Kamis, 21 Juni 2018 | 08:11 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Wartawan Meksiko dibunuh di tengah gelombang kekerasan terhadap media

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi mobil wartawan yang dibom sehingga wartawan itu tewas. Sumber foto: http://bit.ly/2D954hT
Ilustrasi mobil wartawan yang dibom sehingga wartawan itu tewas. Sumber foto: http://bit.ly/2D954hT
<p>Seorang wartawan dibunuh, Sabtu, di Tamaulipas, negara bagian di Meksiko utara, menambah gelombang kekerasan di salah satu negara paling berbahaya bagi pekerja media.</p><p>Carlos Dominguez dibunuh, Sabtu siang, di kota Nuevo Laredo, kata para pejabat negara bagian itu dalam sebuah pernyataan. Kantor Kejaksaan Agung Meksiko telah melancarkan proses investigasi untuk menentukan sebab-sebab pembunuhan tersebut, termasuk apakah hal itu terkait dengan pekerjaan Dominguez sebagai wartawan, demikian pernyataan tersebut.</p><p>Dominguez adalah wartawan independen yang menulis di forum politik. Dalam salah satu tulisan yang disiarkan, ia menyebut kekerasan politik berkembang menjelang Pemilu Meksiko pada Juli.</p><p>Gubernur Tamaulipas, Francisco Garcia Cabeza de Vaca, mengutuk pembunuhan itu dalam cuitannya di Twitter.&nbsp;"Kami sampaikan belasungkawa kepada keluarga wartawan Carlos&nbsp;Dominguez Rodriguez," tulisnya. "Komitmen saya kepada mereka dan komunitas wartawan di Tamaulipas ialah pelaku pembunuhan ini harus dihukum."</p><p>Sedikitnya 67 pekerja media dibunuh di seluruh dunia dalam kaitan dengan pekerjaan mereka pada tahun 2017, menurut Reporters Without Borders, grup advokasi, yang menyebut Meksiko negara paling berbahaya bagi wartawan di belahan Barat.</p><p>Sabtu kemarin (13/1), Kantor kejaksaan Agung Guatemala membenarkan ada penangkapan anggota Kongres Julio Juarez Ramirez, yang dituduh merencanakan persekongkolan membunuh dua wartawan pada tahun 2015.</p><p>Para jaksa dan penyelidik Komisi Internasional terhadap Impunity di Guatemala, mengatakan, politisi itu mengatur serangan terhadap wartawan Danilo Efran Zapon Lopez dan Federico Benjamin Salazar Geranimo, yang dibunuh pada maret 2015.</p><p>Juarez ditangkap Sabtu pagi dekat rumahnya di distrik Suchitepaquez dan dibawa ke Guatemala City, ibu kota negara di Amerika tengah itu. Dia kukuh merasa tak bersalah sementara itu ia melaporkan ke pengadilan pada Sabtu siang.</p><p>"Dialah yang tak punya rasa takut, karena itulah saya di sini atas nama Tuhan, yang akan membersihkan segala sesuatunya," kata Juarez kepada wartawan. "Bicara kepada pers Suchitepaquez dan Anda akan menyadari bahwa saya tak pernah, tak pernah punya masalah dengan pers."</p><p>Juarez pernah menjadi wali kota San Antonio La Union pada 2012-2015, sebelum meraih kursi di Kongres tahun depan. Menurut para penyelidik, Zapon, yang bekerja untuk surat kabar Prensa Libre, diserang karena dia membuat sebuah laporan tentang korupsi dalam pemerintahan Juarez.</p><p>Desember lalu, Juarez diberi sanksi US Treasury berdasarkan Global Magnitsky Human Rights Accountability Act atas tuduhan dalam serangan itu.</p><p>Media setempat melaporkan pada 2015, Juarez menyebut diri sebagai teman Zapon dan mengakui bertemu wartawan itu pada hari ia terbunuh.</p><p>"Karena itu mereka ingin menyelidiki saya, tetapi saya bebas dari keterlibatan dengan dia," kata Juarez kepada media setempat.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 07:58 WIB

14 TPS disediakan bagi warga Lapas di Pilkada Riau

Pendidikan | 21 Juni 2018 - 07:49 WIB

Orang tua tak perlu khawatir PPDB sistem zonasi

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 07:17 WIB

Jumlah penumpang di Bandara Lombok meningkat

Event | 21 Juni 2018 - 06:59 WIB

FIFA denda Federasi Meksiko dan Serbia

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com