Selasa, 24 April 2018

Ketum PPP apresiasi MK tolak uji materi Presidential Threshold

Jumat, 12 Januari 2018 16:07

Foto: Dody Handoko. Foto: Dody Handoko.
Ayo berbagi!

Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengatakan bahwa dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak uji materi terkait ambang batas pencalonan presiden (Presidential Threshold/PT) maka partai politik atau gabungan parpol harus memiliki 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara untuk bisa mengusung pasangan capres dan cawapres.

Dikatakannya, tidak ada satupun partai yang bisa mengajukan calon presiden sendiri dan sudah pasti berkoalisi. â€œSehingga bisa saya prediksikan dengan peta survei ektabilitas yang sekarang ini, hanya akan ada kembali dua calon yaitu yang telah diusung oleh PPP Pak Jokowi dengan sejauh ini Pak Prabowo yang kemungkinan akan maju lagi dan itu hanya akan mengulang kembali peta pertarungan 2014," paparnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (12/1).

Ia mengapresiasi langkah MK yang telah kukuh dengan argumentasinya. "Jadi kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada MK yang kukuh dengan argumentasinya untuk menetapkan PT yang sudah ditetapkan oleh DPR berdasarkan UUD,"ucapnya.

Menurutnya, keputusan ini bukan hal yang baru ,sebelumnya pernah dilakukan gugatan tentang PT, hasilnya juga tidak berbeda. "Bahwa PT adalah cara kita untuk melakukan seleksi terhadap keinginan seluruh warga yang ingin maju sehingga memang itu diserahkan pada pembentuk UUD," tandasnya.(Dody/SiK)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar