Selasa, 11 Desember 2018 | 19:43 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Berpotensi Bunuh Diri, Pengungsi Muda di Nauru Dibawa Ke Australia

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Gadis ini telah tinggal di pusat penahanan Nauru sejak tahun 2013.
(Courtesy: AustraliaPlus) Gadis ini telah tinggal di pusat penahanan Nauru sejak tahun 2013.
<p>Australia telah diperintahkan untuk membawa seorang gadis muda dari pusat penahanan Nauru, Papua Nugini, ke wilayahnya untuk menjalani perawatan psikiatri yang mendesak, dengan peringatan bahwa ia bisa mengakhiri hidupnya sendiri tanpa intervensi.</p><p>Pengadilan Federal Australia telah menemukan bahwa pengungsi, yang usia tepatnya dirahasiakan, itu tiba di Pulau Christmas bersama keluarganya pada tahun 2013 saat mencoba melakukan perjalanan ke Australia dengan kapal.</p><p>Sejak saat itu, ia telah berada di Nauru, dan telah mencoba untuk mengakhiri nyawanya sendiri.</p><p>Pada hari Jumat (9/2/2018) di Melbourne, Hakim Pengadilan Federal, Brendan Murphy, memberikan perintah mendesak untuk pengacara keluarganya untuk membawa gadis itu ke Australia karena tidak ada spesialis psikiater anak yang berbasis di Nauru secara permanen.</p><p>"Ada risiko ekstrim gadis muda malang ini akan melakukan bunuh diri atau merugikan dirinya sendiri, atau bahwa kesehatan mentalnya akan semakin memburuk," kata Hakim Murphy.</p><p>"Terjebak di Nauru sejak tahun 2013, ditambah dengan perpisahan orang tuanya baru-baru ini, tampaknya telah berdampak serius pada kesehatan mental sang pemohon (gadis itu).”</p><p>"Cedera atau kerusakan yang mungkin diderita pemohon jika permintaan itu ditolak -kematian atau kerusakan serius pada kesehatannya -menimbulkan biaya yang jauh lebih besar daripada pengeluaran yang mungkin ditanggung oleh Australia jika permohonan itu dikabulkan."</p><p>Bukti yang diajukan ke pengadilan mencakup catatan dari seorang konselor yang dipekerjakan oleh IMHS (Layanan Kesehatan dan Medis Internasional), perusahaan yang dikontrak oleh Australia untuk menyediakan layanan kesehatan di Nauru.</p><p>Di antara catatan itu ada referensi tentang gadis muda tersebut yang menggambar, "sebuah bentuk hati dan di sebelahnya ada hati yang patah menjadi dua," dan sebuah komentar bahwa ibunya sedang tidur di ruangan yang sama, "karena ketakutan yang terus-menerus bahwa ia bisa saja bunuh diri".</p><p>Nick Martin, mantan dokter senior dengan IMHS yang sebelumnya telah menduga pencari suaka dengan kondisi medis parah bisa meninggal karena penundaan dalam mengakses pengobatan, mengatakan kepada pengadilan, perawatan kesehatan mental di Nauru sungguh "dasar".</p><p>Hakim Murphy mengatakan bahwa kondisi kejiwaan gadis muda itu "sangat serius", dan bahwa ia menimbulkan "risiko bunuh diri yang ekstrim".</p><aside class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-pullquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Ia harus segera dirawat di fasilitas kesehatan mental spesialis anak untuk pemeriksaan, isolasi dan perawatan,&quot; kata Hakim Murphy.</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </aside><p>"Tidak ada fasilitas seperti itu di Nauru."</p><p><a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2018-02-09/nauru-refugee-to-be-transferred-to-australia-over-suicide-risk/9416276" target="_blank" title="">Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.</a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 19:32 WIB

Menteri BUMN: Kilang Balikpapan tingkatkan produksi BBM ramah lingkungan

Kriminalitas | 11 Desember 2018 - 19:21 WIB

Dua anggota TNI korban KKSB dievakuasi ke Wamena

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 19:09 WIB

Pelaporan LKHPN pejabat PTN sangat rendah

Startup | 11 Desember 2018 - 18:55 WIB

Indonesia akhirnya memiliki asosiasi penggiat IoT

Megapolitan | 11 Desember 2018 - 18:46 WIB

Sudinhub Jaksel uji coba rekayasa lalin Ampera Raya

Parenting | 11 Desember 2018 - 18:35 WIB

PKPA kenalkan hak anak dalam agenda Indonesia 4.0

<p>Australia telah diperintahkan untuk membawa seorang gadis muda dari pusat penahanan Nauru, Papua Nugini, ke wilayahnya untuk menjalani perawatan psikiatri yang mendesak, dengan peringatan bahwa ia bisa mengakhiri hidupnya sendiri tanpa intervensi.</p><p>Pengadilan Federal Australia telah menemukan bahwa pengungsi, yang usia tepatnya dirahasiakan, itu tiba di Pulau Christmas bersama keluarganya pada tahun 2013 saat mencoba melakukan perjalanan ke Australia dengan kapal.</p><p>Sejak saat itu, ia telah berada di Nauru, dan telah mencoba untuk mengakhiri nyawanya sendiri.</p><p>Pada hari Jumat (9/2/2018) di Melbourne, Hakim Pengadilan Federal, Brendan Murphy, memberikan perintah mendesak untuk pengacara keluarganya untuk membawa gadis itu ke Australia karena tidak ada spesialis psikiater anak yang berbasis di Nauru secara permanen.</p><p>"Ada risiko ekstrim gadis muda malang ini akan melakukan bunuh diri atau merugikan dirinya sendiri, atau bahwa kesehatan mentalnya akan semakin memburuk," kata Hakim Murphy.</p><p>"Terjebak di Nauru sejak tahun 2013, ditambah dengan perpisahan orang tuanya baru-baru ini, tampaknya telah berdampak serius pada kesehatan mental sang pemohon (gadis itu).”</p><p>"Cedera atau kerusakan yang mungkin diderita pemohon jika permintaan itu ditolak -kematian atau kerusakan serius pada kesehatannya -menimbulkan biaya yang jauh lebih besar daripada pengeluaran yang mungkin ditanggung oleh Australia jika permohonan itu dikabulkan."</p><p>Bukti yang diajukan ke pengadilan mencakup catatan dari seorang konselor yang dipekerjakan oleh IMHS (Layanan Kesehatan dan Medis Internasional), perusahaan yang dikontrak oleh Australia untuk menyediakan layanan kesehatan di Nauru.</p><p>Di antara catatan itu ada referensi tentang gadis muda tersebut yang menggambar, "sebuah bentuk hati dan di sebelahnya ada hati yang patah menjadi dua," dan sebuah komentar bahwa ibunya sedang tidur di ruangan yang sama, "karena ketakutan yang terus-menerus bahwa ia bisa saja bunuh diri".</p><p>Nick Martin, mantan dokter senior dengan IMHS yang sebelumnya telah menduga pencari suaka dengan kondisi medis parah bisa meninggal karena penundaan dalam mengakses pengobatan, mengatakan kepada pengadilan, perawatan kesehatan mental di Nauru sungguh "dasar".</p><p>Hakim Murphy mengatakan bahwa kondisi kejiwaan gadis muda itu "sangat serius", dan bahwa ia menimbulkan "risiko bunuh diri yang ekstrim".</p><aside class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-pullquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Ia harus segera dirawat di fasilitas kesehatan mental spesialis anak untuk pemeriksaan, isolasi dan perawatan,&quot; kata Hakim Murphy.</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </aside><p>"Tidak ada fasilitas seperti itu di Nauru."</p><p><a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2018-02-09/nauru-refugee-to-be-transferred-to-australia-over-suicide-risk/9416276" target="_blank" title="">Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.</a></p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com