Sabtu, 15 Desember 2018 | 10:30 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

1.500 ton sampah perhari, Dandim 0618/BS sosialisasi pengelolaan sampah

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: Duddy Supriyadi/Radio Elshinta
Sumber foto: Duddy Supriyadi/Radio Elshinta
<p>Kota Bandung, Jawa Barat memproduksi sampah setiap hari mencapai 1.500 ton, 63 persen diantaranya sampah organik.</p><p>Demikian ditegaskan Sekretaris Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Bandung, Deddy Dharmawan saat sosialisasi pengolahan sampah rumah tangga dan perkotaan, bekerjasama dengan Kodim 0618/BS di Aula Makodim Jl. Bangka Bandung, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Duddy Supriyadi, Minggu (14/1).</p><p>Menurutnya, mensosialisasikan tatacara membuat kompos serta pengolahan sampah organik yang kerapkali menimbulkan bau yang tidak sedap, sehingga menjadi polusi dan penyakit.</p><p>"Nah 63 persen dari jumlah sampah yang dihasilkan tersebut ternyata sampah organik, kalau dibiarkan menjadi bau dan mengandung penyakit, sehingga dilakukan pengolahan agar dapat bermanfaat," tandasnya.</p><p>Deddy mengakui berat tantangan yang saat ini dihadapi, karena sedikitnya 60 ton kompos tiap harinya sudah dipesan, sehingga perlu adanya sosialisasi yang lebih luas lagi.</p><p>Sementara itu, Dandim 0618/BS Kolonel Inf. Arfin Dahlan saat acara berlangsung mengatakan, segera menugaskan anggota dibawahnya untuk melakukan pelatihan mengolah sampah dan mengerjakannya sendiri, sehingga dapat mengurangi jumlah sampah di rumah tangga, kantor maupun tempat lainnya.</p><p>"Anak cucu Sungai Citarum saat ini sudah tercemar, bahkan Citarum menjadi salah satu sungai terkotor di dunia, sehingga TNI, Polri bersama unsur masyarakat bahu membahu melakukan pembersihan sungai tersebut, selain itu mulai di rumah tangga sampah-sampah tersebut harus dikurangi," ujarnya.</p><p>Dandim mengajak masyarakat, baik yang berada di rumahnya masing-masing maupun yang berada di jalan raya untuk selalu menjaga kebersihan, serta mengingatkan dimanapun berada.</p><p>"Di semua pertemuan, baik itu di lingkungan rumah tangga, lingkungan RT, RW, masjid, gereja, pura atau tempat lainnya untuk menyampaikan pesan mengenai kebersihan dan kesehatan, sehingga seluruh komponen masyarakat bergerak dan menjaga kebersihan bersama," tegasnya.</p><p>Sosialisasi tersebut diikuti sekitar 500 orang dari berbagai unsur masyarakat dan sebelumnya dilakukan demo pembuatan kompos termasuk sisi ekonomi yang dapat dihasilkan dari prosuksi kompos tersebut.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 10:26 WIB

Dishub kerahkan 300 personel kawal pawai Persija

Hukum | 15 Desember 2018 - 10:15 WIB

Puspa Sumut tuntut RUU PKS segera disahkan

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 09:49 WIB

Pemkab Langkat raih penghargaan `Gerakan Menuju 100 Smart City`

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 09:37 WIB

Dansatgas TNI Konga tutup pelatihan CTC di Kongo

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 09:25 WIB

Masalah kesejahteraan diduga jadi motif penembakan 31 pekerja di Papua

Pembangunan | 15 Desember 2018 - 09:13 WIB

Gubernur Jabar targetkan seluruh daerah terhubung jalan tol

<p>Kota Bandung, Jawa Barat memproduksi sampah setiap hari mencapai 1.500 ton, 63 persen diantaranya sampah organik.</p><p>Demikian ditegaskan Sekretaris Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Bandung, Deddy Dharmawan saat sosialisasi pengolahan sampah rumah tangga dan perkotaan, bekerjasama dengan Kodim 0618/BS di Aula Makodim Jl. Bangka Bandung, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Duddy Supriyadi, Minggu (14/1).</p><p>Menurutnya, mensosialisasikan tatacara membuat kompos serta pengolahan sampah organik yang kerapkali menimbulkan bau yang tidak sedap, sehingga menjadi polusi dan penyakit.</p><p>"Nah 63 persen dari jumlah sampah yang dihasilkan tersebut ternyata sampah organik, kalau dibiarkan menjadi bau dan mengandung penyakit, sehingga dilakukan pengolahan agar dapat bermanfaat," tandasnya.</p><p>Deddy mengakui berat tantangan yang saat ini dihadapi, karena sedikitnya 60 ton kompos tiap harinya sudah dipesan, sehingga perlu adanya sosialisasi yang lebih luas lagi.</p><p>Sementara itu, Dandim 0618/BS Kolonel Inf. Arfin Dahlan saat acara berlangsung mengatakan, segera menugaskan anggota dibawahnya untuk melakukan pelatihan mengolah sampah dan mengerjakannya sendiri, sehingga dapat mengurangi jumlah sampah di rumah tangga, kantor maupun tempat lainnya.</p><p>"Anak cucu Sungai Citarum saat ini sudah tercemar, bahkan Citarum menjadi salah satu sungai terkotor di dunia, sehingga TNI, Polri bersama unsur masyarakat bahu membahu melakukan pembersihan sungai tersebut, selain itu mulai di rumah tangga sampah-sampah tersebut harus dikurangi," ujarnya.</p><p>Dandim mengajak masyarakat, baik yang berada di rumahnya masing-masing maupun yang berada di jalan raya untuk selalu menjaga kebersihan, serta mengingatkan dimanapun berada.</p><p>"Di semua pertemuan, baik itu di lingkungan rumah tangga, lingkungan RT, RW, masjid, gereja, pura atau tempat lainnya untuk menyampaikan pesan mengenai kebersihan dan kesehatan, sehingga seluruh komponen masyarakat bergerak dan menjaga kebersihan bersama," tegasnya.</p><p>Sosialisasi tersebut diikuti sekitar 500 orang dari berbagai unsur masyarakat dan sebelumnya dilakukan demo pembuatan kompos termasuk sisi ekonomi yang dapat dihasilkan dari prosuksi kompos tersebut.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com