Sabtu, 21 Juli 2018 | 01:37 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Peti Mati Mahal Berharga Jutaan Rupiah Diganti Dari Kayu Pinus Sebelum Dibakar

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Polisi masih menyelidiki mengapa peti mati mahal yang dipesan diganti yang murah di Queensland.
(Courtesy: AustraliaPlus) Polisi masih menyelidiki mengapa peti mati mahal yang dipesan diganti yang murah di Queensland.
<p>Polisi di Australia sedang menyelidiki mengapa peti mati seharga $ 1700 (sekitar Rp 17 juta) yang digunakan untuk kremasi untuk seorang nenek ditukar menjadi peti mati murahan di Queensland.</p><p>Janice Valigura (74 tahun) meninggal di Malam Tahun Baru lalu dan upacara memperingati kematiannya dilakukan di sebuah rumah pengurus pemakaman di Rockhampton hari Senin (8/1/2018).</p><p>Keluarganya sudah membeli peti mati yang mahal yang terbuat dari kayu oak sebagai bagian dari biaya pemakaman.</p><p>Anak Nyonya Valgura, Mick diberitahu bahwa akan ada penundaan dalam memindahkan jenazah ibunya dari gereja ke tempat pembakaran.</p><div class="comp-embedded-float-right"> <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9320098-3x4-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9320098-3x4-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9320098-3x4-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9320098-3x4-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9320098-3x4-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9320098-3x4-large.jpg?v=2 700w " title="Janice Valigura" alt="Passport style grainy photo of Janice Valigura in hers 70s who died on New Year&#39;s Eve. " class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Janice Valigura, 74, meninggal di Malam Tahun Baru dan dikremasi hari Senin .</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text7" > <p>Supplied</p> </div> </figcaption> </figure> </div></div><p>Namun ketika keluarga sampai ke tempat pembakaran, salah seorang diantara mereka melihat bahwa peti yang mahal itu sudah diganti meenjadi peti yang dibuat dari kayu pinus seharga $ 70 (sekitar Rp 700 ribu).</p><p>Mick Valigura mengatakan keluarga mereka sangat kecewa, namun rumah pengurus pemakaman mengatakan ini adalah hal yang biasa dilakukan.</p><p>Mark mengatakan petugas polisi sudah mengambil gambar kedua peti mati sebagai bagian dari penyelidikan.</p><p>Detective Sergeant Craig Strohfeldt dari Kepolisian Queensland mengatakan bahwa ini adalah untuk pertama kalinya polisi Rockhampton mendengar adanya tuduhan tersebut.</p><p>"Saya tidak pernah mendapat laporan seperti ini sebelumnya. Ini adalah hal yang tidak biasa." katanya.</p><p>Dia mengatakan laporan ini 'mengejutkan' dan polisi akan menangani laporan ini dengan serius.</p><p>Direktur rumah pemakaman membantah melakukan kesalahan namun menolak memberikan komentar.</p><h3>Perlunya aturan bagi industri pemakaman</h3><p>Presiden Asosiasi Rumah Pemakaman Queensland Anton Brown mengatakan ini bukanlah hal yang biasa dilakukan oleh rumah pemakaman.</p><blockquote class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-blockquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Ini mirip dengan kita membeli Mercedes namun yang kita dapatkan adalah Toyota Corolla, ini bukan hal yang umum.&quot; kata Brown. </p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </blockquote><p>Dia mengatakan ikut bersimpati kepada keluarga dan menyebut masalah ini hal yang 'memalukan."</p><p>"Ketika memilih rumah pemakaman untuk mengurusi kematian, kita memberi kepercayaan kepada pengurusnya. Orang yang melakukan terhadap keluarga tersebut telah merusak kepercayaan mereka." kata Brown.</p><p>Salah satu direktur rumah pemakaman Whitsunday Funerals and Crematorium Jeff Doyle sebelumnya sudah pernah mengangkat masalah ini dan sudah menulis surat ke Menteri Utama dan Jaksa Agung Queensland.</p><p>"Hal seperti ini mungkin merupakan hal yang umum dilakukan di seluruh Australia." katanya.</p><p>"Ini karena di krematorium (rumah pembakaran), kita tidak bisa masuk ke dalam untuk melihat peti yang akan dibakar, sehingga mudah bagi mereka untuk melakukannya."</p><p>"Industri ini memerlukan peraturan yang lebih serius dan memerlukan dewan independen dan bukan pemerintah untuk melakukan pengecekan terhadap rumah-rumah pemakaman."</p><p><a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2018-01-11/police-investigate-top-of-the-range-coffin-swapped-for-pine-box/9319578" target="_blank" title="">Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini </a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pileg 2019 | 20 Juli 2018 - 21:30 WIB

PKB: Menteri jadi caleg tidak ganggu kinerja kementerian

Sosbud | 20 Juli 2018 - 21:19 WIB

KPPPA: Anak cermin keberhasilan-kegagalan orang tua

Aktual Dalam Negeri | 20 Juli 2018 - 21:07 WIB

Kemenhub targetkan aturan angkutan online berlaku September

Pembangunan | 20 Juli 2018 - 20:44 WIB

Angkasa Pura tegaskan Terminal 4 Soetta bukan untuk LCC

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com