Sabtu, 15 Desember 2018 | 15:10 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Balkan Barat belum siap bergabung dengan Uni Eropa

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker. Sumber Foto: http://bit.ly/2r4QdzC
Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker. Sumber Foto: http://bit.ly/2r4QdzC
<p>Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker, Jumat (12/1), mengatakan di ibu kota Bulgaria, Balkan Barat memiliki visi jelas untuk bergabung dengan Uni Eropa (UE), tapi wilayah tersebut masih belum siap bergabung dengan blok itu. </p><p> Dalam satu taklimat bersama Perdana Menteri Bulgaria Bouko Borissov, Juncker menyambut baik bahwa enam bulan masa jabatan bergilir Bulgaria sebagai Presiden Dewan Uni Eropa memberi topik mengenai Balkan Barat perhatian yang layak diterimanya.</p><p> Namun, menurut Juncker, masuknya anggota baru ke UE takkan mungkin sebelum akhir mandat 1 Januari 2020, sebab persiapan belum cukup maju untuk mewujudkan itu.</p><p> Mandat selanjutnya Komisi Eropa akan berupa pekerjaan mengenai pendapat umum di negara UE ke mengenai arah ini, kata Juncker.</p><p> Sangat penting bagi Balkan Barat untuk memiliki perspektif jelas Eropa, dan wilayah tersebut mesti dikonfirmasi kembali, kata Juncker, sebagaimana dilaporkan Xinhua.</p><p> Sementara itu Borissov mengatakan, "Topik mengenai Balkan Barat sangat jelas." </p><p> Ia menyatakan fokus wilayah tersebut ialah pembangunan prasarana di Balkan seperti jalan kereta, jalan raya, pelabuhan, dan instalasi pengolahan air.</p><p> "Saya kira ini tak menimbulkan risiko bagi UE, dan akan memungkinkan persaingan yang lebih besar, penanaman modal lebih banyak, lebih banyak wisatawan, lebih banyak pertemuan kebudayaan dan pemahaman rakyat di seluruh UE," kata Borissov.</p><p> Wilayah Balkan Barat meliputi negara seperti Albania, Bosnia dan Herzegovina, Macedonia, Montenegro dan Serbia.</p><p> Borissov mengatakan penyediaan hubungan dan perspektif Eropa bagi wilayah itu adalah salah satu prioritas Bulgaria selama menjadi Presiden UE. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Politik | 15 Desember 2018 - 15:09 WIB

SBY geram bendera Partai Demokrat dirobek dan dibuang

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 14:56 WIB

Lumajang lumbung suara Hanura Jatim 2019

Megapolitan | 15 Desember 2018 - 14:37 WIB

Satgas Saber Pungli temukan dugaan pungli di BUMN

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 14:25 WIB

Menhan RI berkunjung ke Pekalongan

Sosbud | 15 Desember 2018 - 14:14 WIB

Ribuan santri di Kudus ikuti jalan sehat

<p>Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker, Jumat (12/1), mengatakan di ibu kota Bulgaria, Balkan Barat memiliki visi jelas untuk bergabung dengan Uni Eropa (UE), tapi wilayah tersebut masih belum siap bergabung dengan blok itu. </p><p> Dalam satu taklimat bersama Perdana Menteri Bulgaria Bouko Borissov, Juncker menyambut baik bahwa enam bulan masa jabatan bergilir Bulgaria sebagai Presiden Dewan Uni Eropa memberi topik mengenai Balkan Barat perhatian yang layak diterimanya.</p><p> Namun, menurut Juncker, masuknya anggota baru ke UE takkan mungkin sebelum akhir mandat 1 Januari 2020, sebab persiapan belum cukup maju untuk mewujudkan itu.</p><p> Mandat selanjutnya Komisi Eropa akan berupa pekerjaan mengenai pendapat umum di negara UE ke mengenai arah ini, kata Juncker.</p><p> Sangat penting bagi Balkan Barat untuk memiliki perspektif jelas Eropa, dan wilayah tersebut mesti dikonfirmasi kembali, kata Juncker, sebagaimana dilaporkan Xinhua.</p><p> Sementara itu Borissov mengatakan, "Topik mengenai Balkan Barat sangat jelas." </p><p> Ia menyatakan fokus wilayah tersebut ialah pembangunan prasarana di Balkan seperti jalan kereta, jalan raya, pelabuhan, dan instalasi pengolahan air.</p><p> "Saya kira ini tak menimbulkan risiko bagi UE, dan akan memungkinkan persaingan yang lebih besar, penanaman modal lebih banyak, lebih banyak wisatawan, lebih banyak pertemuan kebudayaan dan pemahaman rakyat di seluruh UE," kata Borissov.</p><p> Wilayah Balkan Barat meliputi negara seperti Albania, Bosnia dan Herzegovina, Macedonia, Montenegro dan Serbia.</p><p> Borissov mengatakan penyediaan hubungan dan perspektif Eropa bagi wilayah itu adalah salah satu prioritas Bulgaria selama menjadi Presiden UE. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com