Selasa, 23 Oktober 2018 | 09:16 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Tanggul jebol Sungai Situri ditambal

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: Deni Suryanti/Radio Elshinta
Sumber foto: Deni Suryanti/Radio Elshinta
<p>Tanggul Sungai Situri di Desa Grogol, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah yang jebol diterjang banjir akhirnya ditanggulangi. TNI melaksanakan karya bakti bersama dengan pihak desa dan petani sekitar lokasi tanggul jebol. Penanggulangan dilakukan dengan menambal tanggul sepanjang lima meteran menggunakan bronjong kawat.</p><p>Kepala Desa Grogol, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, Heri Puthut kepada&nbsp;Kontributor Elshinta, Deni Suryanti,&nbsp;Kamis (11/10 mengatakan, desa menerima bantuan 18 bronjong dari Pemkab setempat untuk menambal tanggul, sifatnya hanya penanggulangan sementara untuk mengatasi banjir dilahan pertanian, dan mengancam permukiman Dusun Nambangan, dengan bantuan material yang didapatkan dari Pemkab, warga dan TNI bergotong royong menyumbang tenaga dan juga alat berat yang dibutuhkan.&nbsp;</p><p>"Targetnya solusi sementara berupa penambalan bisa meringankan kerugian petani," katanya.</p><p>Lebih lanjut Heri Puthut menekankan, pengerjaan tanggul dengan bantuan dari TNI ini merupakan penanganan darurat, selanjutnya desa dan petani berharap pemerintah atau pihak berwenang membuat tanggul permanen untuk menghadapi ancaman banjir. Selain di Dusun Nambangan, sedikitnya lima titik lain ditanggul sungai sepanjang 2,5 kilometer ini juga rawan jebol, retakan dan bekas jebol masih menjadi ancaman petani.&nbsp;</p><p>Pihaknya mencatat, total kerugian akibat tanggul jebol di Dusun Nambangan, Grogol ini mencapai Rp500 juta. "Meliputi 167 hektar lahan pertanian," ujarnya.</p><p>Sementara, Komandan Kodim 0726 Sukoharjo, Letkol Infanteri Chandra Ariadi Prakosa mengatakan, gotong royong menambal tanggul mendesak dilakukan, mengingat saat ini kondisi cuaca masih cukup mengkhawatirkan, artinya curah hujan masih tinggi dan memungkinkan debit aliran sungai tetap tinggi, penambalan tanggul sempat beberapa kali tertunda akibat cuaca.&nbsp;</p><p>"Hari ini cuaca mendukung dan pekerjaan ditarget selesai lebih cepat karena dilakukan secara gotong royong," tandasnya.</p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Angga Kusuma.</p><p>Editor:Sigit Kurniawan.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 09:07 WIB

BMKG peringatkan hujan lebat-petir di Lampung

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 08:55 WIB

Mendagri: Dana kelurahan bersifat stimulan

Liga Inggris | 23 Oktober 2018 - 08:46 WIB

Sempat tertinggal, Arsenal balikkan keadaan taklukkan Leicester

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 08:34 WIB

Latihan militer ASEAN-China berlangsung tujuh hari

Ekonomi | 23 Oktober 2018 - 08:24 WIB

Mendag katakan ekspor adalah kunci pertumbuhan ekonomi

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 08:15 WIB

Mendagri tegaskan dana kelurahan tak ada kaitannya dengan Pilpres

<p>Tanggul Sungai Situri di Desa Grogol, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah yang jebol diterjang banjir akhirnya ditanggulangi. TNI melaksanakan karya bakti bersama dengan pihak desa dan petani sekitar lokasi tanggul jebol. Penanggulangan dilakukan dengan menambal tanggul sepanjang lima meteran menggunakan bronjong kawat.</p><p>Kepala Desa Grogol, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, Heri Puthut kepada&nbsp;Kontributor Elshinta, Deni Suryanti,&nbsp;Kamis (11/10 mengatakan, desa menerima bantuan 18 bronjong dari Pemkab setempat untuk menambal tanggul, sifatnya hanya penanggulangan sementara untuk mengatasi banjir dilahan pertanian, dan mengancam permukiman Dusun Nambangan, dengan bantuan material yang didapatkan dari Pemkab, warga dan TNI bergotong royong menyumbang tenaga dan juga alat berat yang dibutuhkan.&nbsp;</p><p>"Targetnya solusi sementara berupa penambalan bisa meringankan kerugian petani," katanya.</p><p>Lebih lanjut Heri Puthut menekankan, pengerjaan tanggul dengan bantuan dari TNI ini merupakan penanganan darurat, selanjutnya desa dan petani berharap pemerintah atau pihak berwenang membuat tanggul permanen untuk menghadapi ancaman banjir. Selain di Dusun Nambangan, sedikitnya lima titik lain ditanggul sungai sepanjang 2,5 kilometer ini juga rawan jebol, retakan dan bekas jebol masih menjadi ancaman petani.&nbsp;</p><p>Pihaknya mencatat, total kerugian akibat tanggul jebol di Dusun Nambangan, Grogol ini mencapai Rp500 juta. "Meliputi 167 hektar lahan pertanian," ujarnya.</p><p>Sementara, Komandan Kodim 0726 Sukoharjo, Letkol Infanteri Chandra Ariadi Prakosa mengatakan, gotong royong menambal tanggul mendesak dilakukan, mengingat saat ini kondisi cuaca masih cukup mengkhawatirkan, artinya curah hujan masih tinggi dan memungkinkan debit aliran sungai tetap tinggi, penambalan tanggul sempat beberapa kali tertunda akibat cuaca.&nbsp;</p><p>"Hari ini cuaca mendukung dan pekerjaan ditarget selesai lebih cepat karena dilakukan secara gotong royong," tandasnya.</p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Angga Kusuma.</p><p>Editor:Sigit Kurniawan.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com