Sabtu, 20 Oktober 2018 | 03:56 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Pilkada Purwakarta 2018

Pendaftaran ditolak KPU, Rustandi-Didik tempuh jalur hukum

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: Tita Sopandy/Radio Elshinta
Sumber foto: Tita Sopandy/Radio Elshinta
<p>Dinilai adanya kejahatan konstitusi oleh KPU Purwakarta, bakal pasngan calon Bupati dan wakil Bupati Purwakarta Rustandie-Dikdik Sukardi akan menempuh jalur hukum, menyusul ditolaknya pendaftaran kandidat tersebut untuk mendaftarkan sebagai calon dan wakil calon Bupati Purwakarta oleh KPUD Purwakarta, dan berujung ricuh.</p><p>Persoalan yang berujung ricuh itu berawal dari perdebatan atas SK DPP Partai Hanura untuk pasangan Ane (istri Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi) dengan Aming, yang dilanjutkan pengalihan dan pencabutan dukungan dari DPP Hanura kepada Rustandie-Dikdik Sukardi.</p><p>Pihak KPUD Purwakarta menolak menerima pendaftar paslon terakhir ini, karena SK DPP Hanura yang pertama sudah terlanjur dijadikan acuan untuk pasangan Ane Ratna Mustika-Aming.</p><p>Bakal calon Bupati Purwakarta Rustandie menyayangkan terhadap Ketua KPU Purwakarta Ramlan Maulana beserta jajarannya, karena di Purwakarta telah terjadi tragedi demokrasi dimana hak kostitusional dirinya dirampas tanpa alasan hukum yang jelas.</p><p>Pihaknya beserta timnya akan segera menempuh jalur hukum atas pencideraan politik tadi malam dan dinilainya sebagai kejahatan konstitusi.</p><p>Ketiga pimpinan partai politik pengusung pasangan Rustandi-Dikdik yaitu, Hanura, Gerindra serta PKS telah sepakat melakukan upaya hukum dengan mengadukan ke KPU RI, Bawaslu RI serta pimpinan pusat partai politik masing-masing.</p><p>Pasangan bapaslon Rustandie-Dikdik Sukardi mendaftar ke KPUD tadi malam dengan berkas pendaftaran paslon ini telah ditolak dan tidak diterima oleh KPUD Purwakarta, meskipun argumen dan diskusi hingga dini hari di Kantor KPU, namun bersikukuh pendaftarannya itu ditolak.</p><p>Pasangan itu mendaftar bersama Fungsionaris DPP Hanura Djoni Rolindrawan, Ketua DPW Hanura Aceng Fikri, Fungsionaris DPP Grrindra Jabar Heri Usamah, Sekum DPW PKS Abdul Hadi Wijaya serta pimpinan tiga partai di tingkat kabupaten.</p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Angga Kusuma.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 21:49 WIB

Presiden minta aparatur pemerintah turun ke lapangan

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 21:37 WIB

Panglima TNI tinjau dampak likuifaksi Palu

Liga Champions | 19 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Buffon tidak ingin PSG hadapi Juve di final Liga Champions

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 21:12 WIB

TMMD di Malinau, TNI dan warga semenisasi jalan

Pemasaran | 19 Oktober 2018 - 20:46 WIB

Cara “mencuri” followers akun instagram kompetitor bisnis

<p>Dinilai adanya kejahatan konstitusi oleh KPU Purwakarta, bakal pasngan calon Bupati dan wakil Bupati Purwakarta Rustandie-Dikdik Sukardi akan menempuh jalur hukum, menyusul ditolaknya pendaftaran kandidat tersebut untuk mendaftarkan sebagai calon dan wakil calon Bupati Purwakarta oleh KPUD Purwakarta, dan berujung ricuh.</p><p>Persoalan yang berujung ricuh itu berawal dari perdebatan atas SK DPP Partai Hanura untuk pasangan Ane (istri Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi) dengan Aming, yang dilanjutkan pengalihan dan pencabutan dukungan dari DPP Hanura kepada Rustandie-Dikdik Sukardi.</p><p>Pihak KPUD Purwakarta menolak menerima pendaftar paslon terakhir ini, karena SK DPP Hanura yang pertama sudah terlanjur dijadikan acuan untuk pasangan Ane Ratna Mustika-Aming.</p><p>Bakal calon Bupati Purwakarta Rustandie menyayangkan terhadap Ketua KPU Purwakarta Ramlan Maulana beserta jajarannya, karena di Purwakarta telah terjadi tragedi demokrasi dimana hak kostitusional dirinya dirampas tanpa alasan hukum yang jelas.</p><p>Pihaknya beserta timnya akan segera menempuh jalur hukum atas pencideraan politik tadi malam dan dinilainya sebagai kejahatan konstitusi.</p><p>Ketiga pimpinan partai politik pengusung pasangan Rustandi-Dikdik yaitu, Hanura, Gerindra serta PKS telah sepakat melakukan upaya hukum dengan mengadukan ke KPU RI, Bawaslu RI serta pimpinan pusat partai politik masing-masing.</p><p>Pasangan bapaslon Rustandie-Dikdik Sukardi mendaftar ke KPUD tadi malam dengan berkas pendaftaran paslon ini telah ditolak dan tidak diterima oleh KPUD Purwakarta, meskipun argumen dan diskusi hingga dini hari di Kantor KPU, namun bersikukuh pendaftarannya itu ditolak.</p><p>Pasangan itu mendaftar bersama Fungsionaris DPP Hanura Djoni Rolindrawan, Ketua DPW Hanura Aceng Fikri, Fungsionaris DPP Grrindra Jabar Heri Usamah, Sekum DPW PKS Abdul Hadi Wijaya serta pimpinan tiga partai di tingkat kabupaten.</p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Angga Kusuma.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com