Rabu, 12 Desember 2018 | 20:22 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Empat pengungsi Rohingya tewas dalam kebakaran di kamp Bangladesh

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh
kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh
<p>Seorang perempuan Rohingya dan tiga anak meninggal dunia ketika api melalap tenda penampungan mereka di sebuah kamp Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Bangladesh.</p><p>Polisi dan petugas Bulan Sabit Merah mengatakan sebuah lilin memicu kebakaran yang terjadi Kamis malam di sebuah kamp transit untuk pengungsi di desa perbatasan Ghumdum.</p><p>"Tujuh orang terbakar parah. Mereka dipindahkan ke sebuah rumah sakit lapangan Bulan Sabit Merah tempat dua orang meninggal tadi malam, dan dua lagi meninggal pagi ini," kata Ikram Elahi Chowdhury, kepala regional Masyarakat Bulan Sabit Merah Bangladesh pada Jumat (12/1) kepada AFP.</p><p>Korban baru tiba dari Myanmar sepekan lalu dan menunggu di pusat transit untuk dipindahkan ke kamp pengungsi di distrik Cox's Bazar.</p><p>Joseph Tripura, juru bicara untuk badan pengungsi PBB UNHCR, mengatakan investigasi insiden kebakaran itu sudah dimulai.</p><p>"Kami bekerja sama dengan otoritas Bangladesh untuk menentukan bagaimana kebakaran itu bermula dan bagaimana tragedi seperti ini bisa dicegah di masa mendatang," katanya dalam sebuah pernyataan.</p><p>Lebih dari 650.000 Rohingya berdatangan ke Bangladesh sejak 25 Agustus sejak pasukan keamanan Myanmar melancarkan operasi penumpasan yang disebut PBB dan pejabat Amerika Serikat sebagai pembersihan etnis di negara bagian Rakhine.</p><p>Banyak pengungsi memulai dari pusat-pusat transit yang dibangun di sepanjang perbatasan Bangladesh-Myanmar sebelum mereka dibawa ke kamp pengungsi utama di Cox's Bazar.</p><p>Para petugas bantuan sudah memperingatkan bahwa tenda-tenda rapuh serta bambu dan terpal yang digunakan untuk membangun rumah penampung pengungsi rawan terbakar. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 20:17 WIB

Kemenag sediakan master Al Quran gratis

Sosbud | 12 Desember 2018 - 20:07 WIB

Poligami celah lakukan korupsi

Megapolitan | 12 Desember 2018 - 19:58 WIB

Polisi segera jawab temuan Ombudsman terkait Novel

Startup | 12 Desember 2018 - 19:45 WIB

Tokopedia konformasi dapatkan kucuran dana Rp16 triliun

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 19:36 WIB

Kabupaten Kudus bukan penyumbang pengangguran di Jateng

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 19:25 WIB

Dukung tingkatkan kesehatan masyarakat, Pertamina MOR I lakukan donor darah

<p>Seorang perempuan Rohingya dan tiga anak meninggal dunia ketika api melalap tenda penampungan mereka di sebuah kamp Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Bangladesh.</p><p>Polisi dan petugas Bulan Sabit Merah mengatakan sebuah lilin memicu kebakaran yang terjadi Kamis malam di sebuah kamp transit untuk pengungsi di desa perbatasan Ghumdum.</p><p>"Tujuh orang terbakar parah. Mereka dipindahkan ke sebuah rumah sakit lapangan Bulan Sabit Merah tempat dua orang meninggal tadi malam, dan dua lagi meninggal pagi ini," kata Ikram Elahi Chowdhury, kepala regional Masyarakat Bulan Sabit Merah Bangladesh pada Jumat (12/1) kepada AFP.</p><p>Korban baru tiba dari Myanmar sepekan lalu dan menunggu di pusat transit untuk dipindahkan ke kamp pengungsi di distrik Cox's Bazar.</p><p>Joseph Tripura, juru bicara untuk badan pengungsi PBB UNHCR, mengatakan investigasi insiden kebakaran itu sudah dimulai.</p><p>"Kami bekerja sama dengan otoritas Bangladesh untuk menentukan bagaimana kebakaran itu bermula dan bagaimana tragedi seperti ini bisa dicegah di masa mendatang," katanya dalam sebuah pernyataan.</p><p>Lebih dari 650.000 Rohingya berdatangan ke Bangladesh sejak 25 Agustus sejak pasukan keamanan Myanmar melancarkan operasi penumpasan yang disebut PBB dan pejabat Amerika Serikat sebagai pembersihan etnis di negara bagian Rakhine.</p><p>Banyak pengungsi memulai dari pusat-pusat transit yang dibangun di sepanjang perbatasan Bangladesh-Myanmar sebelum mereka dibawa ke kamp pengungsi utama di Cox's Bazar.</p><p>Para petugas bantuan sudah memperingatkan bahwa tenda-tenda rapuh serta bambu dan terpal yang digunakan untuk membangun rumah penampung pengungsi rawan terbakar. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com