Senin, 10 Desember 2018 | 10:31 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Yogyakarta tambah lima puskesmas pelaksana mandiri

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2FzN6Tr
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2FzN6Tr
<p>Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta berencana menambah lima puskesmas yang berstatus sebagai Puskesmas Pelaksana Mandiri pada tahun ini untuk penanggulangan tuberculosis.</p><p>"Tahun ini ada tambahan lima lagi setelah pada pertengahan tahun lalu ada empat puskesmas yang ditetapkan sebagai puskesmas pelaksana mandiri," kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Endang Sri Rahayu di Yogyakarta, Minggu (4/1).</p><p>Kelima puskesmas yang akan ditetapkan sebagai puskesmas pelaksana mandiri pada tahun ini adalah Puskesmas Gondomanan, Wirobrajan, Danurejan I, Danurejan II dan Kotagede I.</p><p>Dengan menyandang status sebagai puskesmas pelaksana mandiri, maka puskesmas tersebut dapat menyediakan layanan diagnosis dan pengobatan tuberculosis.</p><p>"Biasanya, puskesmas yang belum berstatus sebagai pelaksana mandiri hanya bisa melakukan pengambilan sampel dahak dari pasien yang diduga menderita tuberculosis dan mengirimkannya ke puskesmas rujukan mandiri untuk didiagnosis melalui laboratorium," kata Endang.</p><p>Di Kota Yogyakarta, sudah ada empat puskesmas yang berstatus sebagai puskesmas rujukan mandiri yaitu Puskesmas Mergangsan, Tegalrejo, Jetis dan Umbulharjo I.</p><p>Sisanya, masih ada 10 puskesmas yang berstatus sebagai puskesmas satelit. "Harapannya, semuanya bisa menjadi puskesmas pelaksana mandiri. Kami lakukan secara bertahap," kata Endang.</p><p>Endang menyebut, penanggulangan tuberculosis akan lebih cepat apabila seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Yogyakarta dapat melakukan diagnosis dan pengobatan secara mandiri.</p><p>Sesuai target nasional, pada 2020 penurunan angka kesakitan karena TB ditetapkan sebesar 30 persen dan angka kematian sebesar 40 persen dibanding 2014 sehingga Indonesia bebas TB pada 2050.</p><p>Dan berdasarkan perkiraan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, akan ada 1.381 kasus TB pada 2017 dengan jumlah kasus baru yang terdeteksi 621 kasus.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 10:19 WIB

Merapi diselimuti kabut, status masih waspada

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 09:55 WIB

Warga keluhkan harga tiket penerbangan keluar Timika

Aktual Sepakbola | 10 Desember 2018 - 09:35 WIB

Polda Metro siap amankan perayaan Persija

<p>Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta berencana menambah lima puskesmas yang berstatus sebagai Puskesmas Pelaksana Mandiri pada tahun ini untuk penanggulangan tuberculosis.</p><p>"Tahun ini ada tambahan lima lagi setelah pada pertengahan tahun lalu ada empat puskesmas yang ditetapkan sebagai puskesmas pelaksana mandiri," kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Endang Sri Rahayu di Yogyakarta, Minggu (4/1).</p><p>Kelima puskesmas yang akan ditetapkan sebagai puskesmas pelaksana mandiri pada tahun ini adalah Puskesmas Gondomanan, Wirobrajan, Danurejan I, Danurejan II dan Kotagede I.</p><p>Dengan menyandang status sebagai puskesmas pelaksana mandiri, maka puskesmas tersebut dapat menyediakan layanan diagnosis dan pengobatan tuberculosis.</p><p>"Biasanya, puskesmas yang belum berstatus sebagai pelaksana mandiri hanya bisa melakukan pengambilan sampel dahak dari pasien yang diduga menderita tuberculosis dan mengirimkannya ke puskesmas rujukan mandiri untuk didiagnosis melalui laboratorium," kata Endang.</p><p>Di Kota Yogyakarta, sudah ada empat puskesmas yang berstatus sebagai puskesmas rujukan mandiri yaitu Puskesmas Mergangsan, Tegalrejo, Jetis dan Umbulharjo I.</p><p>Sisanya, masih ada 10 puskesmas yang berstatus sebagai puskesmas satelit. "Harapannya, semuanya bisa menjadi puskesmas pelaksana mandiri. Kami lakukan secara bertahap," kata Endang.</p><p>Endang menyebut, penanggulangan tuberculosis akan lebih cepat apabila seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Yogyakarta dapat melakukan diagnosis dan pengobatan secara mandiri.</p><p>Sesuai target nasional, pada 2020 penurunan angka kesakitan karena TB ditetapkan sebesar 30 persen dan angka kematian sebesar 40 persen dibanding 2014 sehingga Indonesia bebas TB pada 2050.</p><p>Dan berdasarkan perkiraan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, akan ada 1.381 kasus TB pada 2017 dengan jumlah kasus baru yang terdeteksi 621 kasus.(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

Dibuka melemah, IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com