Senin, 19 Februari 2018

Dubes RI Kuala Lumpur bebaskan siswi SIKK dari Tahanan Imigrasi Sabah

Kamis, 01 Februari 2018 12:27

Foto: Dewi Anggraini. Foto: Dewi Anggraini.
Ayo berbagi!

Kota Kinabalu, Duta Besar RI Kuala Lumpur Rusdi Kirana berhasil membebaskan Decy Luther dari Tahanan Imigrasi Malaysia di Sabah. Hal tersebut dilakukan usai mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Malaysia Dato' Sri Anifah Aman di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia.

Salah satu pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah membahas tentang penahanan Decy Luther siswi kelas XI SMA Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) yang ditahan Imigrasi Sabah sejak 21 Januari 2018 di tempat tahanan sementara Menggatal Kota Kinabalu, Sabah.

“Penahanan Decy Luther oleh Imigrasi Malaysia dengan alasan tidak memiliki paspor dan juga ijin tinggal di Malaysia, untuk itu pihak kami melalui KJRI Kota Kinabalu saya arahkan untuk menyiapkan paspor Decy dan segera menjemput Decy di tahanan sementara Manggatal,” ungkap Dubes Rusdi, seperti dilaporkan Kontributor elshinta, Dewi Anggraini, Kamis (1/2).

Decy merupakan salah satu WNI kelahiran Sabah yang tidak memiliki surat kelahiran yang menjelaskan Ia sebagai WNI. Menurut data yang dimiliki Atase pendidikan KBRI Kuala Lumpur, saat ini hanya sekitar 300 anak saja yang memiliki dokumen lengkap dari 1026 siswa sekolah Indonesia di Sabah.

Sebelumnya Dubes sudah menghimbau setiap WNI di Sabah untuk diberikan paspor oleh setiap kantor Perwakilan RI setempat. Hal ini juga sudah ditegaskan oleh Presiden Jokowi saat kunjungan dan temu kangen dengan WNI di Kuching Sarawak 22 November 2017 lalu.

Sementara itu, menanggapi kasus Decy Menlu Malaysia Dato' Sri Anifah telah berjanji untuk membantu membebaskannya dari tuntutan hukum mengingat Decy masih tercatat sebagai siswi sekolah Indonesia di Kinabalu.

“Decy masih tercatat sebagai pelajar aktif di SIKK, saya akan menguruskan pembebasannya, tentunya dengan kelengkapan dokumen yang harus dipenuhi,” ungkap Menlu Dato Sri Anifah di Le Meridien Hotel Kota Kinabalu hari ini.

Prof. Ari Purbayanto sebagai Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, membenarkan jumlah siswa yang tidak berdokumen di Sabah. Menurutnya, setiap siswa sebaiknya segera mendapatkan dokumen yang sah agar kelak dapat melanjutkan pendidikan lebih tinggi.

“Tugas utama Atdikbud adalah memastikan WNI khususnya anak-anak TKI untuk mendapatkan pembinaan dan layanan pendidikan, termasuk didalamnya kualitas mutu pendidikan, selanjutnya untuk dokumen Konjen akan menguruskan hal tersebut, saat ini banyak anak-anak kita yang sudah mendapat kesempatan beasiswa dari Lion Air atas jasa baik Dubes, dan tentunya masalah dokumen mereka harus segera diperjelas,” jelas Prof Ari usai pertemuan tersebut.

Selain membahas kasus Decy dan permasalahan visa pelajar, memenuhi undangan Menlu Malaysia tersebut Dubes Rusdi Kirana juga membahas sejumlah permasalahan lainnya. Diantaranya, kasus penangkapan nelayan Indonesia di laut Sulu Filipina, perbatasan kedua negara, hingga masalah peningkatan kerjasama pariwisata kedua negara.

Dalam pertemuan tersebut Dubes didampingi Konjen RI Kota Kinabalu Krishna Djaelani, Counselor Politik KBRI Kuala Lumpur Agung Cahaya Sumirat dan Atdikbud Prof. Ari Purbayanto.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar