Kamis, 18 Januari 2018

Kapolri rencanakan operasi bersama antisipasi kerawanan Pilkada 2018

Jumat, 12 Januari 2018 12:02

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Sumber foto: http://bit.ly/2mpnmBe Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Sumber foto: http://bit.ly/2mpnmBe
Ayo berbagi!

Mengantisipasi kerawanan dalam penyelenggaraan Pilkada serentak 2018, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian merencanakan operasi bersama satuan tugas terkait, seperti TNI dan pemerintah daerah.

Operasi bersama itu dengan melibatkan 191 ribu polisi, 70 ribu aparat TNI, dan 80 ribu Linmas. Demikian disampaikan Kapolri dalam rapat konsultasi pimpinan DPR RI bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Kapolri, Jaksa Agung, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Nusantara II DPR, Kamis (11/1).

"Polri juga akan melakukan langkah proaktif, bukan represif. Mengingat situasi politik akan menghangat, Polri akan menjaga agar tidak terlalu panas dan meledak," imbuh Kapolri.

Untuk itu, Kapolri mengatakan, cooling system harus berjalan bersama tokoh-tokoh masyarakat yang peduli Pilkada damai dan aman.

“Polri ada pengawasan internal agar anggota tetap netral. Pengawasan eksternal, Polri akan jaga agar penegak hukum tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Untuk itu, saya mengusulkan ketika paslon sudah ditetapkan KPU, maka proses hukum baik saksi maupun tersangka ditunda dulu hingga Pilkada selesai, baru dilanjutkan, kecuali OTT,” terang Tito, seperti diinformasikan melalui laman resmi KPU.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-der

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar