Selasa, 23 Oktober 2018 | 04:56 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Kasus perceraian non muslim di Bengkalis meningkat tajam

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto:  http://bit.ly/2D9UEhb
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2D9UEhb
<p>Pengadilan Negeri Kelas II Bengkalis, Provinsi Riau mencatat kasus perceraian pada tahun 2017 di daerah itu meningkat tajam dibandingkan tahun 2016.</p><p> "Sidang kasus perceraian meningkat tinggi, ada 17 kasus, sedangkan pada tahun 2016 lalu hanya ada tiga kasus," kata Kepala Pengadilan Negeri Bengkalis, Sutarno dalam jeterangannya di Bengkalis, Sabtu.</p><p> Dia mengatakan, kasus persidangan yang ditangani Pengadilan Negeri Bengkalis tersebut merupakan pasangan suami istri non muslim.</p><p> "Tentunya ini pasangan non muslim yang melakukan persidangan di PN," katanya.</p><p> Dijelaskannya, dari persidangan perceraian yang dilaksanakan, dominan pasangan suami istri itu mengakhiri pernikahannya karena beberapa faktor.</p><p> "Alasannya kebanyakan klasik semua, ada karena merasa sudah tidak cocok lagi, dan ada juga karena faktor ekonomi," ujarnya lagi.</p><p> Namun, yang paling banyak disebabkan faktor ekonomi yang mendominasi, sehingga hilang keharmonisan yang membuat tidak ada lagi rasa kecocokan antara pasangan suami istri tersebut, sehingga mengambil langkah bercerai. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS gerebek pesta narkoba

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Hukum | 22 Oktober 2018 - 21:59 WIB

SP RSIS desak PN Sukoharjo laksanakan eksekusi putusan MA

Sosbud | 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

Arestasi | 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

<p>Pengadilan Negeri Kelas II Bengkalis, Provinsi Riau mencatat kasus perceraian pada tahun 2017 di daerah itu meningkat tajam dibandingkan tahun 2016.</p><p> "Sidang kasus perceraian meningkat tinggi, ada 17 kasus, sedangkan pada tahun 2016 lalu hanya ada tiga kasus," kata Kepala Pengadilan Negeri Bengkalis, Sutarno dalam jeterangannya di Bengkalis, Sabtu.</p><p> Dia mengatakan, kasus persidangan yang ditangani Pengadilan Negeri Bengkalis tersebut merupakan pasangan suami istri non muslim.</p><p> "Tentunya ini pasangan non muslim yang melakukan persidangan di PN," katanya.</p><p> Dijelaskannya, dari persidangan perceraian yang dilaksanakan, dominan pasangan suami istri itu mengakhiri pernikahannya karena beberapa faktor.</p><p> "Alasannya kebanyakan klasik semua, ada karena merasa sudah tidak cocok lagi, dan ada juga karena faktor ekonomi," ujarnya lagi.</p><p> Namun, yang paling banyak disebabkan faktor ekonomi yang mendominasi, sehingga hilang keharmonisan yang membuat tidak ada lagi rasa kecocokan antara pasangan suami istri tersebut, sehingga mengambil langkah bercerai. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com