Selasa, 23 Oktober 2018 | 09:12 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Gubernur Bengkulu nonaktif divonis delapan tahun

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Gubernur Bengkulu dan istri. Sumber foto: http://bit.ly/2D2P3dy
Gubernur Bengkulu dan istri. Sumber foto: http://bit.ly/2D2P3dy
<p>Majelis hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu menjatuhkan vonis kepada Gubernur Bengkulu nonaktif Ridwan Mukti dan Istri Lily Martiani Maddari masing-masing delapan tahun kurungan.</p><p>"Kedua terdakwa juga dibebankan denda sebesar Rp400 juta atau hukuman pengganti selama dua bulan kurungan," kata Ketua majelis hakim Admiral membacakan vonis, di Bengkulu, Kamis (11/1).</p><p>Ridwan Mukti beserta istri dinilai terbukti telah melanggar Pasal 12 huruf a dan pasal 11 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.</p><p>Vonis terhadap keduanya lebih ringan dua tahun dari tuntutan jaksa penuntut umum KPK yang menuntut terdakwa dangan pidana kurungan selama 10 tahun.</p><p>Tuntutan tersebut karena keduanya dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan telah menerima dan meminta uang senilai Rp1 miliar dari pihak kontraktor terkait proyek jalan di Bengkulu</p><p>Ridwan beserta istri dan Rico Dian Sari diduga menerima fee dari Jhoni Wijaya terkait proyek jalan di dua Kabupaten di Provinsi Bengkulu.</p><p>Untuk mengamankan sidang gubernur nonaktif ini, aparat kepolisian bersenjata lengkap melakukan penjagaan ketat baik dalam ruangan sidang maupun di sekitar Pengadilan Tipikor Kota Bengkulu.&nbsp;</p><p>Seusai sidang sempat terjadi perselisihan antara pengunjung sidang dengan aparat keamanan yang berjaga, hal itu terjadi karena luapan emosi pengunjung sidang setelah mendengan amar putusan.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 09:07 WIB

BMKG peringatkan hujan lebat-petir di Lampung

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 08:55 WIB

Mendagri: Dana kelurahan bersifat stimulan

Liga Inggris | 23 Oktober 2018 - 08:46 WIB

Sempat tertinggal, Arsenal balikkan keadaan taklukkan Leicester

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 08:34 WIB

Latihan militer ASEAN-China berlangsung tujuh hari

Ekonomi | 23 Oktober 2018 - 08:24 WIB

Mendag katakan ekspor adalah kunci pertumbuhan ekonomi

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 08:15 WIB

Mendagri tegaskan dana kelurahan tak ada kaitannya dengan Pilpres

<p>Majelis hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu menjatuhkan vonis kepada Gubernur Bengkulu nonaktif Ridwan Mukti dan Istri Lily Martiani Maddari masing-masing delapan tahun kurungan.</p><p>"Kedua terdakwa juga dibebankan denda sebesar Rp400 juta atau hukuman pengganti selama dua bulan kurungan," kata Ketua majelis hakim Admiral membacakan vonis, di Bengkulu, Kamis (11/1).</p><p>Ridwan Mukti beserta istri dinilai terbukti telah melanggar Pasal 12 huruf a dan pasal 11 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.</p><p>Vonis terhadap keduanya lebih ringan dua tahun dari tuntutan jaksa penuntut umum KPK yang menuntut terdakwa dangan pidana kurungan selama 10 tahun.</p><p>Tuntutan tersebut karena keduanya dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan telah menerima dan meminta uang senilai Rp1 miliar dari pihak kontraktor terkait proyek jalan di Bengkulu</p><p>Ridwan beserta istri dan Rico Dian Sari diduga menerima fee dari Jhoni Wijaya terkait proyek jalan di dua Kabupaten di Provinsi Bengkulu.</p><p>Untuk mengamankan sidang gubernur nonaktif ini, aparat kepolisian bersenjata lengkap melakukan penjagaan ketat baik dalam ruangan sidang maupun di sekitar Pengadilan Tipikor Kota Bengkulu.&nbsp;</p><p>Seusai sidang sempat terjadi perselisihan antara pengunjung sidang dengan aparat keamanan yang berjaga, hal itu terjadi karena luapan emosi pengunjung sidang setelah mendengan amar putusan.(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com