Minggu, 16 Desember 2018 | 23:34 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Balitbangtan hasilkan starter keju dari media halal

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2s1rU61
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2s1rU61
<p>Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian membuat terobosan inovatif dengan menghasilkan rennet dan starter keju yang diproduksi dengan media yang halal.</p><p> Peneliti BB Litbang Pascapanen, Dr Sri Usmiati di Bogor, Jumat (2/2)&nbsp;mengatakan, titik kritis kehalalan keju terletak pada rennet dan starter yang digunakan. </p><p> "Ketidakjelasan asal muasal serta media produksi rennet dan starter, menyebabkan keju yang dihasilkan tidak dapat dipastikan kehalalannya," katanya. </p><p> Sebagai negara yang mayoritas muslim, tambahnya, aspek kehalalan produk makanan yang akan dikonsumsi masyarakat menjadi faktor penting. </p><p> Keju merupakan produk olahan susu segar dengan menambahkan rennet dan starter dalam proses pembuatannya.</p><p> Rennet merupakan enzim yang membantu proses penggumpalan protein susu pada pembuatan keju, umumnya rennet diproduksi dari usus/lambung hewan menyusui seperti sapi, kambing, unta, atau babi.</p><p> Rennet juga dapat dihasilkan oleh mikroba dan beberapa jenis tanaman. Selain rennet, pembuatan keju juga membutuhkan starter yang dapat menghasilkan asam laktat dan komponen flavor yang akan memberi citarasa pada keju.</p><p> Seluruh varian keju memerlukan rennet untuk proses pembuatannya, khusus untuk keju mozarella dan Ricotta tidak memerlukan starter. </p><p> Untuk varian keju seperti Gouda dan Edam cukup membutuhkan starter yang mengandung bakteri mesofilik (Streptococcus lactis, S.cremoris, S.diacetylactis). Namun untuk keju seperti Camembert membutuhkan starter yang mengandung kapang. </p><p> Bahkan untuk keju varian Blue Cheese membutuhkan starter yang mengandung bakteri dan kapang.</p><p> "Mikroba starter (Streptococcus lactis) dan produsen rennet (Mucor sp) diisolasi dari produk susu dan diperbanyak dengan media bersertifikasi halal, demikian juga dengan proses produksinya," katanya.</p><p> Rennet inovasi Balitbangtan, ujar Sri Usmiati dapat digunakan untuk produksi berbagai varian keju, sedangkan starternya untuk keju parut seperti Gouda atau Edam yang dapat digunakan untuk aneka kue kering dan rerotian. </p><p> "Selama ini kebutuhan rennet dan starter utk pembuatan keju masih diimpor dari luar negeri," katanya.</p><p> Rennet dan starter inovasi Balitbangtan ini merupakan produksi dalam negeri dengan harga yang relatif murah serta terjamin kehalalannya, sehingga dapat bersaing dengan produk rennet dan starter impor. </p><p> Dia menegaskan, inovasi ini diharapkan mendorong berkembangnya industri keju dalam negeri dengan teknologi anak bangsa sendiri.&nbsp; (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

<p>Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian membuat terobosan inovatif dengan menghasilkan rennet dan starter keju yang diproduksi dengan media yang halal.</p><p> Peneliti BB Litbang Pascapanen, Dr Sri Usmiati di Bogor, Jumat (2/2)&nbsp;mengatakan, titik kritis kehalalan keju terletak pada rennet dan starter yang digunakan. </p><p> "Ketidakjelasan asal muasal serta media produksi rennet dan starter, menyebabkan keju yang dihasilkan tidak dapat dipastikan kehalalannya," katanya. </p><p> Sebagai negara yang mayoritas muslim, tambahnya, aspek kehalalan produk makanan yang akan dikonsumsi masyarakat menjadi faktor penting. </p><p> Keju merupakan produk olahan susu segar dengan menambahkan rennet dan starter dalam proses pembuatannya.</p><p> Rennet merupakan enzim yang membantu proses penggumpalan protein susu pada pembuatan keju, umumnya rennet diproduksi dari usus/lambung hewan menyusui seperti sapi, kambing, unta, atau babi.</p><p> Rennet juga dapat dihasilkan oleh mikroba dan beberapa jenis tanaman. Selain rennet, pembuatan keju juga membutuhkan starter yang dapat menghasilkan asam laktat dan komponen flavor yang akan memberi citarasa pada keju.</p><p> Seluruh varian keju memerlukan rennet untuk proses pembuatannya, khusus untuk keju mozarella dan Ricotta tidak memerlukan starter. </p><p> Untuk varian keju seperti Gouda dan Edam cukup membutuhkan starter yang mengandung bakteri mesofilik (Streptococcus lactis, S.cremoris, S.diacetylactis). Namun untuk keju seperti Camembert membutuhkan starter yang mengandung kapang. </p><p> Bahkan untuk keju varian Blue Cheese membutuhkan starter yang mengandung bakteri dan kapang.</p><p> "Mikroba starter (Streptococcus lactis) dan produsen rennet (Mucor sp) diisolasi dari produk susu dan diperbanyak dengan media bersertifikasi halal, demikian juga dengan proses produksinya," katanya.</p><p> Rennet inovasi Balitbangtan, ujar Sri Usmiati dapat digunakan untuk produksi berbagai varian keju, sedangkan starternya untuk keju parut seperti Gouda atau Edam yang dapat digunakan untuk aneka kue kering dan rerotian. </p><p> "Selama ini kebutuhan rennet dan starter utk pembuatan keju masih diimpor dari luar negeri," katanya.</p><p> Rennet dan starter inovasi Balitbangtan ini merupakan produksi dalam negeri dengan harga yang relatif murah serta terjamin kehalalannya, sehingga dapat bersaing dengan produk rennet dan starter impor. </p><p> Dia menegaskan, inovasi ini diharapkan mendorong berkembangnya industri keju dalam negeri dengan teknologi anak bangsa sendiri.&nbsp; (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com