Sabtu, 15 Desember 2018 | 12:55 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Sandiaga khawatir masuknya beras impor Vietnam ke Jakarta

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2zhQKOa
Sumber foto: http://bit.ly/2zhQKOa
<p>Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno mengkhawatirkan masuknya beras impor dari Vietnam ke Jakarta.</p><p><br></p><p>"Saya mendapat laporan, dari 500 ribu ton, yang akan diimpor. Dan masuk 100 ribu sampai 120 ribu itu besar sekali ke DKI, berarti nanti ada distorsi harga yang kami khawatirkan," kata Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (12/1).</p><p><br></p><p>Hal tersebut disinyalir, karena minimnya suplai dan juga tidak lancar distribusinya. Keputusan pemerintah pusat akan mulai masuk, tapi yang terpenting buat Pemerintah Provinsi DKI adalah memastikan suplai cukup dan distribusi lancar, katanya.</p><p><br></p><p>"Itu keputusan politik dan kita nggak mau masuk ke keputusan politik. Kita ingin dilibatkan, Pemprov DKI dan BUMD DKI ingin dilibatkan. Karena kita tidak jngin membanjirnya suplai yang rencananya masuk ke Jakarta 100 ribu ton, akan mengakibatkan distorsi harga," kata Wagub.</p><p><br></p><p>Sandiaga menegaskan keinginannya agar harga beras di masyarakat stabil dan semua pihak diperhatikan mulai dari petani dan pedagangnya juga. Hal itu yang disikapi dan ingin semua ikut saling membantu.</p><p><br></p><p>"Kita berharap kepada Menteri Perdagangan, bahwa Food Station dan PD Pasar Jaya dilibatkan. Karena nanti ini outletnya juga melewati Pak Arief (Dirut Food Station, red), jadi kalau kita nggak ada koordinasi akan susah. Ini yang kita sampaikan, jangan hanya kita dipakai sebagai 'bumper' di depan," kata Sandiaga.</p><p><br></p><p>Wagub juga telah melakukan komunikasi dengan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman dan ada dukungan.</p><p><br></p><p>"Kita sudah kontak juga dengan Menteri Perdagangan. Kita tunggu langkah - langkah Menteri Perdagangan, untuk merangkul kami. Karena ini butuh sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah," kata Sandiaga.</p><p><br></p><p>Prioritasnya adalah warga Jakarta bisa mendapat pangan terjangkau dan apalagi ini prestasi sebelumnya di Jakarta, memastikan inflasi Jakarta stabil dan utilitas harga pangan itu sangat rendah, katanya.</p><p><br></p><p>"Itu yang kami harapkan, jangan sampai kita tidak berkoordinasi, jangan sampai kita memberatkan warga dan pedagang kecil," kata Wagub. (Ant) </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 15 Desember 2018 - 12:49 WIB

The Jakmania nyalakan flare dan kembang api sepanjang pawai

Pemilihan Presiden 2019 | 15 Desember 2018 - 12:37 WIB

Erick Thohir: Serang fitnah dengan bukti dan fakta

Ekonomi | 15 Desember 2018 - 12:24 WIB

LIPI: Afrika pasar potensial bagi Indonesia

Liga Indonesia | 15 Desember 2018 - 12:12 WIB

Teco: Jakmania berhak merayakan kebahagiaan juara

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 11:50 WIB

Hadapi musim hujan, Bupati tekankan pentingnya mitigasi bencana

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 11:37 WIB

Politik identitas timbulkan ketidakpastian

<p>Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno mengkhawatirkan masuknya beras impor dari Vietnam ke Jakarta.</p><p><br></p><p>"Saya mendapat laporan, dari 500 ribu ton, yang akan diimpor. Dan masuk 100 ribu sampai 120 ribu itu besar sekali ke DKI, berarti nanti ada distorsi harga yang kami khawatirkan," kata Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (12/1).</p><p><br></p><p>Hal tersebut disinyalir, karena minimnya suplai dan juga tidak lancar distribusinya. Keputusan pemerintah pusat akan mulai masuk, tapi yang terpenting buat Pemerintah Provinsi DKI adalah memastikan suplai cukup dan distribusi lancar, katanya.</p><p><br></p><p>"Itu keputusan politik dan kita nggak mau masuk ke keputusan politik. Kita ingin dilibatkan, Pemprov DKI dan BUMD DKI ingin dilibatkan. Karena kita tidak jngin membanjirnya suplai yang rencananya masuk ke Jakarta 100 ribu ton, akan mengakibatkan distorsi harga," kata Wagub.</p><p><br></p><p>Sandiaga menegaskan keinginannya agar harga beras di masyarakat stabil dan semua pihak diperhatikan mulai dari petani dan pedagangnya juga. Hal itu yang disikapi dan ingin semua ikut saling membantu.</p><p><br></p><p>"Kita berharap kepada Menteri Perdagangan, bahwa Food Station dan PD Pasar Jaya dilibatkan. Karena nanti ini outletnya juga melewati Pak Arief (Dirut Food Station, red), jadi kalau kita nggak ada koordinasi akan susah. Ini yang kita sampaikan, jangan hanya kita dipakai sebagai 'bumper' di depan," kata Sandiaga.</p><p><br></p><p>Wagub juga telah melakukan komunikasi dengan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman dan ada dukungan.</p><p><br></p><p>"Kita sudah kontak juga dengan Menteri Perdagangan. Kita tunggu langkah - langkah Menteri Perdagangan, untuk merangkul kami. Karena ini butuh sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah," kata Sandiaga.</p><p><br></p><p>Prioritasnya adalah warga Jakarta bisa mendapat pangan terjangkau dan apalagi ini prestasi sebelumnya di Jakarta, memastikan inflasi Jakarta stabil dan utilitas harga pangan itu sangat rendah, katanya.</p><p><br></p><p>"Itu yang kami harapkan, jangan sampai kita tidak berkoordinasi, jangan sampai kita memberatkan warga dan pedagang kecil," kata Wagub. (Ant) </p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com