Kamis, 20 September 2018 | 13:01 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Bunuh Ayah Sendiri Dengan Pedang Samurai Dihukum 37 Tahun

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Michael Anthony Martin tewas dibunuh anaknya sendiri bulan Juni 2014.
(Courtesy: AustraliaPlus) Michael Anthony Martin tewas dibunuh anaknya sendiri bulan Juni 2014.
<p>Di Australia, seorang pria yang membunuh ayahnya sendiri menggunakan pedang samurai untuk mendapatkan uang asuransi telah dikenai hukuman penjara 37 tahun.</p><p>Michael Martin Senior tewas setelah mendapatkan 16 tusukan pedang samurai di rumah mereka di Murwillumbah (Queensland) di tahun 2014. </p><p>Anaknya yang juga bernama Michael Martin ditemukan dalam keadaan terikat di lokasi kejadian, namun dalam persidangan, juri menyatakan Michael Martin Junior bersalah setelah sidang yang panjang tahun lalu.</p><p>Tiga polis asuransi jiwa yang dibeli oleh Michael Martin junior atas nama ayahnya beberapa bulan sebelum pembunuhanh terjadi menjadi bukti utama di persidangan.</p><p>Dalam persidangan di Mahkamah Agung Queensland dibeberkan bahwa polis itu keseluruhan bernilai $AUS 2,5 juta (sekitar Rp 25 miliar).</p><p>Michael Martin junior sebelumnya sudah pernah berusaha membunuh ayahnya di bulan April 2014, namun serangan brutal ini hanya menyebabkan kebutaan di satu mata ayahnya, dan cedera yang mengancam jiwanya.</p><p>Michael Martin junior kemudian mengunjungi ayahnya di rumah sakit dan menyaksikan penderitaan yang dibuatnya, namun tetap melanjutkan usaha membunuh ayahnya dua bulan kemudian.</p><p>Hakim Peter Hamill menyebut serangan ini mirip kontak pembunuhan berdarah dingin.</p><p>"Tindakan dilakukan untuk mendapatkan keuntungan finansial." katanya.</p><p>"Ini melibatkan serangan brutal terhadap seorang yang lemah di rumah korban sendiri."</p><blockquote class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-blockquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Pembunuhan dilakukan dengan tekad seorang yang berdarah dingin, hal yang tidak jarang kita lihat terdapat dalam masyarakat biasa pada umumnya.&quot; </p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </blockquote><p>Dalam pembelaannya, pengacara terdakwa mengatakan ini adalah tindak kejahatan balas dendam yang disebabkan karena penelentaran di masa kecil.</p><p>Tetapi Hakim Hamill mengatakan meskipun adanya bukti penganiayaan, kekerasan dan penelentaran di masa lalu, namun Hakim tidak menerima bahwa tindakan Martin yang berusia 28 tahun karena adanya provokasi.</p><p>Hakim menajatuhkan hukuman 37 tahunn penjara, dengan masa hukuman minimun yang harus dijalani adalah 27 tahun 9 bulan.</p><p>Tahun lalu, mantan istrinya Candace Martin menyatakan bersalah ikut dalam usaha pembunuhan, dan membantu pelaku melakukan pembunuhan.</p><p>Dia dikenai hukuman sembilan tahun penjara, dengan minimum empat tahun sebelum bisa mendapatkan pembebasan bersyarat.</p><p><a class="external" href=" http://www.abc.net.au/news/2018-02-09/samurai-sword-murderer-michael-martin-sentenced-to-37-years-jail/9415582" target="_blank" title="">Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini </a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
FitRadioSemarang
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 20 September 2018 - 12:52 WIB

Perludem: Hoaks dan politik transaksional jalan pintas pemilu

Hukum | 20 September 2018 - 12:48 WIB

Mahfud MD: Hukum di Indonesia amburadul

Megapolitan | 20 September 2018 - 12:34 WIB

Kemenhub klarifikasi soal aplikasi taksi daring `plat merah`

Megapolitan | 20 September 2018 - 12:27 WIB

KPK lantik tiga pejabat baru

Pileg 2019 | 20 September 2018 - 12:16 WIB

Bawaslu Riau sebut belasan bacaleg curi start

Aktual Dalam Negeri | 20 September 2018 - 12:08 WIB

Pemkab Banyuwangi kirim surat ke pusat terkait aspirasi Tenaga Honorer K2

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

Senin, 17 September 2018 - 06:47 WIB

Kemenkominfo buka beasiswa pelatihan digital

Minggu, 16 September 2018 - 14:48 WIB

Kalapas Sukamiskin benarkan Sel Setnov lebih luas

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com