Gerindra itu.</p><p>Anggota kepolisian yang sejak malam telah berjaga, mengamankan yang diduga pelaku pelempar dispenser tersebut. Selain itu, oknum provokator pun turut diamankan dan langsung digiring keluar wilayah Kantor KPU Purwakarta.</p><p>Ketegangan telah terjadi sejak Rabu (9/1) pukul 23.00 WIB, saat ada penolakan berkas oleh Komisioner KPU Purwakarta karena adanya SK ganda dari Partai Hanura.</p><p>Semakin malam, suasana pun semakin memanas, ricuh pecah saat Ketua KPU Purwakarta, Ramlan Maulana mengatakan berkas pendaftaran bapaslon dikembalikan.</p><p>Teriakan provokasi untuk menghalangi jalan keluar empat komisioner KPU itu terdengar di dalam ruangan.</p><p>Meskipun telah dikelilingi oleh anggota kepolisian, para pendukung Rustandie dan Dikdik tetap berusaha meraih dan menahan komisioner KPU tersebut.</p><p>Oleh karena adanya kericuhan tersebut, kini kedua bapaslon itu terancam gagal maju di kontestasi Pilbup Purwakarta 2018. Disebabkan, berkas pencalonannya ditolak dan waktu pendaftaran sebagai bakal calon pun telah habis. </p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Angga Kusuma D.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com