Sabtu, 21 Juli 2018 | 01:35 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Sistem navigasi udara Papua buatan Indonesia

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2CSyP2h
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2CSyP2h
<p>Sistem navigasi udara di Papua akan menggunakan radar sintetis berbasis satelit atau ADS-B (automatic dependent surveillance-broadcast) yang merupakan buatan Indonesia. </p><p> Menteri BUMN, Rini Sumarno, saat meresmikan modernisasi layanan navigasi penerbangan di Papua di Kantor Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia Cabang Sentani, Jumat (12/1), mengatakan, ini terwujud karena sinergi antar-BUMN, yaitu PT INTI, PT LEN dan LPPNPI.</p><p>"Ini sinergi antara BUMN, tidak memakan biaya banyak, karena lahan BUMN juga, ini juga bukti BUMN memperhatikan daerah terpencil dan terluar," katanya.</p><p>Sumarno menambahkan, hal itu tidak terlepas dari upaya untuk menyeimbangkan harga bahan pokok di Indonesia bagian barat dan timur. Transportasi udara yang ditunjang sistem navigasi udara yang handal berperan penting dalam hal ini. </p><p> Untuk itu, lanjut dia, diperlukan sistem navigasi udara yang andal dan tidak berbeda dengan wilayah lainnya. </p><p> Dalam kesempatan sama, Direktur Utama Perusahaan Umum LPPNPI, menyatakan, Novie Riyanto menjelaskan ADS-B ini akan ditempatkan di properti Bank Mandiri, BRI, dan BNI.</p><p>"Tantangan penerbangandi Papua cukup tinggi, kondisi geografis pegunungan, perubahan cuaca yang sangat cepat, terbatasnya alat bantu navigasi fasilitas bandara, daya listrik, terbatasnya SDM navigasi penerbangan," katanya.</p><p> Tujuh ADS-B itu akan ditempat di tujuh tempat, di antaranya Dekai, Elelim, Wamena, Oksibil, Senggeh, Sentani dan Borme.</p><p> Program investasi telah diluncurkan LPPNPI sejak 2015 lalu yaitu empat program senilai Rp3,7 miliar kemudian meningkat pada tahun 2016 menjadi 12 program senilai Rp85 miliar dan kembali meningkat pada tahun 2017 menjadi 72 program senilai Rp138 miliar. </p><p>"Kami juga meningkatkan layanan di Bandara Sentani sejak 18 Agustus 2016 dari sebelumnya non-radar menjadi layanan radar. Peningkatan layanan ini membuat pemanduan lalu lintas penerbangan dilakukan melalui instrumen prosedur dan teknologi mutakhir, sehingga dapat meningkatkan keselamatan dan efisiensi penerbangan," katanya.&nbsp; (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pileg 2019 | 20 Juli 2018 - 21:30 WIB

PKB: Menteri jadi caleg tidak ganggu kinerja kementerian

Sosbud | 20 Juli 2018 - 21:19 WIB

KPPPA: Anak cermin keberhasilan-kegagalan orang tua

Aktual Dalam Negeri | 20 Juli 2018 - 21:07 WIB

Kemenhub targetkan aturan angkutan online berlaku September

Pembangunan | 20 Juli 2018 - 20:44 WIB

Angkasa Pura tegaskan Terminal 4 Soetta bukan untuk LCC

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com