Senin, 22 Oktober 2018 | 05:16 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Kostrad gelar ajang tinju profesinal sabuk emas nasional

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Hendrik Isnaini Raseukiy/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Hendrik Isnaini Raseukiy/Radio Elshinta
<p>Divisi Infantri I Kostrad menggelar ajang bergengsi tinju profesional dan amatir Pertandingan Tinju Nasional rebut Sabuk Emas Pangdivif I Kostrad. </p><p>Pantauan <i>Kontributor Elshinta Hendrik Isnaini Raseukiy</i>, Jumat, (12/1) di Mako Divisi Infantri I Kostrad di Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, Panglima Divif I Kostrad Mayjen TNI Ainurrahman buka pertandingan tinju ini. </p><p>Puncak pertandingan tinju ini dilaksanakan dalam dua kelas yaitu kelas profesional dan amatir. Di Kelas Profesional turun, Galih Susanto VS Marthin Luis Lumoly, Yopi Sialana VS Jefry Batok, Muhammad Supandi VS Carlos Obi Suru, dan Yeret Tildyuir VS Dedy Saputra dari sasana tinju profesinal dan sasana Kostrad. </p><p>Hebatnya, Muhammad Supandi, anggota Kostrad adalah juara profesional asosiasi tinju Asia-Fasifik (AFBA). </p><p>Sedangakan di Kelas Amatir, betanding Carles Balan lawan Corontuz Gultom, Martinus Tobing lawan Michael Jack Marbun, Maradu Siregar lawan Erick Elong Lasy, dan Fahmi lawan Abner Amu. </p><p>"Hari ini, kita lakukan teknikal meeting dan penimbangan petinju. Diharapkan dengan adanya momen ini bisa membangkitkan kepedulian anak bangsa Indonesia untuk mengembangkan dan memajukan Tinju Indonesia sehingga pada akhirnya bisa memunculkan Petinju yang berprestasi baik dalam lingkup nasional maupun internasional," ujar Mayjen TNI Ainurrhman di Mako Divif I Kostrad, Cilodong Kota Depok, Jabar.</p><p>Pertandingan ini sendiri dilangsung pada Sabtu (13/1) di sebuah mal di Alam Sutra, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. </p><p>Ainurrahman berharap atlet petinju Indonesia yang akan bertanding agar sering diadakan penyelenggaraan pertandingan tinju untuk menambah kuantitas dan kualitas atlet petinju supaya berprestasi dalam cabang olah raga tinju di kancah nasional maupun internasional.</p><p>Senada, Ketua pelaksana, Kolonel  Inf Agus Bakti mengatakan, Atlet Tinju yang akan ditimbang terdiri dari dua kelas yaitu amatir terdiri dari kelas Bantam 54 Kg, Kelas Welter ringan 64 Kg, kelas ringan 60 Kg dan kelas Layang 49 Kg, sedangkan untuk kelas profesional yaitu  Mandatory Fight 2018 Versi ATI kelas Bantam 53.5 Kg, Kejuaraan Tinju memperebutkan Sabuk Emas Pangdivif 1 Kostrad kelas Welter Yunior 63.5 Kg, Kejuaraan Tinju Profesional Non Title versi ATI (Asosiasi Tinju Indonesia) pusat kelas Bulu 57.1 Kg dan Kejuaraan Tinju Profesional Non Title versi ATI (Asosiasi Tinju I ndonesia) pusat kelas bantam junior 52.2 kg.</p><p>"Ini juga dalam rangkaian peringatan milad Kostrad ke-52 yang jatuh pada 22 Desember 2017 kemarin. Kami ingin menggali potensi atlet tinju dari anggota Kostrad juga, sskaligus membina dan memberikan ring untuk berprestasi petinju Indonesia umumnya," sebut Agus Bakti. </p><p>Pentandinagan tinju ini bekerjasama dengab Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) dan Persatuan Tinjur Amatir Indonesia (Pertina). </p><p>Sementara itu, Ketua ATI Manahan Situmorang, menekankan pada sikap spotivitas petinju dan profesional para juri yang adil tanpa memihak berat sebelah kepada siapa pun. </p><p>"Kita di sini olahraga, bergembira, dan berprestasi. Petunju harus sportif, manajer dan pelatih harus profesional, dan wasit dan juri harus adil. Disini tak pandang asal-usul atau unsur dari pada sara," ujar Manahan Situmorang. </p><p>Bila yang ada yang curang dan tak sportif ATI tak segan berikan sanksi tegas. </p><p>Panitia sebut Kolonel Inf Agus Bakti, selenggarakan event tinju ini dengan solid dan rapi. Sponsor dan promotor bertanggungjawab pada pendanaan dan hadiah kepada para petinju.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 21 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Jelang sidang tahunan ICCIA, ISABC dan SAIBC gelar pertemuan

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:35 WIB

Menag: Hari Santri Nasional bentuk pengakuan negara

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:29 WIB

Soekarwo: Tunggu 27 Oktober kepastian Suramadu gratis

Bencana Alam | 21 Oktober 2018 - 21:12 WIB

Desa Salua Kabupaten Sigi diterjang banjir

Arestasi | 21 Oktober 2018 - 20:35 WIB

10 pelajar pelaku tawuran tewaskan Rizky dibekuk

<p>Divisi Infantri I Kostrad menggelar ajang bergengsi tinju profesional dan amatir Pertandingan Tinju Nasional rebut Sabuk Emas Pangdivif I Kostrad. </p><p>Pantauan <i>Kontributor Elshinta Hendrik Isnaini Raseukiy</i>, Jumat, (12/1) di Mako Divisi Infantri I Kostrad di Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, Panglima Divif I Kostrad Mayjen TNI Ainurrahman buka pertandingan tinju ini. </p><p>Puncak pertandingan tinju ini dilaksanakan dalam dua kelas yaitu kelas profesional dan amatir. Di Kelas Profesional turun, Galih Susanto VS Marthin Luis Lumoly, Yopi Sialana VS Jefry Batok, Muhammad Supandi VS Carlos Obi Suru, dan Yeret Tildyuir VS Dedy Saputra dari sasana tinju profesinal dan sasana Kostrad. </p><p>Hebatnya, Muhammad Supandi, anggota Kostrad adalah juara profesional asosiasi tinju Asia-Fasifik (AFBA). </p><p>Sedangakan di Kelas Amatir, betanding Carles Balan lawan Corontuz Gultom, Martinus Tobing lawan Michael Jack Marbun, Maradu Siregar lawan Erick Elong Lasy, dan Fahmi lawan Abner Amu. </p><p>"Hari ini, kita lakukan teknikal meeting dan penimbangan petinju. Diharapkan dengan adanya momen ini bisa membangkitkan kepedulian anak bangsa Indonesia untuk mengembangkan dan memajukan Tinju Indonesia sehingga pada akhirnya bisa memunculkan Petinju yang berprestasi baik dalam lingkup nasional maupun internasional," ujar Mayjen TNI Ainurrhman di Mako Divif I Kostrad, Cilodong Kota Depok, Jabar.</p><p>Pertandingan ini sendiri dilangsung pada Sabtu (13/1) di sebuah mal di Alam Sutra, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. </p><p>Ainurrahman berharap atlet petinju Indonesia yang akan bertanding agar sering diadakan penyelenggaraan pertandingan tinju untuk menambah kuantitas dan kualitas atlet petinju supaya berprestasi dalam cabang olah raga tinju di kancah nasional maupun internasional.</p><p>Senada, Ketua pelaksana, Kolonel  Inf Agus Bakti mengatakan, Atlet Tinju yang akan ditimbang terdiri dari dua kelas yaitu amatir terdiri dari kelas Bantam 54 Kg, Kelas Welter ringan 64 Kg, kelas ringan 60 Kg dan kelas Layang 49 Kg, sedangkan untuk kelas profesional yaitu  Mandatory Fight 2018 Versi ATI kelas Bantam 53.5 Kg, Kejuaraan Tinju memperebutkan Sabuk Emas Pangdivif 1 Kostrad kelas Welter Yunior 63.5 Kg, Kejuaraan Tinju Profesional Non Title versi ATI (Asosiasi Tinju Indonesia) pusat kelas Bulu 57.1 Kg dan Kejuaraan Tinju Profesional Non Title versi ATI (Asosiasi Tinju I ndonesia) pusat kelas bantam junior 52.2 kg.</p><p>"Ini juga dalam rangkaian peringatan milad Kostrad ke-52 yang jatuh pada 22 Desember 2017 kemarin. Kami ingin menggali potensi atlet tinju dari anggota Kostrad juga, sskaligus membina dan memberikan ring untuk berprestasi petinju Indonesia umumnya," sebut Agus Bakti. </p><p>Pentandinagan tinju ini bekerjasama dengab Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) dan Persatuan Tinjur Amatir Indonesia (Pertina). </p><p>Sementara itu, Ketua ATI Manahan Situmorang, menekankan pada sikap spotivitas petinju dan profesional para juri yang adil tanpa memihak berat sebelah kepada siapa pun. </p><p>"Kita di sini olahraga, bergembira, dan berprestasi. Petunju harus sportif, manajer dan pelatih harus profesional, dan wasit dan juri harus adil. Disini tak pandang asal-usul atau unsur dari pada sara," ujar Manahan Situmorang. </p><p>Bila yang ada yang curang dan tak sportif ATI tak segan berikan sanksi tegas. </p><p>Panitia sebut Kolonel Inf Agus Bakti, selenggarakan event tinju ini dengan solid dan rapi. Sponsor dan promotor bertanggungjawab pada pendanaan dan hadiah kepada para petinju.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com