Selasa, 23 Oktober 2018 | 02:46 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Tol laut kurangi ketergantungan masyarakat Nunukan pada Malaysia

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2kYVnu3
Sumber foto: http://bit.ly/2kYVnu3
<p>Program tol laut yang dicanangkan Presiden Jokowi diyakini telah mengurangi ketergantungan masyarakat Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pada Malaysia soal pengadaan barang kebutuhan pokok.</p><p><br></p><p>Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan, Hasan Basri di Nunukan, Kamis (11/1) mengutarakan, terealisasinya program tol laut di daerah itu sangat membantu pasokan sejumlah kebutuhan pokok bagi masyarakat di wilayah perbatasan.</p><p><br></p><p>Kapal yang mengangkut bahan kebutuhan pokok telah menyuplai barang-barang sesuai pesanan Pemkab Nunukan sejak 2017.</p><p><br></p><p>Pembongkaran batang dilakukan di Pelabuhan Sebatik dan Pelabuhan Nunukan.</p><p><br></p><p>Hasan Basri mengungkapkan, kapal tol laut membawa barang berupa gula pasir, minyak makan, tepung, minuman mineral, makanan ringan dan alat-alat elektronik.</p><p><br></p><p>Ia mengakui, barang-barang tersebut selama ini hanya dapat didatangkan dari Malaysia akibat tidak adanya sarana angkutan untuk mengangkut produk dalam negeri dari Surabaya, Jatim.</p><p><br></p><p>"Berkat program tol laut ini, sejumlah produk dalam negeri yang menjadi kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat di Kabupaten Nunukan mulai terpenuhi sehingga tidak tergantung lagi dari Malaysia," ujar dia.</p><p><br></p><p>Ketersediaan pasokan melalui tol laut yang mencukupi tentunya masyarakat di wilayah perbatasan setempat akan beralih mengonsumsi produk dalam negeri. Apalagi jika produk Malaysia dikenakan cukai masuk maka dipastikan harganya akan lebih mahal.</p><p><br></p><p>Menyoroti keberadaan elpiji asal Malaysia yang masih marak beredar, Hasan Basri mengatakan, elpiji 5,5 kilo gram dan 12 kilo gram produk Indonesia sulit bersaing.</p><p><br></p><p>Hanya saja, ketergantungan tersebut secara bertahap dapat dihilangkan berkat pasokan produk dalam negeri mulai lancar.</p><p><br></p><p>Ia juga mengharapkan, instansi vertikal terkait dapat melarang masuknya produk Malaysia di Kabupaten Nunukan. (Ant)&nbsp;</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS gerebek pesta narkoba

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Hukum | 22 Oktober 2018 - 21:59 WIB

SP RSIS desak PN Sukoharjo laksanakan eksekusi putusan MA

Sosbud | 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

Arestasi | 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

<p>Program tol laut yang dicanangkan Presiden Jokowi diyakini telah mengurangi ketergantungan masyarakat Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pada Malaysia soal pengadaan barang kebutuhan pokok.</p><p><br></p><p>Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan, Hasan Basri di Nunukan, Kamis (11/1) mengutarakan, terealisasinya program tol laut di daerah itu sangat membantu pasokan sejumlah kebutuhan pokok bagi masyarakat di wilayah perbatasan.</p><p><br></p><p>Kapal yang mengangkut bahan kebutuhan pokok telah menyuplai barang-barang sesuai pesanan Pemkab Nunukan sejak 2017.</p><p><br></p><p>Pembongkaran batang dilakukan di Pelabuhan Sebatik dan Pelabuhan Nunukan.</p><p><br></p><p>Hasan Basri mengungkapkan, kapal tol laut membawa barang berupa gula pasir, minyak makan, tepung, minuman mineral, makanan ringan dan alat-alat elektronik.</p><p><br></p><p>Ia mengakui, barang-barang tersebut selama ini hanya dapat didatangkan dari Malaysia akibat tidak adanya sarana angkutan untuk mengangkut produk dalam negeri dari Surabaya, Jatim.</p><p><br></p><p>"Berkat program tol laut ini, sejumlah produk dalam negeri yang menjadi kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat di Kabupaten Nunukan mulai terpenuhi sehingga tidak tergantung lagi dari Malaysia," ujar dia.</p><p><br></p><p>Ketersediaan pasokan melalui tol laut yang mencukupi tentunya masyarakat di wilayah perbatasan setempat akan beralih mengonsumsi produk dalam negeri. Apalagi jika produk Malaysia dikenakan cukai masuk maka dipastikan harganya akan lebih mahal.</p><p><br></p><p>Menyoroti keberadaan elpiji asal Malaysia yang masih marak beredar, Hasan Basri mengatakan, elpiji 5,5 kilo gram dan 12 kilo gram produk Indonesia sulit bersaing.</p><p><br></p><p>Hanya saja, ketergantungan tersebut secara bertahap dapat dihilangkan berkat pasokan produk dalam negeri mulai lancar.</p><p><br></p><p>Ia juga mengharapkan, instansi vertikal terkait dapat melarang masuknya produk Malaysia di Kabupaten Nunukan. (Ant)&nbsp;</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com