Selasa, 18 September 2018 | 21:29 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Dinkes imbau masyarakat waspada DBD

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto:  http://bit.ly/2qSW1Mm
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2qSW1Mm
<p>Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap serangan penyakit demam berdarah dengue saat musim hujan ini, dengan menjalankan program 3M, yakni menguras, menimbun, dan menutup wadah yang bisa menjadi tempat penampungan air.</p><p> Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Supardi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Alwizar dalam rilis yang diterima Antara melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kabupaten Bengkalis di Bengkalis, Jumat, menyebutkan cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit DBD adalah dengan mencegah nyamuk aedes aegypti berkembang biak.</p><p> "Untuk itu, warga diminta untuk menutup rapat-rapat penampungan air bersih/air hujan agar nyamuk&nbsp;aedes aegypti&nbsp;tidak dapat meletakkan telurnya sehingga tidak menjadi jentik dan berkembang menjadi nyamuk dewasa," kata dia.</p><p> Selain itu, Dinas Kesehatan juga telah minta kepada seluruh kepala puskesmas, camat, kepala desa/lurah di Negeri Junjungan untuk lebih gencar menyosialisasikan kepada masyarakat luas agar waspada terhadap DBD. "Tak kalah penting, masyarakat diimbau untuk lebih aktif melakukan gotong royong, membersihkan lingkungan tempat tinggal secara teratur," ungkapnya.</p><p> Dia mengakui masih ada anggapan dari sebagian masyarakat bahwa pencegahan DBD melalui upaya pengasapan (fogging).</p><p> Namun, menurut Alwizar, anggapan itu kurang tepat, karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa dan merupakan upaya pengendalian jika ada kasus penderita penyakit agar tidak meluas dan berkembang menjadi kejadian luar biasa (KLB) "Meski ada tindakan pengasapan atau juga bubuk abate, namun program 3M jauh lebih efektif untuk mencegah timbulnya penyakit DBD," ujar Alwizar.</p><p> Selain masalah penyakit DBD, kata dia, pada musim hujan masyarakat juga menghadapi penyakit lainnya, seperti influenza, malaria, serangan asma, leptospirosis hingga diare.</p><p> "Saat terjadi banjir, potensi penyakit diare, leptospirosis, hingga penyakit kulit meningkat," katanya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
FitRadioSemarang
elshinta.com
Pembangunan | 18 September 2018 - 21:27 WIB

Bursa Inovasi Desa jadi alternatif pembangunan

Sosbud | 18 September 2018 - 21:16 WIB

Pangdam I/BB serahkan piagam ke peserta lomba HUT TNI

Aktual Dalam Negeri | 18 September 2018 - 20:58 WIB

Tanggapi keluhan warga, Ridwan Kamil luncurkan JabarQR

Aktual Dalam Negeri | 18 September 2018 - 20:45 WIB

Pansus LPj 2017 endus maraknya papan reklame bodong di Medan

Aktual Dalam Negeri | 18 September 2018 - 20:35 WIB

Honorer K2 Kudus tuntut pembatalan rekrutmen CPNS 2018

Ekonomi | 18 September 2018 - 20:23 WIB

Manfaatkan platform digital untuk pengembangan bisnis

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 17 September 2018 - 06:47 WIB

Kemenkominfo buka beasiswa pelatihan digital

Minggu, 16 September 2018 - 14:48 WIB

Kalapas Sukamiskin benarkan Sel Setnov lebih luas

Sabtu, 15 September 2018 - 19:57 WIB

Asyik swafoto, dua orang tewas terseret ombak

Sabtu, 15 September 2018 - 10:35 WIB

Revitalisasi Kalimalang jadi wisata alam perdana Bekasi

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com