Minggu, 16 Desember 2018 | 23:31 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Wartawan temukan dokumen rahasia Australia di toko loak

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mario Vau    |    Editor : Administrator
sumber foto: http://bit.ly/2DO79Ah
sumber foto: http://bit.ly/2DO79Ah
<p>Sebuah keteledoran luar biasa di kalangan intelijen terkuak di kala wartawan dari Australian Broadcasting Corporation (ABC) memperoleh sejumlah dokumen rahasia yang tersimpan dalam dua lemari terkunci di sebuah toko loak. </p><p>Dokumen yang kemudian dijuluki dengan istilah The Cabinet Files (merujuk pada&nbsp;berkas-berkas yang ditemukan&nbsp;dari lemari dan juga kabinet pemerintahan) diperoleh dalam penjualan sejumlah inventaris bekas milik pemerintah di ibukota Australia, Canberra, sebagaimana dilansir <i>The Guardian</i>. Uniknya, dokumen tersebut juga diperoleh dengan harga murah karena lemari penyimpanannya sudah tidak ada kuncinya, sehingga diobral oleh toko loak tersebut. </p><p>Diketahui bahwa lemari tersebut sempat didiamkan selama berbulan-bulan, dan ketika dibuka paksa ternyata menyimpan arsip rahasia lima kabinet pemerintahan Australia yang seharusnya dirahasiakan selama 20 tahun. </p><p>Terkuaknya berita ini memicu kantor departemen perdana menteri dan kabinet untuk menuntut dilakukan sejumlah investigasi. Dari kategori kerahasiaan, terdapat sejumlah dokumen yang bersifat “sangat rahasia” atau menggunakan istilah khas Australia, “AUSTEO” yang berarti diperuntukkan hanya untuk pejabat Australia saja. </p><p>Informasi ini terkuak tidak lama setelah kunjungan Menteri Pertahanan Amerika Serikat ke Indonesia, James Mattis pada 22-23 Januari 2018. Dalam kesempatan itu, Mattis sempat <a href="https://elshinta.com/news/134342/2018/01/25/indonesia-asean-jalin-sinergi-tukar-informasi-terorisme" target="_blank" rel="nofollow">menawarkan peningkatan kerjasama intelijen, terutama terkait anti-terorisme</a> dengan sejumlah negara ASEAN bernama <i>Our Eyes</i> (Mata Kita). Australia sendiri merupakan sekutu penting Amerika di kawasan Asia Pasifik dan sudah sebelumnya tergabung dalam kesepakatan serupa bersama negara lain yaitu Inggris, Kanada, Selandia Baru dalam kesepakatan <i>Five Eyes</i> (Lima Mata). </p><p>Di antara sejumlah kebocoran yang terungkap adalah tuduhan bahwa kepolisian nasional Australia (AFP) kehilangan lebih dari 400 arsip keamanan antara 2008 – 2013. Dokumen yang hilang berasal dari komisi kabinet kemanan nasional yang mengelola agenda pertahanan, keamanan dan intelijen serta berwenang untuk mengatur pengiriman militer Australia. </p><p>Selain itu, sejumlah arsip menunjukkan bahwa kabinet PM John Howard pernah membahas kemungkinan menghilangkan hak orang ditahan untuk tidak berbicara dalam interogasi polisi. Diskusi itu muncul tidak lama setelah kasus dugaan terorisme seorang dokter asal India. </p><p> </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

<p>Sebuah keteledoran luar biasa di kalangan intelijen terkuak di kala wartawan dari Australian Broadcasting Corporation (ABC) memperoleh sejumlah dokumen rahasia yang tersimpan dalam dua lemari terkunci di sebuah toko loak. </p><p>Dokumen yang kemudian dijuluki dengan istilah The Cabinet Files (merujuk pada&nbsp;berkas-berkas yang ditemukan&nbsp;dari lemari dan juga kabinet pemerintahan) diperoleh dalam penjualan sejumlah inventaris bekas milik pemerintah di ibukota Australia, Canberra, sebagaimana dilansir <i>The Guardian</i>. Uniknya, dokumen tersebut juga diperoleh dengan harga murah karena lemari penyimpanannya sudah tidak ada kuncinya, sehingga diobral oleh toko loak tersebut. </p><p>Diketahui bahwa lemari tersebut sempat didiamkan selama berbulan-bulan, dan ketika dibuka paksa ternyata menyimpan arsip rahasia lima kabinet pemerintahan Australia yang seharusnya dirahasiakan selama 20 tahun. </p><p>Terkuaknya berita ini memicu kantor departemen perdana menteri dan kabinet untuk menuntut dilakukan sejumlah investigasi. Dari kategori kerahasiaan, terdapat sejumlah dokumen yang bersifat “sangat rahasia” atau menggunakan istilah khas Australia, “AUSTEO” yang berarti diperuntukkan hanya untuk pejabat Australia saja. </p><p>Informasi ini terkuak tidak lama setelah kunjungan Menteri Pertahanan Amerika Serikat ke Indonesia, James Mattis pada 22-23 Januari 2018. Dalam kesempatan itu, Mattis sempat <a href="https://elshinta.com/news/134342/2018/01/25/indonesia-asean-jalin-sinergi-tukar-informasi-terorisme" target="_blank" rel="nofollow">menawarkan peningkatan kerjasama intelijen, terutama terkait anti-terorisme</a> dengan sejumlah negara ASEAN bernama <i>Our Eyes</i> (Mata Kita). Australia sendiri merupakan sekutu penting Amerika di kawasan Asia Pasifik dan sudah sebelumnya tergabung dalam kesepakatan serupa bersama negara lain yaitu Inggris, Kanada, Selandia Baru dalam kesepakatan <i>Five Eyes</i> (Lima Mata). </p><p>Di antara sejumlah kebocoran yang terungkap adalah tuduhan bahwa kepolisian nasional Australia (AFP) kehilangan lebih dari 400 arsip keamanan antara 2008 – 2013. Dokumen yang hilang berasal dari komisi kabinet kemanan nasional yang mengelola agenda pertahanan, keamanan dan intelijen serta berwenang untuk mengatur pengiriman militer Australia. </p><p>Selain itu, sejumlah arsip menunjukkan bahwa kabinet PM John Howard pernah membahas kemungkinan menghilangkan hak orang ditahan untuk tidak berbicara dalam interogasi polisi. Diskusi itu muncul tidak lama setelah kasus dugaan terorisme seorang dokter asal India. </p><p> </p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com