Jumat, 21 September 2018 | 17:54 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Petani padi NTB terancam dapat harga rendah

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2D8rUGu
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2D8rUGu
<p>Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Nusa Tenggara Barat Willgo Zainar menyatakan petani padi di daerahnya terancam mendapatkan harga rendah ketika musim panen raya karena target pembelian Perum Badan Urusan Logistik jauh berkurang.</p><p>"Petani hanya dapat sekadar upah tanam saja. Tengkulak yang dapat untungnya. Itu kondisi sangat memprihatinkan kalau benar pembelian Bulog jauh berkurang," kata Willgo Zainar, di Mataram, Minggu (14/1).</p><p>Ia juga mengkhawatirkan pedagang besar dari luar NTB akan memanfaatkan ketidakberdayaan Bulog menyerap hasil panen petani dengan melakukan pembelian dengan harga nisbi murah untuk kemudian dijual ke daerah lain.</p><p>Jika kondisi tersebut sampai terjadi, lanjut Willgo, berarti menunjukkan bahwa salah satu peran Bulog sebagai stabilisator harga di pasar pasti tidak terwujud.</p><p>Di satu sisi, kata Willgo, petani padi di NTB diperkirakan akan melakukan panen pada Februari dan puncaknya Maret 2018. Momen tersebut bertepatan dengan rencana pemerintah mendatangkan beras impor pada Februari 2018.</p><p>"Dengan target serapan Bulog yang berkurang dan kedatangan beras impor, tentu tengkulak yang diuntungkan. Apalagi petani NTB mampu memproduksi gabah hingga 2,5 juta ton pada 2017," ujar Ketua Dewan Penasihat Pemuda Tani Indonesia Wilayah NTB ini.</p><p>Mengutip Antara, melihat posisi petani yang dilematis, Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Gerindra ini menginginkan agar harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah dan beras ditinjau lagi.</p><p>Berdasarkan Inpres Nomor 5 tahun 2015, HPP untuk GKP sebesar Rp3.750 per kilogram (kg), sedangkan GKG Rp4.600/kg, dan HPP beras Rp7.300/kg.</p><p>"Terkadang beda Rp25/kg, Bulog tidak berani membeli dari petani karena sudah ada patokan harga standar, sementara harga beli bersaing dengan tengkulak," ujarnya.</p><p>Sementara itu, Kepala Divisi Regional Bulog NTB H Achmad Ma`mun, menyebutkan target penyerapan beras produksi petani sebanyak 71.000 ton pada 2018.</p><p>Target tersebut lebih rendah dibandingkan target pada 2017 dengan realisasi sebanyak 97.000 ton. Namun, penurunan target serapan gabah dan beras tersebut merupakan instruksi yang diberikan oleh Bulog Pusat.</p><p>"Angka sementara seperti itu. Bisa jadi besok lusa berubah atau akan ada target revisi," ucapnya.</p><p>Menurut dia, berkurangnya target serapan terjadi secara nasional. Hal itu disebabkan adanya penurunan jatah bantuan sosial dari 15 kilogram per keluarga penerima manfaat (KPM) menjadi 10 kilogram.</p><p>Penyerapan gabah atau beras petani oleh pemerintah melalui Bulog bertujuan untuk penyaluran bantuan sosial berupa beras sejahtera melalui program bantuan pangan nontunai (BPNT), sehingga jumlah kebutuhan disesuaikan.</p><p>"Jika kami membeli terlalu banyak maka beras bisa busuk, dan pastinya itu menyalahi aturan," katanya.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pileg 2019 | 21 September 2018 - 17:46 WIB

Mantan napi di Kotawaringin Timur maju daftar Caleg 2019

Manajemen | 21 September 2018 - 17:35 WIB

Beberapa hal ini yang mungkin membuat usaha Anda kurang berkembang

Film | 21 September 2018 - 17:18 WIB

`Let it Be` akan dirilis ulang pada 2020

Megapolitan | 21 September 2018 - 17:07 WIB

Anies sambut positif temu konsultasi komda lansia se-Jawa dan Bali

Aktual Dalam Negeri | 21 September 2018 - 16:58 WIB

Jasa Marga bantah integrasi Tol JORR berlaku 22 September

Peristiwa Hari Ini | 21 September 2018 - 16:47 WIB

Massa HMI unjuk rasa protes polisi

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com