Kamis, 18 Januari 2018

Pendukung bapaslon bupati Purwakarta mengamuk dan merusak barang di Kantor KPU

Kamis, 11 Januari 2018 17:26

Sumber foto: Tita Sopandy/Radio Elshinta Sumber foto: Tita Sopandy/Radio Elshinta
Ayo berbagi!

Pendaftaran bakal pasangan calon (bapaslon) bupati dan wakil bupati Purwakarta berakhir ricuh pada Kamis (11/1) pukul 02.55 WIB. Kericuhan di KPU Purwakarta yang meluas hingga berujung baku hantam antara polisi dengan beberapa pendukung bapaslon Rustandie-Dikdik.

Kontributor Elshinta, Tita Sopandy melaporkan, di luar ruangan, anggota polisi yang mengamankan komisioner KPU Purwakarta sempat dilempari dispenser kopi. Meja dan kursi di dekat pintu keluar pun turut dirusak dan terinjak oleh beberapa penduduk Bapaslon yang diusung oleh Hanura dan Gerindra itu.

Anggota kepolisian yang sejak malam telah berjaga, mengamankan yang diduga pelaku pelempar dispenser tersebut. Selain itu, oknum provokator pun turut diamankan dan langsung digiring keluar wilayah Kantor KPU Purwakarta.

Ketegangan telah terjadi sejak Rabu (9/1) pukul 23.00 WIB, saat ada penolakan berkas oleh Komisioner KPU Purwakarta karena adanya SK ganda dari Partai Hanura.

Semakin malam, suasana pun semakin memanas, ricuh pecah saat Ketua KPU Purwakarta, Ramlan Maulana mengatakan berkas pendaftaran bapaslon dikembalikan.

Teriakan provokasi untuk menghalangi jalan keluar empat komisioner KPU itu terdengar di dalam ruangan.

Meskipun telah dikelilingi oleh anggota kepolisian, para pendukung Rustandie dan Dikdik tetap berusaha meraih dan menahan komisioner KPU tersebut.

Oleh karena adanya kericuhan tersebut, kini kedua bapaslon itu terancam gagal maju di kontestasi Pilbup Purwakarta 2018. Disebabkan, berkas pencalonannya ditolak dan waktu pendaftaran sebagai bakal calon pun telah habis. 

Penulis: Angga Kusuma D.

Editor: Sigit Kurniawan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar