Selasa, 23 Oktober 2018 | 04:56 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Mesin tapping OK-OTrip mulai dipasang dalam bus Jakarta

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto:  http://bit.ly/2ARDyzy
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2ARDyzy
<p>Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mulai melakukan pemasangan atau instalasi mesin tapping untuk kartu elektronik terhadap 100 unit bus sedang. </p><p> "Pemasangan mesin tapping kartu elektronik sudah kami mulai. Saat ini pemasangannya sedang kami lakukan untuk 100 unit bus sedang," kata Kepala Dishub DKI Andri Yansyah di Jakarta, Jumat (12/1). </p><p> Menurut dia, pemasangan mesin tapping kartu elektronik tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan salah satu program Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam bidang transportasi, yaitu OK-OTrip. </p><p> "Rencananya, bus-bus yang sudah dipasangi mesin tapping tersebut dijadwalkan akan mulai diuji coba pada 15 Januari 2018. Bus-bus yang sudah dilengkapi dengan mesin tapping itu dioperasikan untuk program OK-OTrip," ujar Andri. </p><p> Lebih lanjut, dia menuturkan pengadaan atau pembelian mesin-mesin tapping tersebut saat ini sudah selesai, dan proses pemasangannya untuk bus-bus sedang dimulai pada 10 hingga 15 Januari 2018. </p><p> "Jadi, saat ini mesin-mesin tapping kartu elektronik tersebut masih dalam proses pemasangan atau instalasi. Ada 100 unit bus sedang yang dipasangi mesin itu," tutur Andri. </p><p> Setelah dipasangi mesin tapping tersebut, dia mengungkapkan nantinya bus hanya boleh berhenti untuk menaikkan atau menurunkan penumpang di titik-titik yang sudah ditentukan dan dipasangi rambu-rambu. </p><p> Sementara itu, uji coba program OK-OTrip akan dilakukan selama tiga bulan, yakni dimulai pada 15 Januari hingga 15 April 2018. Program tersebut akan diuji coba terlebih dahulu di empat wilayah, antara lain Lebak Bulus, Warakas, Jelambar dan Duren Sawit.&nbsp; (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS gerebek pesta narkoba

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Hukum | 22 Oktober 2018 - 21:59 WIB

SP RSIS desak PN Sukoharjo laksanakan eksekusi putusan MA

Sosbud | 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

Arestasi | 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

<p>Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mulai melakukan pemasangan atau instalasi mesin tapping untuk kartu elektronik terhadap 100 unit bus sedang. </p><p> "Pemasangan mesin tapping kartu elektronik sudah kami mulai. Saat ini pemasangannya sedang kami lakukan untuk 100 unit bus sedang," kata Kepala Dishub DKI Andri Yansyah di Jakarta, Jumat (12/1). </p><p> Menurut dia, pemasangan mesin tapping kartu elektronik tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan salah satu program Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam bidang transportasi, yaitu OK-OTrip. </p><p> "Rencananya, bus-bus yang sudah dipasangi mesin tapping tersebut dijadwalkan akan mulai diuji coba pada 15 Januari 2018. Bus-bus yang sudah dilengkapi dengan mesin tapping itu dioperasikan untuk program OK-OTrip," ujar Andri. </p><p> Lebih lanjut, dia menuturkan pengadaan atau pembelian mesin-mesin tapping tersebut saat ini sudah selesai, dan proses pemasangannya untuk bus-bus sedang dimulai pada 10 hingga 15 Januari 2018. </p><p> "Jadi, saat ini mesin-mesin tapping kartu elektronik tersebut masih dalam proses pemasangan atau instalasi. Ada 100 unit bus sedang yang dipasangi mesin itu," tutur Andri. </p><p> Setelah dipasangi mesin tapping tersebut, dia mengungkapkan nantinya bus hanya boleh berhenti untuk menaikkan atau menurunkan penumpang di titik-titik yang sudah ditentukan dan dipasangi rambu-rambu. </p><p> Sementara itu, uji coba program OK-OTrip akan dilakukan selama tiga bulan, yakni dimulai pada 15 Januari hingga 15 April 2018. Program tersebut akan diuji coba terlebih dahulu di empat wilayah, antara lain Lebak Bulus, Warakas, Jelambar dan Duren Sawit.&nbsp; (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com