Selasa, 23 Oktober 2018 | 04:55 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Sistem navigasi udara Papua buatan Indonesia

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2CSyP2h
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2CSyP2h
<p>Sistem navigasi udara di Papua akan menggunakan radar sintetis berbasis satelit atau ADS-B (automatic dependent surveillance-broadcast) yang merupakan buatan Indonesia. </p><p> Menteri BUMN, Rini Sumarno, saat meresmikan modernisasi layanan navigasi penerbangan di Papua di Kantor Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia Cabang Sentani, Jumat (12/1), mengatakan, ini terwujud karena sinergi antar-BUMN, yaitu PT INTI, PT LEN dan LPPNPI.</p><p>"Ini sinergi antara BUMN, tidak memakan biaya banyak, karena lahan BUMN juga, ini juga bukti BUMN memperhatikan daerah terpencil dan terluar," katanya.</p><p>Sumarno menambahkan, hal itu tidak terlepas dari upaya untuk menyeimbangkan harga bahan pokok di Indonesia bagian barat dan timur. Transportasi udara yang ditunjang sistem navigasi udara yang handal berperan penting dalam hal ini. </p><p> Untuk itu, lanjut dia, diperlukan sistem navigasi udara yang andal dan tidak berbeda dengan wilayah lainnya. </p><p> Dalam kesempatan sama, Direktur Utama Perusahaan Umum LPPNPI, menyatakan, Novie Riyanto menjelaskan ADS-B ini akan ditempatkan di properti Bank Mandiri, BRI, dan BNI.</p><p>"Tantangan penerbangandi Papua cukup tinggi, kondisi geografis pegunungan, perubahan cuaca yang sangat cepat, terbatasnya alat bantu navigasi fasilitas bandara, daya listrik, terbatasnya SDM navigasi penerbangan," katanya.</p><p> Tujuh ADS-B itu akan ditempat di tujuh tempat, di antaranya Dekai, Elelim, Wamena, Oksibil, Senggeh, Sentani dan Borme.</p><p> Program investasi telah diluncurkan LPPNPI sejak 2015 lalu yaitu empat program senilai Rp3,7 miliar kemudian meningkat pada tahun 2016 menjadi 12 program senilai Rp85 miliar dan kembali meningkat pada tahun 2017 menjadi 72 program senilai Rp138 miliar. </p><p>"Kami juga meningkatkan layanan di Bandara Sentani sejak 18 Agustus 2016 dari sebelumnya non-radar menjadi layanan radar. Peningkatan layanan ini membuat pemanduan lalu lintas penerbangan dilakukan melalui instrumen prosedur dan teknologi mutakhir, sehingga dapat meningkatkan keselamatan dan efisiensi penerbangan," katanya.&nbsp; (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS gerebek pesta narkoba

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Hukum | 22 Oktober 2018 - 21:59 WIB

SP RSIS desak PN Sukoharjo laksanakan eksekusi putusan MA

Sosbud | 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

Arestasi | 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

<p>Sistem navigasi udara di Papua akan menggunakan radar sintetis berbasis satelit atau ADS-B (automatic dependent surveillance-broadcast) yang merupakan buatan Indonesia. </p><p> Menteri BUMN, Rini Sumarno, saat meresmikan modernisasi layanan navigasi penerbangan di Papua di Kantor Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia Cabang Sentani, Jumat (12/1), mengatakan, ini terwujud karena sinergi antar-BUMN, yaitu PT INTI, PT LEN dan LPPNPI.</p><p>"Ini sinergi antara BUMN, tidak memakan biaya banyak, karena lahan BUMN juga, ini juga bukti BUMN memperhatikan daerah terpencil dan terluar," katanya.</p><p>Sumarno menambahkan, hal itu tidak terlepas dari upaya untuk menyeimbangkan harga bahan pokok di Indonesia bagian barat dan timur. Transportasi udara yang ditunjang sistem navigasi udara yang handal berperan penting dalam hal ini. </p><p> Untuk itu, lanjut dia, diperlukan sistem navigasi udara yang andal dan tidak berbeda dengan wilayah lainnya. </p><p> Dalam kesempatan sama, Direktur Utama Perusahaan Umum LPPNPI, menyatakan, Novie Riyanto menjelaskan ADS-B ini akan ditempatkan di properti Bank Mandiri, BRI, dan BNI.</p><p>"Tantangan penerbangandi Papua cukup tinggi, kondisi geografis pegunungan, perubahan cuaca yang sangat cepat, terbatasnya alat bantu navigasi fasilitas bandara, daya listrik, terbatasnya SDM navigasi penerbangan," katanya.</p><p> Tujuh ADS-B itu akan ditempat di tujuh tempat, di antaranya Dekai, Elelim, Wamena, Oksibil, Senggeh, Sentani dan Borme.</p><p> Program investasi telah diluncurkan LPPNPI sejak 2015 lalu yaitu empat program senilai Rp3,7 miliar kemudian meningkat pada tahun 2016 menjadi 12 program senilai Rp85 miliar dan kembali meningkat pada tahun 2017 menjadi 72 program senilai Rp138 miliar. </p><p>"Kami juga meningkatkan layanan di Bandara Sentani sejak 18 Agustus 2016 dari sebelumnya non-radar menjadi layanan radar. Peningkatan layanan ini membuat pemanduan lalu lintas penerbangan dilakukan melalui instrumen prosedur dan teknologi mutakhir, sehingga dapat meningkatkan keselamatan dan efisiensi penerbangan," katanya.&nbsp; (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com