Selasa, 23 Oktober 2018 | 02:47 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Daftar pemilih di Kudus diperkirakan meningkat 20 persen

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Sutini/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Sutini/Radio Elshinta
<p>Daftar pemilih yang akan menggunakan hak suara pada pemilihan bupati (Pilbup) Kudus dan pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Tengah tahun ini diperkirakan meningkat sebesar 20 persen dari Pilkada beberapa tahun lalu. </p><p>Peningkatan tersebut diketahui dari data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) yang diperoleh dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang telah disinkronkan oleh KPU Kabupaten Kudus.</p><p>Ketua KPU Kudus, Moh Khanfi mengatakan, jumlah DP4 saat ini mencapai sekitar 632 ribu jiwa. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan DPT terakhir pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 lalu yang sebesar 604 ribu jiwa.</p><p>"Bertambahnya jumlah pemilih ini disebabkan adanya pemilih pemula, yang hampir mencapai sekitar 40 ribu jiwa," ujarnya usai kegiatan bimbingan teknis pencocokan dan penelitian panitia pengawas kecamatan (PPK), Kamis (11/1), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini.</p><p>Dikatakan Khanafi, pemilih pemula tersebut tidak hanya berasal dari masyarakat yang baru menginjak usia 17 tahun. Namun, juga berasal dari masyarakat yang datang dari luar daerah yang kemudian berdomisili di Kabupaten Kudus, termasuk disebabkan karena status pernikahan maupun pindah penduduk.</p><p>Khanafi menjelaskan, selain karena adanya faktor usia dan penambahan penduduk karena domisili, penambahan ini juga adanya mereka yang beralih status dari TNI atau Polri menjadi masyarakat biasa.&nbsp;</p><p>"Untuk warga yang beralih status dari TNI/Polri perkiraan jumlahnya dapat juga berkurang sewaktu-waktu, karena status warga yang meninggal dunia maupun pindah domisili ke luar Kabupaten Kudus," imbuh Khanafi.</p><p>Ditambahkannya, DP4 yang telah dihimpun pihaknya akan menjadi bahan serta modal awal untuk dilakukan pemutakhiran data dengan cara pencocokan dan penelitian (Coklit) di lapangan. Kemudian, DPT baru bisa dipetakan dari tingkat PPK, PPS, hingga PPT. Untuk waktu coklit akan dilaksanakan dari tanggal 20 Januari sampai 18 Februari mendatang. </p><p><br></p><p>Penulis: Andi Juandi</p><p>Editor: Dewi Rusiana&nbsp;</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS gerebek pesta narkoba

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Hukum | 22 Oktober 2018 - 21:59 WIB

SP RSIS desak PN Sukoharjo laksanakan eksekusi putusan MA

Sosbud | 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

Arestasi | 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

<p>Daftar pemilih yang akan menggunakan hak suara pada pemilihan bupati (Pilbup) Kudus dan pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Tengah tahun ini diperkirakan meningkat sebesar 20 persen dari Pilkada beberapa tahun lalu. </p><p>Peningkatan tersebut diketahui dari data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) yang diperoleh dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang telah disinkronkan oleh KPU Kabupaten Kudus.</p><p>Ketua KPU Kudus, Moh Khanfi mengatakan, jumlah DP4 saat ini mencapai sekitar 632 ribu jiwa. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan DPT terakhir pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 lalu yang sebesar 604 ribu jiwa.</p><p>"Bertambahnya jumlah pemilih ini disebabkan adanya pemilih pemula, yang hampir mencapai sekitar 40 ribu jiwa," ujarnya usai kegiatan bimbingan teknis pencocokan dan penelitian panitia pengawas kecamatan (PPK), Kamis (11/1), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini.</p><p>Dikatakan Khanafi, pemilih pemula tersebut tidak hanya berasal dari masyarakat yang baru menginjak usia 17 tahun. Namun, juga berasal dari masyarakat yang datang dari luar daerah yang kemudian berdomisili di Kabupaten Kudus, termasuk disebabkan karena status pernikahan maupun pindah penduduk.</p><p>Khanafi menjelaskan, selain karena adanya faktor usia dan penambahan penduduk karena domisili, penambahan ini juga adanya mereka yang beralih status dari TNI atau Polri menjadi masyarakat biasa.&nbsp;</p><p>"Untuk warga yang beralih status dari TNI/Polri perkiraan jumlahnya dapat juga berkurang sewaktu-waktu, karena status warga yang meninggal dunia maupun pindah domisili ke luar Kabupaten Kudus," imbuh Khanafi.</p><p>Ditambahkannya, DP4 yang telah dihimpun pihaknya akan menjadi bahan serta modal awal untuk dilakukan pemutakhiran data dengan cara pencocokan dan penelitian (Coklit) di lapangan. Kemudian, DPT baru bisa dipetakan dari tingkat PPK, PPS, hingga PPT. Untuk waktu coklit akan dilaksanakan dari tanggal 20 Januari sampai 18 Februari mendatang. </p><p><br></p><p>Penulis: Andi Juandi</p><p>Editor: Dewi Rusiana&nbsp;</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com