Selasa, 23 Oktober 2018 | 04:56 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Bulog Madiun targetkan serap 33.000 ton beras

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2qYHbUA
Sumber foto: http://bit.ly/2qYHbUA
<p>Perum Bulog Subdivre 4 Madiun, Jawa Timur, menargetkan serapan atau pengadaan beras petani sebanyak 33.000 ton selama Tahun 2018.</p><p> "Target kami untuk pengadaan tahun ini sebesar 33.000 ton setara beras," ujar Kepala Bulog Subdivre 4 Madiun Heriswan kepada wartawan di Madiun, Sabtu (13/1).</p><p> Sesuai data, target pengadaan beras tersebut turun dari Tahun 2017 yang ditetapkan sebanyak 65.000 ton. Turunnya target pengadaan tersebut dimungkinkan karena banyaknya kendala yang dihadapi Bulog dalam proses penyerapan beras.</p><p> Adapun, kendala yang paling dominan adalah Bulog kalah bersaing harga dengan pihak swasta untuk pembelian gabah atau beras milik petani.</p><p> Kalah bersaing tersebut, lanjutnya, disebabkan karena harga pembelian yang ditetapkan pemerintah (HPP) untuk pengadaan beras selalu di bawah harga yang ditawarkan pihak swasta kepada petani. Akibatnya, petani lebih memilih menjual gabah atau berasnya ke swasta karena lebih menguntungkan.</p><p> Meski menghadapi kendala, pihaknya terus melakukan pengadaan gabah dan beras. Di antaranya dengan memaksimalkan tim Satgas Serapan Gabah yang telah dibentuk untuk terjun ke lapangan membeli gabah dan beras petani.</p><p> Ia menambahkan, stok beras yang dimiliki Bulog Subdivre 4 Madiun saat ini mencapai 9.000 ton. Stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga empat bulan ke depan.</p><p> Pihaknya memastikan jumlah stok beras tersebut masih terus bertambah seiring upaya penyerapan gabah dan beras petani yang dilakukan oleh petugas Bulog setempat di wilayah kerjanya yang meliputi Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS gerebek pesta narkoba

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Hukum | 22 Oktober 2018 - 21:59 WIB

SP RSIS desak PN Sukoharjo laksanakan eksekusi putusan MA

Sosbud | 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

Arestasi | 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

<p>Perum Bulog Subdivre 4 Madiun, Jawa Timur, menargetkan serapan atau pengadaan beras petani sebanyak 33.000 ton selama Tahun 2018.</p><p> "Target kami untuk pengadaan tahun ini sebesar 33.000 ton setara beras," ujar Kepala Bulog Subdivre 4 Madiun Heriswan kepada wartawan di Madiun, Sabtu (13/1).</p><p> Sesuai data, target pengadaan beras tersebut turun dari Tahun 2017 yang ditetapkan sebanyak 65.000 ton. Turunnya target pengadaan tersebut dimungkinkan karena banyaknya kendala yang dihadapi Bulog dalam proses penyerapan beras.</p><p> Adapun, kendala yang paling dominan adalah Bulog kalah bersaing harga dengan pihak swasta untuk pembelian gabah atau beras milik petani.</p><p> Kalah bersaing tersebut, lanjutnya, disebabkan karena harga pembelian yang ditetapkan pemerintah (HPP) untuk pengadaan beras selalu di bawah harga yang ditawarkan pihak swasta kepada petani. Akibatnya, petani lebih memilih menjual gabah atau berasnya ke swasta karena lebih menguntungkan.</p><p> Meski menghadapi kendala, pihaknya terus melakukan pengadaan gabah dan beras. Di antaranya dengan memaksimalkan tim Satgas Serapan Gabah yang telah dibentuk untuk terjun ke lapangan membeli gabah dan beras petani.</p><p> Ia menambahkan, stok beras yang dimiliki Bulog Subdivre 4 Madiun saat ini mencapai 9.000 ton. Stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga empat bulan ke depan.</p><p> Pihaknya memastikan jumlah stok beras tersebut masih terus bertambah seiring upaya penyerapan gabah dan beras petani yang dilakukan oleh petugas Bulog setempat di wilayah kerjanya yang meliputi Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com