Selasa, 23 Oktober 2018 | 02:46 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

PPP prediksi hanya dua capres yang maju di Pilpres 2019

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
<p>Ketua Umum DPP PPP M. Romahurmuziy memprediksi ada dua calon presiden yang ikut Pemilu Presiden 2019, pasca Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan terkait ambang batas partai atau gabungan partai mengajukan calon presiden.</p><p><br></p><p>"Saya prediksikan dengan peta survei ektabilitas yang sekarang ini, hanya akan ada dua calon yaitu yang telah diusung oleh PPP, Pak Jokowi dengan Pak Prabowo yang kemungkinan akan maju lagi dan itu hanya akan mengulang kembali peta pertarungan di 2014," katanya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (11/1).</p><p><br></p><p>Dia mengatakan Putusan MK itu menegaskan tidak ada satupun partai politik di Indonesia yang bisa mengajukan calon presiden sendiri sehingga harus berkoalisi dengan yang lain.</p><p><br></p><p>Menurut dia, melalui Putusan MK itu, maka partai politik atau gabungan parpol harus memiliki 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional pada Pemilu 2014 lalu untuk bisa mengusung pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).</p><p><br></p><p>"Keputusan itu bukan hal yang baru yang sebelumnya pernah dilakukan gugatan 'presidential treshold' dan hasilnya juga tidak berbeda," ujarnya.</p><p><br></p><p>Romy menilai "presidential treshold" adalah cara melakukan seleksi terhadap keinginan seluruh warga yang ingin maju dalam kontestasi Pilpres.</p><p><br></p><p>Ia mengapresiasi langkah MK yang menolak uji materi terkait ambang batas pencalonan presiden, dan MK telah kukuh dengan argumentasinya.</p><p><br></p><p>"Jadi kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada MK yang kukuh dengan argumentasinya untuk menetapkan PT yang sudah ditetapkan oleh DPR berdasarkan UUD," katanya.</p><p><br></p><p>Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi menolak uji materi pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang diajukan Partai Idaman yang teregistrasi dengan nomor 53/PUU-XV/2017.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS gerebek pesta narkoba

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Hukum | 22 Oktober 2018 - 21:59 WIB

SP RSIS desak PN Sukoharjo laksanakan eksekusi putusan MA

Sosbud | 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

Arestasi | 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

<p>Ketua Umum DPP PPP M. Romahurmuziy memprediksi ada dua calon presiden yang ikut Pemilu Presiden 2019, pasca Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan terkait ambang batas partai atau gabungan partai mengajukan calon presiden.</p><p><br></p><p>"Saya prediksikan dengan peta survei ektabilitas yang sekarang ini, hanya akan ada dua calon yaitu yang telah diusung oleh PPP, Pak Jokowi dengan Pak Prabowo yang kemungkinan akan maju lagi dan itu hanya akan mengulang kembali peta pertarungan di 2014," katanya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (11/1).</p><p><br></p><p>Dia mengatakan Putusan MK itu menegaskan tidak ada satupun partai politik di Indonesia yang bisa mengajukan calon presiden sendiri sehingga harus berkoalisi dengan yang lain.</p><p><br></p><p>Menurut dia, melalui Putusan MK itu, maka partai politik atau gabungan parpol harus memiliki 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional pada Pemilu 2014 lalu untuk bisa mengusung pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).</p><p><br></p><p>"Keputusan itu bukan hal yang baru yang sebelumnya pernah dilakukan gugatan 'presidential treshold' dan hasilnya juga tidak berbeda," ujarnya.</p><p><br></p><p>Romy menilai "presidential treshold" adalah cara melakukan seleksi terhadap keinginan seluruh warga yang ingin maju dalam kontestasi Pilpres.</p><p><br></p><p>Ia mengapresiasi langkah MK yang menolak uji materi terkait ambang batas pencalonan presiden, dan MK telah kukuh dengan argumentasinya.</p><p><br></p><p>"Jadi kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada MK yang kukuh dengan argumentasinya untuk menetapkan PT yang sudah ditetapkan oleh DPR berdasarkan UUD," katanya.</p><p><br></p><p>Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi menolak uji materi pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang diajukan Partai Idaman yang teregistrasi dengan nomor 53/PUU-XV/2017.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com