Minggu, 25 Februari 2018

Bamsoet puji sinergi aparat ungkap penyelundupan sabu

Senin, 12 Februari 2018 07:36

Ayo berbagi!

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo memuji kerja sama jajaran TNI, Badan Narkotika Nasional (BNN), Polri, dan Direktorat Jenderal Bea Cukai yang berhasil mengungkap penyelundupan satu ton sabu-sabu di Batam, Kepulauan Riau.

"Terungkapnya penyelundupan sabu bernilai triliunan rupiah itu menunjukkan keseriusan dan sinergi berbagai pihak terkait dalam memerangi narkoba," kata Bambang Soesatyo melalui pernyataan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Minggu (4/2).

Bamsoet, panggilan akrab Bambang Soesatyo, bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso, dan pimpinan Polri, mengunjungi Batam Kepulauan Riau, Minggu, untuk melihat langsung hasil pengungkapan penyelundupan sabu seberat satu ton yang dilakukan tim gabungan.

Menurut Bamsoet, sinergitas antara TNI, Polri, BNN, serta pelibatan BIN, Bea Cukai, dan pihak-pihak terkait lainnya sangat penting pada mencegah upaya masuknya sabu-sabu dan narkoba jenis lainnya ke wilayah negara Indonesia.

Politisi Partai Golkar ini menegaskan, narkoba adalah kejahatan kemanusiaan yang tidak perlu ditoleransi.

Jika satu ton sabu-sabu yang diselundupkan ke Batam itu lolos, kata dia, maka masyarakat Indonesia akan menanggung akibat sangat serius.

"Sebagai pimpinan DPR RI, saya menegaskan agar negara melakukan tindakan tegas yakni tenggelamkan kapal pembawa sabu satu ton dan hukum mati pelakunya," kata Bamsoet.

Menurut Bamsoet, penyelundupan sabu-sabu seberat satu ton oleh warga negara Taiwan yang menggunakan kapal berbendera Singapura itu menjadi bukti bahwa Indonesia merupakan pasar utama bagi sindikat narkoba internasional.

Apalagi, kata dia, pengungkapan penyelundupan narkoba dalam skala besar ini bukan yang pertama, yang artinya dengan jumlah sebesar itu sindikat meyakini bahwa barang haram ini pasti terserap pasar "Ini sungguh sangat memprihatinkan," tuturnya.

Bamsoet juga mencurigai kemungkinan oknum aparat di negara tetangga membiarkan narkoba itu lolos ke Indonesia, sebab kapal MV Sunrise Glory berlayar dari Singapura.

"Patut ditelusuri, apakah ada indikasi adanya keterlibatan oknum negara tetangga yang biasanya terkenal sangat ketat pengawasannya atau murni sindikat narkoba," kata Bamsoet. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar