Rabu, 17 Januari 2018

1.500 ton sampah perhari, Dandim 0618/BS sosialisasi pengelolaan sampah

Minggu, 14 Januari 2018 16:26

Sumber foto: Duddy Supriyadi/Radio Elshinta Sumber foto: Duddy Supriyadi/Radio Elshinta
Ayo berbagi!

Kota Bandung, Jawa Barat memproduksi sampah setiap hari mencapai 1.500 ton, 63 persen diantaranya sampah organik.

Demikian ditegaskan Sekretaris Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Bandung, Deddy Dharmawan saat sosialisasi pengolahan sampah rumah tangga dan perkotaan, bekerjasama dengan Kodim 0618/BS di Aula Makodim Jl. Bangka Bandung, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Duddy Supriyadi, Minggu (14/1).

Menurutnya, mensosialisasikan tatacara membuat kompos serta pengolahan sampah organik yang kerapkali menimbulkan bau yang tidak sedap, sehingga menjadi polusi dan penyakit.

"Nah 63 persen dari jumlah sampah yang dihasilkan tersebut ternyata sampah organik, kalau dibiarkan menjadi bau dan mengandung penyakit, sehingga dilakukan pengolahan agar dapat bermanfaat," tandasnya.

Deddy mengakui berat tantangan yang saat ini dihadapi, karena sedikitnya 60 ton kompos tiap harinya sudah dipesan, sehingga perlu adanya sosialisasi yang lebih luas lagi.

Sementara itu, Dandim 0618/BS Kolonel Inf. Arfin Dahlan saat acara berlangsung mengatakan, segera menugaskan anggota dibawahnya untuk melakukan pelatihan mengolah sampah dan mengerjakannya sendiri, sehingga dapat mengurangi jumlah sampah di rumah tangga, kantor maupun tempat lainnya.

"Anak cucu Sungai Citarum saat ini sudah tercemar, bahkan Citarum menjadi salah satu sungai terkotor di dunia, sehingga TNI, Polri bersama unsur masyarakat bahu membahu melakukan pembersihan sungai tersebut, selain itu mulai di rumah tangga sampah-sampah tersebut harus dikurangi," ujarnya.

Dandim mengajak masyarakat, baik yang berada di rumahnya masing-masing maupun yang berada di jalan raya untuk selalu menjaga kebersihan, serta mengingatkan dimanapun berada.

"Di semua pertemuan, baik itu di lingkungan rumah tangga, lingkungan RT, RW, masjid, gereja, pura atau tempat lainnya untuk menyampaikan pesan mengenai kebersihan dan kesehatan, sehingga seluruh komponen masyarakat bergerak dan menjaga kebersihan bersama," tegasnya.

Sosialisasi tersebut diikuti sekitar 500 orang dari berbagai unsur masyarakat dan sebelumnya dilakukan demo pembuatan kompos termasuk sisi ekonomi yang dapat dihasilkan dari prosuksi kompos tersebut.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar