Sabtu, 21 Juli 2018 | 01:29 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Nasib Australia Jika Pendiri WikiLeaks Didepak Dari Kedutaan Ekuador

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Julian Assange telah mendekam di Kedutaan Ekuador sejak tahun 2012.
(Courtesy: AustraliaPlus) Julian Assange telah mendekam di Kedutaan Ekuador sejak tahun 2012.
<p>Ekuador berharap negaranya bisa memecahkan kebuntuan panjang yang telah menyebabkan pendiri WikiLeaks, Julian Assange, bersembunyi di Kedutaan Besar-nya di London selama lima tahun.</p><p>Negara ini tengah mencari mediator pihak ketiga untuk menjadi perantara kesepakatan dengan Inggris dalam upaya menemukan jalan bagi Assange, yang merupakan warga negara Australia, untuk meninggalkan bangunan mereka.</p><p>Ekuador telah "mempertimbangkan dan menjajaki kemungkinan mediasi" untuk menyelesaikan masalah ini.</p><h2>Mengapa Assange di Kedubes Ekuador?</h2><p>Assange dituduh memperkosa dua perempuan di Swedia pada 2010 dan kemudian ditangkap di London.</p><p>Ia dibebaskan dengan jaminan sementara melawan ekstradisi ke Swedia, namun setelah kalah banding pada tahun 2012, ia mencari suaka di Kedutaan Ekuador di London.</p><p>Assange telah berada di kedutaan kecil di wilayah Knightsbridge tersebut sejak saat itu.</p><p>Swedia kemudian mencabut semua tuduhan terhadap Assange, namun ia terus khawatir akan ekstradisi ke Amerika Serikat.</p><p>Situs WikiLeaks yang dibuatnya menerbitkan bocoran intelijen dari Amerika Serikat dan meski negara itu belum berusaha menangkapnya, Assange khawatir AS masih mempertimbangkan untuk menuntutnya.</p><h2>Mengapa Assange mencari suaka di Ekuador?</h2><p>Presiden Ekuador saat itu, Rafael Correa, adalah seorang kritikus vokal Amerika Serikat dan sekutu dari kritikus AS terkemuka lainnya -Hugo Chavez dari Venezuela.</p><p>Assange sebelumnya mewawancarai Correa untuk sebuah program televisi dan keduanya tampaknya memiliki hubungan dekat berkat ketidakpercayaan mereka terhadap AS.</p><p>Assange kemudian memilih Ekuador sebagai pilihan terbaiknya untuk mencari suaka saat ia kalah banding terhadap ekstradisi ke Swedia.</p><h2>Apakah Ekuador sudah lelah?</h2><p>Menteri Luar Negeri Ekuador, Maria Fernanda Espinosa, tampaknya sangat ingin mengeluarkan Assange dari kedutaan tersebut.</p><aside class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-pullquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Seseorang tak bisa hidup dalam kondisi seperti itu selamanya,&quot; kata Espinosa.</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </aside><p>Tak hanya sulit memiliki pencari suaka permanen di kedutaan yang sangat kecil, ia membiarkan Ekuador memiliki hubungan diplomatik yang rumit dengan semua negara lain yang terlibat - Inggris, Amerika Serikat dan Swedia.</p><p>Ekuador berharap seorang pejabat internasional dengan pengalaman dalam negosiasi bisa bertindak sebagai mediator, atau sebuah negara yang saat ini tidak terlibat dalam pergumulan diplomatik.</p><h2>Apa yang bisa menimpa Assange?</h2><p>Profesor hukum internasional dari Universitas Nasional Australia (ANU), Don Rothwell, telah mengikuti kasus ini dengan seksama.</p><p>Ia yakin hanya ada sejumlah pilihan yang bisa dinegosiasikan.</p><p>"Seiring dengan berjalannya waktu, saya pikir hanya ada dua prospek untuk dia," sebutnya.</p><p>Prospek tersebut adalah jalan aman (atau <em>safe passage</em>) ke ibukota Ekuador, Quito, atau deportasi.</p><p>"<em>Safe passage</em> bisa diberikan kepadanya untuk pergi ke Ekuador di mana ia akan terus menikmati suaka dan perlindungan diplomatik," kata Profesor Don Rothwell.</p><p>Masalahnya bagi Assange dalam menerima tawaran suaka dari Ekuador adalah bagaimana bepergian ke negara Amerika Selatan itu.</p><p>Begitu ia meninggalkan kedutaan, Inggris kemungkinan akan menangkapnya karena melanggar persyaratan jaminan saat ia mencari suaka setelah kalah banding.</p><p>Inggris bisa setuju untuk tidak menangkapnya dan mengizinkan pengalihannya ke bandara sehingga ia bisa diterbangkan ke Quito.</p><p>Tapi Inggris telah lama mengutarakan niatnya untuk menangkap Assange karena melanggar jaminannya, dan tak menunjukkan tanda-tanda mundur.</p><p>Menanggapi langkah terbaru Ekuador untuk mencari mediasi, seorang juru bicara Pemerintah Inggris mengatakan: "Pemerintah Ekuador tahu bahwa cara untuk menyelesaikan masalah ini adalah agar Julian Assange meninggalkan kedutaan untuk menghadapi keadilan."</p><aside class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-pullquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Pilihan lainnya adalah ia dideportasi ke Australia,&quot; kata Profesor Rothwell.</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </aside><p>Pilihan ini akan membuat Assange meninggalkan kedutaan Ekuador, ditangkap oleh polisi Inggris dan diadili karena melanggar persyaratan jaminannya.</p><p>"Di bawah skenario itu, ia bisa dikenai hukuman penjara singkat di penjara Inggris," kata Profesor Rothwell.</p><p>"Ia kemudian akan dianggap melanggar hukum Inggris karena melanggar status imigrasi dan, sebagai warga negara Australia, dideportasi kembali ke Australia."</p><h2>Jika dideportasi ke Australia, bisakah Assange dikirim ke AS?</h2><p>AS tak pernah mengajukan tuntutan atau menuntut penangkapan Assange atas publikasi dokumen rahasia yang berkaitan dengan perang di Irak dan Afghanistan di situs WikiLeaks.</p><p>Namun, beberapa pejabat senior AS sangat kritis terhadap Assange di masa lalu dan membuatnya terus khawatir akan upaya penuntutan.</p><p>Kesepakatan yang dimediasi antara Ekuador dan Inggris kemungkinan besar harus mengatasi kekhawatiran Assange.</p><p>Tapi Profesor Rothwell mengatakan, ada batasan dalam jaminan atas apa yang bisa diberikan kepada Assange.</p><p>"Itu adalah masalah yang sangat sulit untuk ditangani seorang pejabat Pemerintah Australia ... [mengingat] tidak ada permintaan ekstradisi resmi yang telah dilakukan oleh Amerika Serikat ke Australia," sebutnya.</p><p>"Jika permintaan seperti itu dibuat, itu harus ditangani dengan prosedur normal, yang pada akhirnya bisa membuat masalah ini masuk ke pengadilan."</p><p><a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2018-01-11/could-julian-assange-be-deported-from-ecuador-embassy/9321004" target="_blank" title="">Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.</a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pileg 2019 | 20 Juli 2018 - 21:30 WIB

PKB: Menteri jadi caleg tidak ganggu kinerja kementerian

Sosbud | 20 Juli 2018 - 21:19 WIB

KPPPA: Anak cermin keberhasilan-kegagalan orang tua

Aktual Dalam Negeri | 20 Juli 2018 - 21:07 WIB

Kemenhub targetkan aturan angkutan online berlaku September

Pembangunan | 20 Juli 2018 - 20:44 WIB

Angkasa Pura tegaskan Terminal 4 Soetta bukan untuk LCC

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com