Sabtu, 20 Oktober 2018 | 03:53 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Proyek Bandara Syamsudin Noor diharapkan selesai tepat waktu

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Syahri Ruslan/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Syahri Ruslan/Radio Elshinta
<p>Komisi III DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) mengharapkan proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin dapat selesai tepat waktu yaitu pada awal 2019, dan status bandara tersebut dapat ditingkatkan menjadi bandara internasional.</p><p>Hal tersebut dinyatakan oleh beberapa anggota Komisi III DPRD Kalsel, salah satunya Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel Riswandy, pada kunjungan kerja Komisi III DPRD Kalsel ke Kantor Pusat PT Angkasa Pura I (Persero), yang diterima oleh Direktur Teknik PT Angkasa Pura I (Persero) Polana B. Pramesti dan General Manager Bandara Syamsudin Noor Wahyudi di Hotel Holiday Inn Kemayoran pada Jumat (12/1), seperti dilaporkan <i>Kontributor Elshinta, Syahri Ruslan.</i></p><p>"Masyarakat Kalimantan Selatan sudah menunggu lama bandara kebanggaannya selesai dikembangkan. Kami berharap proyek pengembangan bandara ini dapat selesai pada tepat waktu. Namun di tengah proses penyelesaian itu, kami juga ingin Bandara Syamsudin Noor agar bisa ditingkatkan statusnya menjadi bandara internasional. Hal ini terkait pengembangan pariwisata dan ekonomi wilayah Kalsel ke depannya," kata Riswandy.</p><p>Anggota Komisi III DPRD Kalsel Puar Junaidi juga menyoroti masalah lahan yang masih belum selesai dan berpotensi besar terhadap melesetnya penyelesaian proyek pengembangan bandara ini dari target waktu yang sudah ditetapkan. </p><p>"Permasalahan klaim warga terhadap lahan seluas 7,9 hektar oleh ahli waris Muhammad bin Abdul Rauf atas lahan yang sudah dibebaskan agar segera bisa diselesaikan agar target waktu penyelesaian bisa dicapai," kata Puar Junaidi.</p><p>Menanggapi beberapa hal tersebut, Direktur Teknik PT Angkasa Pura I (Persero) Polana B. Pramesti mengatakan, Angkasa Pura I optimis pengembangan Bandara Syamsudin Noor dapat selesai dan beroperasi penuh pada Juli 2019.</p><p>"Juli 2019 full operation, tidak pakai parsial. Kami yakin sebelum pemilu selesai," kata Polana.</p><p>Terkait permasalahan lahan, Polana yakin akan segera terselesaikan dan tidak akan mengganggu target waktu penyelesaian. Terkait hal lahan, GM Bandara Syamsudin Noor Wahyudi mengatakan bahwa lahan tembak TNI AU dan ahli waris Muhammad bin Abdul Rauf ditargetkan Februari 2018 selesai.</p><p>Terkait status bandara internasional, Polana menjelaskan bahwa saat ini hal tersebut dikomunikasikan ke Kementerian Perhubungan dan mereka mendukung. </p><p>"Namun perlu ada dukungan kementerian lain untuk pengubahan status ini. Jika bisa saya sarankan, Bapak Ibu anggota DPRD bisa berudiensi dengan Kemenhub terkait hal ini," kata Polana.</p><p>Terkait pelibatan sumber daya lokal ketika pengembangan bandara selesai, Wahyudi memberikan respon positif dan akan melibatkan tenaga kerja lokal serta menempatkan produk UKM setempat untuk dipajang di galeri di bandara.</p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Andi Juandi</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 21:49 WIB

Presiden minta aparatur pemerintah turun ke lapangan

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 21:37 WIB

Panglima TNI tinjau dampak likuifaksi Palu

Liga Champions | 19 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Buffon tidak ingin PSG hadapi Juve di final Liga Champions

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 21:12 WIB

TMMD di Malinau, TNI dan warga semenisasi jalan

Pemasaran | 19 Oktober 2018 - 20:46 WIB

Cara “mencuri” followers akun instagram kompetitor bisnis

<p>Komisi III DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) mengharapkan proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin dapat selesai tepat waktu yaitu pada awal 2019, dan status bandara tersebut dapat ditingkatkan menjadi bandara internasional.</p><p>Hal tersebut dinyatakan oleh beberapa anggota Komisi III DPRD Kalsel, salah satunya Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel Riswandy, pada kunjungan kerja Komisi III DPRD Kalsel ke Kantor Pusat PT Angkasa Pura I (Persero), yang diterima oleh Direktur Teknik PT Angkasa Pura I (Persero) Polana B. Pramesti dan General Manager Bandara Syamsudin Noor Wahyudi di Hotel Holiday Inn Kemayoran pada Jumat (12/1), seperti dilaporkan <i>Kontributor Elshinta, Syahri Ruslan.</i></p><p>"Masyarakat Kalimantan Selatan sudah menunggu lama bandara kebanggaannya selesai dikembangkan. Kami berharap proyek pengembangan bandara ini dapat selesai pada tepat waktu. Namun di tengah proses penyelesaian itu, kami juga ingin Bandara Syamsudin Noor agar bisa ditingkatkan statusnya menjadi bandara internasional. Hal ini terkait pengembangan pariwisata dan ekonomi wilayah Kalsel ke depannya," kata Riswandy.</p><p>Anggota Komisi III DPRD Kalsel Puar Junaidi juga menyoroti masalah lahan yang masih belum selesai dan berpotensi besar terhadap melesetnya penyelesaian proyek pengembangan bandara ini dari target waktu yang sudah ditetapkan. </p><p>"Permasalahan klaim warga terhadap lahan seluas 7,9 hektar oleh ahli waris Muhammad bin Abdul Rauf atas lahan yang sudah dibebaskan agar segera bisa diselesaikan agar target waktu penyelesaian bisa dicapai," kata Puar Junaidi.</p><p>Menanggapi beberapa hal tersebut, Direktur Teknik PT Angkasa Pura I (Persero) Polana B. Pramesti mengatakan, Angkasa Pura I optimis pengembangan Bandara Syamsudin Noor dapat selesai dan beroperasi penuh pada Juli 2019.</p><p>"Juli 2019 full operation, tidak pakai parsial. Kami yakin sebelum pemilu selesai," kata Polana.</p><p>Terkait permasalahan lahan, Polana yakin akan segera terselesaikan dan tidak akan mengganggu target waktu penyelesaian. Terkait hal lahan, GM Bandara Syamsudin Noor Wahyudi mengatakan bahwa lahan tembak TNI AU dan ahli waris Muhammad bin Abdul Rauf ditargetkan Februari 2018 selesai.</p><p>Terkait status bandara internasional, Polana menjelaskan bahwa saat ini hal tersebut dikomunikasikan ke Kementerian Perhubungan dan mereka mendukung. </p><p>"Namun perlu ada dukungan kementerian lain untuk pengubahan status ini. Jika bisa saya sarankan, Bapak Ibu anggota DPRD bisa berudiensi dengan Kemenhub terkait hal ini," kata Polana.</p><p>Terkait pelibatan sumber daya lokal ketika pengembangan bandara selesai, Wahyudi memberikan respon positif dan akan melibatkan tenaga kerja lokal serta menempatkan produk UKM setempat untuk dipajang di galeri di bandara.</p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Andi Juandi</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com