Minggu, 16 Desember 2018 | 23:32 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

37 TKW Purworejo ditahan di Malaysia

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Foto: Ilustrasi elshinta.com
Foto: Ilustrasi elshinta.com
<p>Sebanyak 37 perempuan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, ditahan oleh Imigrasi Malaka, Malaysia, namun belum diketahui sebab mereka ditahan.</p><p> Konsul Jendral Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, Haris Nugroho, ketika dikonfirmasi dari Kuala Lumpur, Jumat (9/2)&nbsp;pagi, membenarkan adanya penahanan namun menyatakan masih memverifikasi lagi jumlahnya.</p><p> "Kami sudah koordinasi dengan Kuala Lumpur karena job order dibuat di KBRI Kuala Lumpur bukan KJRI Johor Bahru, tetapi lokasi kerja di wilayah kerja Johor Bahru," katanya.</p><p> KJRI, menurut dia, sudah berkoordinasi dengan koordinator Fungsi Konsuler KBRI Kuala Lumpur mengenai masalah itu.</p><p> "Kemarin yang bersangkutan dengan Atnaker Kuala Lumpur sudah mengunjungi ke Depot Imigrasi Melaka tetapi hanya boleh bertemu dengan tiga orang saja," katanya.</p><p> Satuan Tugas KJRI Johor Bahru, dia mengatakan, sudah mengajukan kembali permohonan mengunjungi depot Imigrasi Malaka pekan depan.</p><p> Sebelumnya Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Purworejo Drs Sutrisno MSi membenarkan informasi mengenai penahanan sejumlah perempuan tenaga kerja dari wilayahnya yang bekerja di pabrik Dominant Semiconductor di Melaka.</p><p> "Informasi yang kami terima, para TKW tersebut ditahan sejak 15 Januari 2018 lalu," kata Sutrisno.</p><p> TKW yang berasal dari 14 kecamatan itu diberangkatkan PT Dian Yoga Perdana lewat kantor perwakilannya di Kecamatan Bayan Purworejo.&nbsp; Mereka berangkat pada 2015 dan 2016. "Kami dapat kabar dari perusahaan, lalu menindaklanjuti dengan mengundang wakil keluarga, kepala desa dan PT Dian," katanya.</p><p> Sutrisno menambahkan pertemuan menghasilkan rekomendasi untuk memberangkatkan perwakilan ke Malaysia guna melihat kondisi buruh yang ditahan, difasilitasi perusahaan. </p><p> "Awalnya pemerintah akan mengirim tiga pewakilan dinas, camat dan anggota DPRD. Namun karena terkandala birokrasi perizinan dan potensi pelanggaran gratifikasi, rencana itu dibatalkan," katanya, menambahkan perusahaan tetap memberangkatkan beberapa wakil keluarga ke Malaysia. </p><p> Camat Grabag, Ahmad Jainudin, mengemukakan sebanyak 15 buruh migran asal kecamatan tersebut itu turut ditahan. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

<p>Sebanyak 37 perempuan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, ditahan oleh Imigrasi Malaka, Malaysia, namun belum diketahui sebab mereka ditahan.</p><p> Konsul Jendral Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, Haris Nugroho, ketika dikonfirmasi dari Kuala Lumpur, Jumat (9/2)&nbsp;pagi, membenarkan adanya penahanan namun menyatakan masih memverifikasi lagi jumlahnya.</p><p> "Kami sudah koordinasi dengan Kuala Lumpur karena job order dibuat di KBRI Kuala Lumpur bukan KJRI Johor Bahru, tetapi lokasi kerja di wilayah kerja Johor Bahru," katanya.</p><p> KJRI, menurut dia, sudah berkoordinasi dengan koordinator Fungsi Konsuler KBRI Kuala Lumpur mengenai masalah itu.</p><p> "Kemarin yang bersangkutan dengan Atnaker Kuala Lumpur sudah mengunjungi ke Depot Imigrasi Melaka tetapi hanya boleh bertemu dengan tiga orang saja," katanya.</p><p> Satuan Tugas KJRI Johor Bahru, dia mengatakan, sudah mengajukan kembali permohonan mengunjungi depot Imigrasi Malaka pekan depan.</p><p> Sebelumnya Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Purworejo Drs Sutrisno MSi membenarkan informasi mengenai penahanan sejumlah perempuan tenaga kerja dari wilayahnya yang bekerja di pabrik Dominant Semiconductor di Melaka.</p><p> "Informasi yang kami terima, para TKW tersebut ditahan sejak 15 Januari 2018 lalu," kata Sutrisno.</p><p> TKW yang berasal dari 14 kecamatan itu diberangkatkan PT Dian Yoga Perdana lewat kantor perwakilannya di Kecamatan Bayan Purworejo.&nbsp; Mereka berangkat pada 2015 dan 2016. "Kami dapat kabar dari perusahaan, lalu menindaklanjuti dengan mengundang wakil keluarga, kepala desa dan PT Dian," katanya.</p><p> Sutrisno menambahkan pertemuan menghasilkan rekomendasi untuk memberangkatkan perwakilan ke Malaysia guna melihat kondisi buruh yang ditahan, difasilitasi perusahaan. </p><p> "Awalnya pemerintah akan mengirim tiga pewakilan dinas, camat dan anggota DPRD. Namun karena terkandala birokrasi perizinan dan potensi pelanggaran gratifikasi, rencana itu dibatalkan," katanya, menambahkan perusahaan tetap memberangkatkan beberapa wakil keluarga ke Malaysia. </p><p> Camat Grabag, Ahmad Jainudin, mengemukakan sebanyak 15 buruh migran asal kecamatan tersebut itu turut ditahan. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com