Selasa, 11 Desember 2018 | 19:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

DPR: Tindak tegas pelaku kekerasan di Sleman

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2nSrwCa
Sumber foto: http://bit.ly/2nSrwCa
<p>Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengutuk keras tindak kekerasan yang terjadi di Gereja Katolik Santa Lidwina di Jalan Jambon, Bedhog, Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Minggu (11/2), dan meminta aparat penegak hukum menindak tegas pelakunya.</p><p>"Saya mengutuk keras tindakan penyerangan terhadap Romo Karl Edmund Priery, aparat, dan warga lainnya yang menjadi korban penyerangan," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (12/2).</p><p>Dia meminta aparat Kepolisian bergerak cepat agar tidak ada pihak-pihak yang memanfaatkan kejadian ini untuk menciptakan kegaduhan sosial politik dan keagamaan.</p><p>Bambang yang juga politisi Partai Golkar itu menilai tindakan kriminal itu harus segera diproses hukum, dan apabila polisi tidak bergerak cepat, dikhawatirkan akan ada pihak yang memprovokasi masyarakat sehingga kerukunan dan kedamaian bisa terganggu.</p><p>"Saya tegaskan, negara kita tidak memberikan ruang toleransi bagi para pelaku tindakan kekerasan. Apalagi ini bisa mengganggu kerukunan dan keharmonisan dalam masyarakat. Saya harap polisi bisa segera mengusut tuntas hal ini," ujarnya.</p><p>Meskipun demikian Bambang yakin masyarakat Indonesia sudah cerdas dalam menilai situasi sehingga tidak akan mudah diadu domba.</p><p>Menurut dia, tindakan persekusi ataupun kekerasan terhadap seseorang tidak pernah dibenarkan dalam hukum maupun ajaran agama manapun.</p><p>Namun, Bambang juga meminta masyarakat tidak terprovokasi atas tindakan persekusi itu dan masyarakat sebaiknya tetap waspada terhadap upaya mengadu domba antarumat beragama.</p><p>"Saya harap masyarakat tidak terprovokasi, apalagi mengaitkan ini dengan kondisi sosial politik maupun keagamaan," ujarnya.</p><p>Bambang menilai, masyarakat Indonesia terkenal dengan budaya rukun dan guyub sehingga tidak ada dasar agama maupun budaya yang mendidik untuk melakukan tindakan kekerasan.</p><p>Bambang pada Minggu (11/2) mengunjungi langsung tempat kejadian perkara (TKP) bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BNN Komjen (Pol) Budi Waseso, dan Kabareskrim Komjen (Pol) Ari Dono.</p><p>Bambang bersama para pejabat pertahanan dan keamanan itu langsung masuk ke dalam gereja untuk melaksanakan pengecekan langsung dan mereka juga sudah bertemu dengan pengurus gereja maupun aparat keamanan setempat. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 19:32 WIB

Menteri BUMN: Kilang Balikpapan tingkatkan produksi BBM ramah lingkungan

Kriminalitas | 11 Desember 2018 - 19:21 WIB

Dua anggota TNI korban KKSB dievakuasi ke Wamena

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 19:09 WIB

Pelaporan LKHPN pejabat PTN sangat rendah

Startup | 11 Desember 2018 - 18:55 WIB

Indonesia akhirnya memiliki asosiasi penggiat IoT

Megapolitan | 11 Desember 2018 - 18:46 WIB

Sudinhub Jaksel uji coba rekayasa lalin Ampera Raya

Parenting | 11 Desember 2018 - 18:35 WIB

PKPA kenalkan hak anak dalam agenda Indonesia 4.0

<p>Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengutuk keras tindak kekerasan yang terjadi di Gereja Katolik Santa Lidwina di Jalan Jambon, Bedhog, Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Minggu (11/2), dan meminta aparat penegak hukum menindak tegas pelakunya.</p><p>"Saya mengutuk keras tindakan penyerangan terhadap Romo Karl Edmund Priery, aparat, dan warga lainnya yang menjadi korban penyerangan," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (12/2).</p><p>Dia meminta aparat Kepolisian bergerak cepat agar tidak ada pihak-pihak yang memanfaatkan kejadian ini untuk menciptakan kegaduhan sosial politik dan keagamaan.</p><p>Bambang yang juga politisi Partai Golkar itu menilai tindakan kriminal itu harus segera diproses hukum, dan apabila polisi tidak bergerak cepat, dikhawatirkan akan ada pihak yang memprovokasi masyarakat sehingga kerukunan dan kedamaian bisa terganggu.</p><p>"Saya tegaskan, negara kita tidak memberikan ruang toleransi bagi para pelaku tindakan kekerasan. Apalagi ini bisa mengganggu kerukunan dan keharmonisan dalam masyarakat. Saya harap polisi bisa segera mengusut tuntas hal ini," ujarnya.</p><p>Meskipun demikian Bambang yakin masyarakat Indonesia sudah cerdas dalam menilai situasi sehingga tidak akan mudah diadu domba.</p><p>Menurut dia, tindakan persekusi ataupun kekerasan terhadap seseorang tidak pernah dibenarkan dalam hukum maupun ajaran agama manapun.</p><p>Namun, Bambang juga meminta masyarakat tidak terprovokasi atas tindakan persekusi itu dan masyarakat sebaiknya tetap waspada terhadap upaya mengadu domba antarumat beragama.</p><p>"Saya harap masyarakat tidak terprovokasi, apalagi mengaitkan ini dengan kondisi sosial politik maupun keagamaan," ujarnya.</p><p>Bambang menilai, masyarakat Indonesia terkenal dengan budaya rukun dan guyub sehingga tidak ada dasar agama maupun budaya yang mendidik untuk melakukan tindakan kekerasan.</p><p>Bambang pada Minggu (11/2) mengunjungi langsung tempat kejadian perkara (TKP) bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BNN Komjen (Pol) Budi Waseso, dan Kabareskrim Komjen (Pol) Ari Dono.</p><p>Bambang bersama para pejabat pertahanan dan keamanan itu langsung masuk ke dalam gereja untuk melaksanakan pengecekan langsung dan mereka juga sudah bertemu dengan pengurus gereja maupun aparat keamanan setempat. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com