Minggu, 16 Desember 2018 | 23:34 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Orang Inggris dulu berkulit hitam berambut keriting dan bermata biru

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mario Vau    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2FZzLTS
Sumber foto: http://bit.ly/2FZzLTS
<p>Untuk pertama kalinya, penemuan sisa-sisa manusia yang mendiami kepulauan Britania dipublikasikan penampilannya oleh sebuah universitas dan museum di Inggris. Yang menarik, tulang belulang yang dipelajari secara lengkap oleh peneliti mengindikasikan bahwa 10 ribu tahun lampau, orang Inggris memiliki penampilan yang jauh berbeda dengan sekarang.</p><p>Peninggalan yang dikenal dengan istilah “Cheddar Man” ini ternyata memiliki mata biru, rambut berwarna yang ikal dan warna kulit yang gelap, demikian dilaporkan oleh <i>Science Daily</i>. Sebelumnya ilmuwan memperkirakan bahwa Cheddar Man berkulit putih. </p><p>Hal ini diketahui setelah ilmuwan dari <i>University College, London</i> (UCL) dan ahli dari <i>Natural History Museum</i> mempelajari peninggalan tubuh tersebut juga dengan menganalisa DNAnya. Baru saat ini, sebuah jasad yang sedemikian tua usianya pernah diuraikan rangkaian DNAnya di Inggris. </p><p>“Profil genetis Cheddar Man menempatkannya bersama sejumlah orang-orang Eropa kuno pada masa Mesolitik lainnya seperti di Spanyol, Hungaria dan Luksemburg yang telah dipelajari DNAnya. Para pemburu itu bermigrasi ke Eropa di akhir Zaman Es terakhir termasuk nenek moyang dari Cheddar Man,” seperti dijelaskan oleh Profesor Mark Thomas dari UCL.</p><p>Diperkirakan sekitar 10 persen dari populasi di Inggris Raya dapat dirunut dari populasi kuno ini. </p><p>Cheddar Man sendiri pertama kali ditemukan pada tahun 1903 di daerah Cheddar, Somerset. Selama ini, ilmuwan berspekulasi akan penampilannya dan asal-usulnya. Namun, hanya sekarang dengan teknik ilmiah yang canggih, menggunakan penelitian atas DNA yang terkandung kita dapat memahami mengenainya dengan baik. </p><p>Kondisi lingkungan ditemukannya Cheddar Man yang dingin dan terisolis memungkinkan penelitian yang lengkap dari sampel DNA miliknya yang diambil dengan membor ke dalam tengkorak sedalam 2mm. Sementara menggunakan alat penindai khusus wajah Cheddar Man berhasil direkonstruksi dan mempelajari karakteristik genetis dirinya, menyesuaikan penampilan wajahnya. </p><p>Cheddar Man ini merupakan penemuan utuh tertua dari sisa-sisa jasad manusia di Inggris. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

<p>Untuk pertama kalinya, penemuan sisa-sisa manusia yang mendiami kepulauan Britania dipublikasikan penampilannya oleh sebuah universitas dan museum di Inggris. Yang menarik, tulang belulang yang dipelajari secara lengkap oleh peneliti mengindikasikan bahwa 10 ribu tahun lampau, orang Inggris memiliki penampilan yang jauh berbeda dengan sekarang.</p><p>Peninggalan yang dikenal dengan istilah “Cheddar Man” ini ternyata memiliki mata biru, rambut berwarna yang ikal dan warna kulit yang gelap, demikian dilaporkan oleh <i>Science Daily</i>. Sebelumnya ilmuwan memperkirakan bahwa Cheddar Man berkulit putih. </p><p>Hal ini diketahui setelah ilmuwan dari <i>University College, London</i> (UCL) dan ahli dari <i>Natural History Museum</i> mempelajari peninggalan tubuh tersebut juga dengan menganalisa DNAnya. Baru saat ini, sebuah jasad yang sedemikian tua usianya pernah diuraikan rangkaian DNAnya di Inggris. </p><p>“Profil genetis Cheddar Man menempatkannya bersama sejumlah orang-orang Eropa kuno pada masa Mesolitik lainnya seperti di Spanyol, Hungaria dan Luksemburg yang telah dipelajari DNAnya. Para pemburu itu bermigrasi ke Eropa di akhir Zaman Es terakhir termasuk nenek moyang dari Cheddar Man,” seperti dijelaskan oleh Profesor Mark Thomas dari UCL.</p><p>Diperkirakan sekitar 10 persen dari populasi di Inggris Raya dapat dirunut dari populasi kuno ini. </p><p>Cheddar Man sendiri pertama kali ditemukan pada tahun 1903 di daerah Cheddar, Somerset. Selama ini, ilmuwan berspekulasi akan penampilannya dan asal-usulnya. Namun, hanya sekarang dengan teknik ilmiah yang canggih, menggunakan penelitian atas DNA yang terkandung kita dapat memahami mengenainya dengan baik. </p><p>Kondisi lingkungan ditemukannya Cheddar Man yang dingin dan terisolis memungkinkan penelitian yang lengkap dari sampel DNA miliknya yang diambil dengan membor ke dalam tengkorak sedalam 2mm. Sementara menggunakan alat penindai khusus wajah Cheddar Man berhasil direkonstruksi dan mempelajari karakteristik genetis dirinya, menyesuaikan penampilan wajahnya. </p><p>Cheddar Man ini merupakan penemuan utuh tertua dari sisa-sisa jasad manusia di Inggris. </p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com