Minggu, 21 Oktober 2018 | 22:48 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Produksi padi di Padang 99.018 ton

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2CXlWEn
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2CXlWEn
<p>Produksi padi di Kota Padang, Sumatera Barat dari Januari hingga Desember 2017 adalah sebanyak 99.018 ton dari target 87.298 ton.</p><p> Kepala Dinas Pertanian setempat, Syaiful Bahri di Padang, Sabtu (13/1)&nbsp;mengatakan produksi padi tersebut tersebar di sepuluh kecamatan yang ada di daerah itu kecuali Kecamatan Padang Barat.</p><p> Luas panen dari produksi itu adalah 17.825 hektare dengan luas tanam 17.037 hektare.</p><p> Produksi padi terbesar terdapat di Kecamatan Kuranji dengan jumlah produksi 30.411 ton, luas panen 5.475 hektare diikuti Kecamatan Koto Tangah 19.276 ton dengan luas panen 3.470 hektare, Kecamatan Pauh 18.468 ton, luas panen 3.325 hektare.</p><p> Untuk terus meningkatkan jumlah produksi padi, pihaknya akan mengoptimalkan lahan pertanian dengan penerapan teknologi, pemberian bantuan bibit kepada petani.</p><p> Kemudian, bantuan pupuk bersubsidi, alat dan mesin pertanian, pelatihan dan pembinaan dan hal lainnya yang dapat memperlancar proses produksi.</p><p> Sebelumnya, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian Padang, Muhammad Syakir mengatakan produksi beras pada 2017 pada tataran nasional surplus berkat Upaya Khusus atau Upsus.</p><p> Oleh sebab itu, pemerintah pusat melalui Kementan terus mendukung kegiatan-kegiatan swasembada khususnya padi yang berkelanjutan agar produksi beras surplus.</p><p> "Kegiatan-kegiatan swasembada didukung dengan adanya asuransi pertanian, alat mesin pertanian misalnya traktor, mesin alat tanam padi dan panen padi, kemudian embung serta pendampingan-pendampingan," lanjutnya.</p><p> Kementan melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di tiap daerah melakukan pendampingan dengan penanaman varietas unggul baru seperti Inpari 30 kepada petani penangkar benih padi. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 21 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Jelang sidang tahunan ICCIA, ISABC dan SAIBC gelar pertemuan

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:35 WIB

Menag: Hari Santri Nasional bentuk pengakuan negara

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:29 WIB

Soekarwo: Tunggu 27 Oktober kepastian Suramadu gratis

Bencana Alam | 21 Oktober 2018 - 21:12 WIB

Desa Salua Kabupaten Sigi diterjang banjir

Arestasi | 21 Oktober 2018 - 20:35 WIB

10 pelajar pelaku tawuran tewaskan Rizky dibekuk

<p>Produksi padi di Kota Padang, Sumatera Barat dari Januari hingga Desember 2017 adalah sebanyak 99.018 ton dari target 87.298 ton.</p><p> Kepala Dinas Pertanian setempat, Syaiful Bahri di Padang, Sabtu (13/1)&nbsp;mengatakan produksi padi tersebut tersebar di sepuluh kecamatan yang ada di daerah itu kecuali Kecamatan Padang Barat.</p><p> Luas panen dari produksi itu adalah 17.825 hektare dengan luas tanam 17.037 hektare.</p><p> Produksi padi terbesar terdapat di Kecamatan Kuranji dengan jumlah produksi 30.411 ton, luas panen 5.475 hektare diikuti Kecamatan Koto Tangah 19.276 ton dengan luas panen 3.470 hektare, Kecamatan Pauh 18.468 ton, luas panen 3.325 hektare.</p><p> Untuk terus meningkatkan jumlah produksi padi, pihaknya akan mengoptimalkan lahan pertanian dengan penerapan teknologi, pemberian bantuan bibit kepada petani.</p><p> Kemudian, bantuan pupuk bersubsidi, alat dan mesin pertanian, pelatihan dan pembinaan dan hal lainnya yang dapat memperlancar proses produksi.</p><p> Sebelumnya, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian Padang, Muhammad Syakir mengatakan produksi beras pada 2017 pada tataran nasional surplus berkat Upaya Khusus atau Upsus.</p><p> Oleh sebab itu, pemerintah pusat melalui Kementan terus mendukung kegiatan-kegiatan swasembada khususnya padi yang berkelanjutan agar produksi beras surplus.</p><p> "Kegiatan-kegiatan swasembada didukung dengan adanya asuransi pertanian, alat mesin pertanian misalnya traktor, mesin alat tanam padi dan panen padi, kemudian embung serta pendampingan-pendampingan," lanjutnya.</p><p> Kementan melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di tiap daerah melakukan pendampingan dengan penanaman varietas unggul baru seperti Inpari 30 kepada petani penangkar benih padi. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com