Minggu, 16 Desember 2018 | 23:34 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Filipina akan batalkan pembelian 16 helikopter dari Kanada

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Sumber Foto:  http://bit.ly/2EtkGwO
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Sumber Foto: http://bit.ly/2EtkGwO
<p>Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan, Jumat (9/2), ia telah memerintah militer agar membatalkan perjanjian pembelian 16 helikopter senilai 233 juta dolar AS (sekitar Rp3,1 triliun) dari Kanada. </p><p> Sebelumnya, pemerintah Kanada menyatakan kekhawatiran bahwa helikopter-helikopter tersebut akan digunakan untuk memerangi para pemberontak. </p><p> "Saya ingin mengatakan kepada angkatan bersenjata (Filipina) untuk membatakan kesepakatan itu, tidak usah diteruskan lagi dan kita akan mencari pemasok lain. Kami menghormati pandangan Kanada," kata Duterte dalam pertemuan yang disiarkan televisi. </p><p> Duterte juga meminta militernya agar tidak lagi membeli persenjataan "dari Kanada atau dari Amerika Serikat karena selalu diembel-embeli dengan syarat."</p><p> Filipina dan Kanada secara resmi menandatangani kesepakatan pembelian helikopter itu pada Selasa. </p><p> Namun pada hari berikutnya, pemerintah Kanada memerintahkan agar peninjauan ulang dilakukan sebagai tanggapan terhadap komentar yang diberikan kepada Reuters oleh Mayor Jenderal Filipina Restituto Padilla. </p><p> Padilla mengatakan helikopter-helikopter itu akan digunakan dalam operasi untuk menangani para pemberontak komunis dan Islamis. </p><p> Kalangan pejabat Kanada mengatakan mereka khawatir soal kemungkinan terjadinya pelanggaran hak asasi manusia dan memahami bahwa helikopter-helikopter tersebut akan digunakan untuk operasi nontempur. </p><p> Menteri pertahanan Filipina kemudian menyampaikan klarifikasi bahwa helikopter-helikopter Bell 412 EPI itu sebagian besar akan digunakan untuk misi transportasi, penyelamat dan tanggap darurat. </p><p> Namun, Duterte mengatakan helikopter akan digunakan untuk menghadapi para pemberontak Mao. </p><p> "Alasan saya membeli helikopter-helikopter ini adalah karena saya ingin membasmi mereka," katanya. </p><p> Di Ottawa, Menteri Perdagangan Kanada Francois-Philippe Champagne mengatakan dalam pernyataan bahwa pernyataan-pernyataan Duterte yang dianggap mengkhawatirkan itu semakin menggarisbawahi kebingungan dan kontradiksi yang muncul baru-baru ini soal niat penggunaan helikopter-helikopter itu.</p><p> Filipina menghadapi rintangan dalam pengadaan 26.000 senapan penyerang M4 dari Amerika Serikat bagi kepolisian. Duterte akhirnya membatalkan rencana itu setelah beberapa senator AS mengancam akan menghadang penjualan tersebut terkait kekhawatiran soal pelanggaran HAM. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

<p>Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan, Jumat (9/2), ia telah memerintah militer agar membatalkan perjanjian pembelian 16 helikopter senilai 233 juta dolar AS (sekitar Rp3,1 triliun) dari Kanada. </p><p> Sebelumnya, pemerintah Kanada menyatakan kekhawatiran bahwa helikopter-helikopter tersebut akan digunakan untuk memerangi para pemberontak. </p><p> "Saya ingin mengatakan kepada angkatan bersenjata (Filipina) untuk membatakan kesepakatan itu, tidak usah diteruskan lagi dan kita akan mencari pemasok lain. Kami menghormati pandangan Kanada," kata Duterte dalam pertemuan yang disiarkan televisi. </p><p> Duterte juga meminta militernya agar tidak lagi membeli persenjataan "dari Kanada atau dari Amerika Serikat karena selalu diembel-embeli dengan syarat."</p><p> Filipina dan Kanada secara resmi menandatangani kesepakatan pembelian helikopter itu pada Selasa. </p><p> Namun pada hari berikutnya, pemerintah Kanada memerintahkan agar peninjauan ulang dilakukan sebagai tanggapan terhadap komentar yang diberikan kepada Reuters oleh Mayor Jenderal Filipina Restituto Padilla. </p><p> Padilla mengatakan helikopter-helikopter itu akan digunakan dalam operasi untuk menangani para pemberontak komunis dan Islamis. </p><p> Kalangan pejabat Kanada mengatakan mereka khawatir soal kemungkinan terjadinya pelanggaran hak asasi manusia dan memahami bahwa helikopter-helikopter tersebut akan digunakan untuk operasi nontempur. </p><p> Menteri pertahanan Filipina kemudian menyampaikan klarifikasi bahwa helikopter-helikopter Bell 412 EPI itu sebagian besar akan digunakan untuk misi transportasi, penyelamat dan tanggap darurat. </p><p> Namun, Duterte mengatakan helikopter akan digunakan untuk menghadapi para pemberontak Mao. </p><p> "Alasan saya membeli helikopter-helikopter ini adalah karena saya ingin membasmi mereka," katanya. </p><p> Di Ottawa, Menteri Perdagangan Kanada Francois-Philippe Champagne mengatakan dalam pernyataan bahwa pernyataan-pernyataan Duterte yang dianggap mengkhawatirkan itu semakin menggarisbawahi kebingungan dan kontradiksi yang muncul baru-baru ini soal niat penggunaan helikopter-helikopter itu.</p><p> Filipina menghadapi rintangan dalam pengadaan 26.000 senapan penyerang M4 dari Amerika Serikat bagi kepolisian. Duterte akhirnya membatalkan rencana itu setelah beberapa senator AS mengancam akan menghadang penjualan tersebut terkait kekhawatiran soal pelanggaran HAM. </p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com