Kamis, 13 Desember 2018 | 12:07 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Dinkes imbau masyarakat waspada DBD

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto:  http://bit.ly/2qSW1Mm
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2qSW1Mm
<p>Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap serangan penyakit demam berdarah dengue saat musim hujan ini, dengan menjalankan program 3M, yakni menguras, menimbun, dan menutup wadah yang bisa menjadi tempat penampungan air.</p><p> Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Supardi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Alwizar dalam rilis yang diterima Antara melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kabupaten Bengkalis di Bengkalis, Jumat, menyebutkan cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit DBD adalah dengan mencegah nyamuk aedes aegypti berkembang biak.</p><p> "Untuk itu, warga diminta untuk menutup rapat-rapat penampungan air bersih/air hujan agar nyamuk&nbsp;aedes aegypti&nbsp;tidak dapat meletakkan telurnya sehingga tidak menjadi jentik dan berkembang menjadi nyamuk dewasa," kata dia.</p><p> Selain itu, Dinas Kesehatan juga telah minta kepada seluruh kepala puskesmas, camat, kepala desa/lurah di Negeri Junjungan untuk lebih gencar menyosialisasikan kepada masyarakat luas agar waspada terhadap DBD. "Tak kalah penting, masyarakat diimbau untuk lebih aktif melakukan gotong royong, membersihkan lingkungan tempat tinggal secara teratur," ungkapnya.</p><p> Dia mengakui masih ada anggapan dari sebagian masyarakat bahwa pencegahan DBD melalui upaya pengasapan (fogging).</p><p> Namun, menurut Alwizar, anggapan itu kurang tepat, karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa dan merupakan upaya pengendalian jika ada kasus penderita penyakit agar tidak meluas dan berkembang menjadi kejadian luar biasa (KLB) "Meski ada tindakan pengasapan atau juga bubuk abate, namun program 3M jauh lebih efektif untuk mencegah timbulnya penyakit DBD," ujar Alwizar.</p><p> Selain masalah penyakit DBD, kata dia, pada musim hujan masyarakat juga menghadapi penyakit lainnya, seperti influenza, malaria, serangan asma, leptospirosis hingga diare.</p><p> "Saat terjadi banjir, potensi penyakit diare, leptospirosis, hingga penyakit kulit meningkat," katanya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 12:04 WIB

BNN gagalkan penyelundupan 15 ribu pil ekstasi dari pasutri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 11:53 WIB

Presiden berikan pengarahan pada Jambore Sumber Daya PKH

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 11:43 WIB

KSAU resmikan Sathar 65 di Lanud Iswahjudi

Manajemen | 13 Desember 2018 - 11:35 WIB

Waspadai investasi bodong dengan melihat ciri-cirinya

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 11:26 WIB

Sandiaga tanggapi soal isu HAM dalam visi misi

Hukum | 13 Desember 2018 - 11:15 WIB

KPK tuntut maksimal Bupati Cianjur agar jera

<p>Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap serangan penyakit demam berdarah dengue saat musim hujan ini, dengan menjalankan program 3M, yakni menguras, menimbun, dan menutup wadah yang bisa menjadi tempat penampungan air.</p><p> Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Supardi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Alwizar dalam rilis yang diterima Antara melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kabupaten Bengkalis di Bengkalis, Jumat, menyebutkan cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit DBD adalah dengan mencegah nyamuk aedes aegypti berkembang biak.</p><p> "Untuk itu, warga diminta untuk menutup rapat-rapat penampungan air bersih/air hujan agar nyamuk&nbsp;aedes aegypti&nbsp;tidak dapat meletakkan telurnya sehingga tidak menjadi jentik dan berkembang menjadi nyamuk dewasa," kata dia.</p><p> Selain itu, Dinas Kesehatan juga telah minta kepada seluruh kepala puskesmas, camat, kepala desa/lurah di Negeri Junjungan untuk lebih gencar menyosialisasikan kepada masyarakat luas agar waspada terhadap DBD. "Tak kalah penting, masyarakat diimbau untuk lebih aktif melakukan gotong royong, membersihkan lingkungan tempat tinggal secara teratur," ungkapnya.</p><p> Dia mengakui masih ada anggapan dari sebagian masyarakat bahwa pencegahan DBD melalui upaya pengasapan (fogging).</p><p> Namun, menurut Alwizar, anggapan itu kurang tepat, karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa dan merupakan upaya pengendalian jika ada kasus penderita penyakit agar tidak meluas dan berkembang menjadi kejadian luar biasa (KLB) "Meski ada tindakan pengasapan atau juga bubuk abate, namun program 3M jauh lebih efektif untuk mencegah timbulnya penyakit DBD," ujar Alwizar.</p><p> Selain masalah penyakit DBD, kata dia, pada musim hujan masyarakat juga menghadapi penyakit lainnya, seperti influenza, malaria, serangan asma, leptospirosis hingga diare.</p><p> "Saat terjadi banjir, potensi penyakit diare, leptospirosis, hingga penyakit kulit meningkat," katanya. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com