Kamis, 22 Februari 2018

Pemeliharaan DAS Citarum harus terintegrasi

Minggu, 11 Februari 2018 21:12

Sumber Foto:  http://bit.ly/2BRr8Nc Sumber Foto: http://bit.ly/2BRr8Nc
Ayo berbagi!

Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menilai pemeliharaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum harus dilakukan secara terintegrasi dari hulu sampai hilir serta dibuatnya regulasi ketat.

Wakil Bupati Cianur, Herman Suherman di Cianur, Minggu (11/2), mengatakan selama ini penanganan DAS Citarum selalu terpisisah satu sama lain dan dalam pembahasan bersama pemerintah pusat dan provinsi, akan ada intervensi dari presiden untuk Citarum.

"Sudah ada instruksi agar semua wilayah yang saling berikat untuk turut menangani masalah pemeliharaan Sungai Citarum secara terintegrasi," katanya.

Penanganan DAS Citarum akan dipimpin Pangdam Siliwangi, dengan harapan upaya normalisasi Citarum dapat dilakukan secara maksimal melibatkan semua pihak. Di hulu akan ada penanaman dan konservasi lahan agar kembali hijau.

Warga diberikan edukasi untuk tidak mencemari lingkungan seperti membuang sampah, membuat sanitasi ke sungai atau tindakan lainnya. Pihaknya mendorong adanya pembentukan regulasi mengenai perlindungan Sungai Citarum.

"Untuk Citarum harus dibuat payung hukum khusus, supaya tidak rusak kondisi sungainya ataupun airnya. Perlindungan dan perbaikan sungai tidak dapat selesai hanya dengan bersih-bersih bersama dan agenda formal," katanya.

Terbentuknya regulasi diharapkan mampu mengembalikan kondisi ekosistem sungai Citarum dari hulu sampai hilir, sehingga generasi ke depan dapat menikmati Sungai Citarum yang jernih dan layak.

Pemerhati Lingkungan Seni dan Budaya Cianjur, Eko Wiwid, mengungkapkan masalah DAS Citarum sudah sejak lama jadi pembahasan bahkan diperkirakan sudah banyak mengeluarkan biaya atau anggaran, namun permasalahan tidak kunjung usai.

"Menyikapi soal DAS Citarum atau Sungai Ci-Tarumanagara, harus melibatkan semua pihak dengan hati yang tulus dan pikiran jernih, meskipun semua tahu untuk menyelesaikan masalah di Citarum memerlukan waktu lama, tenaga ekstra dan juga anggaran yang besar," katanya.

Untuk menyikapi Citarum, tutur dia, harus menelusuri sejarah dan kebudayaannya pada aman lampau karena dari sejarah dan kebudayaan Citarum akan merunut bagaimana pola dan cara kepedulian leluhur terhadap sungai.

Salah satunya upacara adat 'Ngalokat Sirah Cai', yang merupakan sebuah tatacara leluhur menyikapi sumber mata air tetap terjaga dari hulu hingga ke hilir mendapatkan manfaat sumber air.

"Sumber air Citarum selain ada hulu sungai utama atau pokok, dipasok aliran anak sungai yang bermuara ke Citarum sepanjang alirannya hingga ke muara laut Jawa. Menyikapi Sungai Citarum harus berkesinambungan dengan banyak anak sungainya," kata Eko. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar