Selasa, 23 Oktober 2018 | 04:57 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Ketum PPP apresiasi MK tolak uji materi Presidential Threshold

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Dody Handoko.
Foto: Dody Handoko.
<p>Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengatakan bahwa dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak uji materi terkait ambang batas pencalonan presiden <i>(Presidential Threshold/PT)</i> maka partai politik atau gabungan parpol harus memiliki 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara untuk bisa mengusung pasangan capres dan cawapres.</p><p>&nbsp;</p><p>Dikatakannya, tidak ada satupun partai yang bisa mengajukan calon presiden sendiri dan sudah pasti berkoalisi.&nbsp;“Sehingga bisa saya prediksikan dengan peta survei ektabilitas yang sekarang ini, hanya akan ada kembali dua calon yaitu yang telah diusung oleh PPP Pak Jokowi dengan sejauh ini Pak Prabowo yang kemungkinan akan maju lagi dan itu hanya akan mengulang kembali peta pertarungan 2014," paparnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (12/1).</p><p>&nbsp;</p><p>Ia mengapresiasi langkah MK yang telah kukuh dengan argumentasinya. "Jadi kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada MK yang kukuh dengan argumentasinya untuk menetapkan PT yang sudah ditetapkan oleh DPR berdasarkan UUD,"ucapnya.</p><p>&nbsp;</p><p>Menurutnya, keputusan ini bukan hal yang baru ,sebelumnya pernah dilakukan gugatan tentang PT, hasilnya juga tidak berbeda. "Bahwa PT adalah cara kita untuk melakukan seleksi terhadap keinginan seluruh warga yang ingin maju sehingga memang itu diserahkan pada pembentuk UUD," tandasnya.(Dody/SiK)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS gerebek pesta narkoba

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Hukum | 22 Oktober 2018 - 21:59 WIB

SP RSIS desak PN Sukoharjo laksanakan eksekusi putusan MA

Sosbud | 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

Arestasi | 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

<p>Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengatakan bahwa dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak uji materi terkait ambang batas pencalonan presiden <i>(Presidential Threshold/PT)</i> maka partai politik atau gabungan parpol harus memiliki 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara untuk bisa mengusung pasangan capres dan cawapres.</p><p>&nbsp;</p><p>Dikatakannya, tidak ada satupun partai yang bisa mengajukan calon presiden sendiri dan sudah pasti berkoalisi.&nbsp;“Sehingga bisa saya prediksikan dengan peta survei ektabilitas yang sekarang ini, hanya akan ada kembali dua calon yaitu yang telah diusung oleh PPP Pak Jokowi dengan sejauh ini Pak Prabowo yang kemungkinan akan maju lagi dan itu hanya akan mengulang kembali peta pertarungan 2014," paparnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (12/1).</p><p>&nbsp;</p><p>Ia mengapresiasi langkah MK yang telah kukuh dengan argumentasinya. "Jadi kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada MK yang kukuh dengan argumentasinya untuk menetapkan PT yang sudah ditetapkan oleh DPR berdasarkan UUD,"ucapnya.</p><p>&nbsp;</p><p>Menurutnya, keputusan ini bukan hal yang baru ,sebelumnya pernah dilakukan gugatan tentang PT, hasilnya juga tidak berbeda. "Bahwa PT adalah cara kita untuk melakukan seleksi terhadap keinginan seluruh warga yang ingin maju sehingga memang itu diserahkan pada pembentuk UUD," tandasnya.(Dody/SiK)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com