Senin, 24 September 2018 | 15:39 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

KPK tahan Bimanesh Sutarjo

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo. Sumber Foto: http://bit.ly/2EE5cCp
Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo. Sumber Foto: http://bit.ly/2EE5cCp
<p>Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo, tersangka tindak pidana dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek KTP-elektronik atas tersangka Setya Novanto.</p><p> "Ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur untuk 20 hari pertama," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (12/1).</p><p> Bimanesh yang menjalani pemeriksaan hampir 13 jam itu memilih bungkam saat keluar dari gedung KPK.</p><p> Bimanesh yang telah mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK tidak menggubris pertanyaan awak media dan langsung mobil tahanan KPK yang telah menunggunya.</p><p> Bimanesh yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam, konsultan ginjal, dan hipertensi di RS Medika Permata Hijau bersama advokat Fredrich Yunadi telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus tersebut pada Rabu (10/1).</p><p> Sedianya, KPK juga memanggil Fredrich yang juga mantan kuasa hukum Novanto untuk diperiksa sebagai tersangka pada Jumat (12/1).</p><p> Namun, Fredrich melalui kuasa hukumnya Sapriyanto Refa meminta KPK agar menunda pemeriksaan sampai adanya putusan terkait pemeriksaan Fredrich oleh Komisi Pengawas Peradi.</p><p> Fredrich dan Bimanesh diduga bekerja sama untuk memalsukan tersangka Setya Novanto ke Rumah Sakit untuk dilakukan rawat inap dengan data-data medis yang diduga dimanipulasi sedemikian rupa untuk menghindari panggilan dan pemeriksaan oleh penyidik KPK</p><p> Atas perbuatannya tersebut, Fredrich dan Bimanesh disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.</p><p> Pasal tersebut mengatur mengenai orang yang sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang terdakwa dalam perkara korupsi dapat dipidana maksimal 12 tahun dan denda paling banyak Rp600 juta. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Pemilu | 24 September 2018 - 15:32 WIB

Laporan dana awal kampanye PDIP tertinggi hingga Rp105 miliar

Pemilihan Presiden 2019 | 24 September 2018 - 15:26 WIB

Cawapres Nomor urut 1 menerima rombongan Habib di kediamannya

Sosbud | 24 September 2018 - 15:23 WIB

RelaNU klarifikasi Ma`ruf soal fatwa haram MUI ucapkan Natal

Aktual Pemilu | 24 September 2018 - 15:15 WIB

SBY `walk out`, KPU buka komunikasi dengan Demokrat

Badminton | 24 September 2018 - 15:04 WIB

Anthony ungkap kunci rahasia menangkan Tiongkok Terbuka

Aktual Dalam Negeri | 24 September 2018 - 14:55 WIB

KPK luncurkan bus antikorupsi ke sejumlah kabupaten/kota

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com