Selasa, 23 Oktober 2018 | 04:53 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Masyarakat DIY diimbau waspadai puncak musim hujan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah Istimewa Yogyakarta meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan potensi bencana, seperti longsor maupun banjir, akibat cuaca ekstrem menjelang puncak musim hujan.</p><p> "Yang penting bagaimana masyarakat bisa meningkatkan upaya antisipasi dari sekarang," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantana di Yogyakarta, Sabtu (13/1).</p><p> Seperti tahun-tahun sebelumnya, menurut dia, bencana longsor atau tanah bergerak serta banjir memang paling berpotensi saat puncak musim hujan.</p><p> Menurut Biwara, peristiwa bencana yang dipicu siklon tropis Cempaka di pengujung 2017 juga perlu menjadi evaluasi kesiapsiagaan masyarakat.</p><p> "Kalau upaya evakuasi jika terjadi bencana, tentu menjadi tugas kami. Akan tetapi, kami berharap masyarakat makin peka dengan pengalaman kejadian itu," katanya.</p><p> Pascasiklon tropis Cempaka, pihaknya telah melakukan pemetaan kemungkinan munculnya zona rawan bencana baru.</p><p> "Namun, saya belum mengecek apakah pemetaan sudah selesai atau belum?" kata Biworo yang baru dilantik sebagai Kepala Pelaksana BPBD DIY itu.</p><p> Sementara itu, Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Djoko Budiono memprediksi pada bulan Januari 2018 puncak musim hujan dengan curah hujan bulanan mencapai di atas 500 m per bulan dengan tinggi gelombang laut di selatan Jawa atau Yogyakarta mencapai 1,25 s.d. 2,5 meter. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS gerebek pesta narkoba

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Hukum | 22 Oktober 2018 - 21:59 WIB

SP RSIS desak PN Sukoharjo laksanakan eksekusi putusan MA

Sosbud | 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

Arestasi | 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah Istimewa Yogyakarta meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan potensi bencana, seperti longsor maupun banjir, akibat cuaca ekstrem menjelang puncak musim hujan.</p><p> "Yang penting bagaimana masyarakat bisa meningkatkan upaya antisipasi dari sekarang," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantana di Yogyakarta, Sabtu (13/1).</p><p> Seperti tahun-tahun sebelumnya, menurut dia, bencana longsor atau tanah bergerak serta banjir memang paling berpotensi saat puncak musim hujan.</p><p> Menurut Biwara, peristiwa bencana yang dipicu siklon tropis Cempaka di pengujung 2017 juga perlu menjadi evaluasi kesiapsiagaan masyarakat.</p><p> "Kalau upaya evakuasi jika terjadi bencana, tentu menjadi tugas kami. Akan tetapi, kami berharap masyarakat makin peka dengan pengalaman kejadian itu," katanya.</p><p> Pascasiklon tropis Cempaka, pihaknya telah melakukan pemetaan kemungkinan munculnya zona rawan bencana baru.</p><p> "Namun, saya belum mengecek apakah pemetaan sudah selesai atau belum?" kata Biworo yang baru dilantik sebagai Kepala Pelaksana BPBD DIY itu.</p><p> Sementara itu, Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Djoko Budiono memprediksi pada bulan Januari 2018 puncak musim hujan dengan curah hujan bulanan mencapai di atas 500 m per bulan dengan tinggi gelombang laut di selatan Jawa atau Yogyakarta mencapai 1,25 s.d. 2,5 meter. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com