Jumat, 14 Desember 2018 | 02:14 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

BPBD catat ada 14 titik tanah longsor di DIY

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
ilustrasi.
ilustrasi.
<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat 14 titik lokasi tanah longsor akibat hujan deras yang mengguyur wilayah ini pada Minggu (11/2).</p><p>Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulon Progo Suhardiyana di Kulon Progo, Senin (12/2), mengatakan dari 14 titik lokasi, longsor ada lima titik terparah karena mengancam rumah warga, menutup akses jalan hingga mengancam tanaman padi di wilayah itu.</p><p>Adapun lima titik tanah longsor yang parah, yakni Plono Barat, Nglambur dan Trayu yang ada di Kecamatan Samigaluh. Kemudian, Pranggen Banjaroya dan saluran Irigasi Kalibawang di Banjarasri.</p><p>"Titik lokasi tanah longsor yang parah berada di kawasan Bukit Menoreh. Pagi ini, kami menerjunkan tim untuk mengoordinasikan penanganan tanah longsor dan memberikan bantuan logistik untuk kerja bakti," kata Suhardiyana.</p><p>Ia mengatakan BPBD juga sudah melakukan koordinasi dengan Bidang Pengairan DPUPKP Kulon Progo untuk menutup saluran irigasi Kalibawang dengan tertutupnya selokan di Banjarasri.</p><p>Menurut dia, jaringan irigasi sangat krusial bagi sektor pertanian karena menyuplai lebih dari 5.000 hektare.</p><p>"Pada Minggu (11/2) malam, kami sudah meminta bidang pengairan menutup jaringan irigasi Kalibawang, supaya air tidak meluber ke rumah penduduk dan persawahan di Banjarasri. Penanganannya akan dilakukan hari ini, supaya tidak mengganggu kebutuhan air pertanian," katanya.</p><p>Selanjutnya, kata Suhardiyana, tim reaksi cepat (TRC) melakukan evakusi tanah longsor di Plono Barat (Samigaluh) dan Pranggen Banjaroya (Kalibawang) karena mengancam rumah dan keselamatan jiwa.</p><p>"Tanah longsor yang mengancam keselamatan jiwa, kami utamakan. Tim sudah di lapangan melakukan kerja bakti dan kami sudah mengirim logistik," katanya.</p><p>Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Gusdi Hartono mengimbau kepada masyarakat di kawasan Bukit Menoreh mewaspadai tanah longsor dan pohon tumbang, kemudian di wilayah selatan mewaspadai pohon tumbang dan banjir.</p><p>"Berdasarkan informasi dari BMKG, Februari merupakan puncak musim hujan, dengan intensitas curah hujan tinggi dan bersifat sporadis," katanya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 21:39 WIB

Empat pekerja selamat dari penembakan di Nduga dievakuasi ke Timika

Hukum | 13 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPK: Kakak ipar Bupati Cianjur serahkan diri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 21:12 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih menggelar pengobatan dan khitanan massal

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:58 WIB

Berseragam TNI, murid TK Angkasa bertanam sayur-sayuran

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:38 WIB

Kapolres Langkat berkunjung ke Markas Batalyon 8 Marinir

<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat 14 titik lokasi tanah longsor akibat hujan deras yang mengguyur wilayah ini pada Minggu (11/2).</p><p>Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulon Progo Suhardiyana di Kulon Progo, Senin (12/2), mengatakan dari 14 titik lokasi, longsor ada lima titik terparah karena mengancam rumah warga, menutup akses jalan hingga mengancam tanaman padi di wilayah itu.</p><p>Adapun lima titik tanah longsor yang parah, yakni Plono Barat, Nglambur dan Trayu yang ada di Kecamatan Samigaluh. Kemudian, Pranggen Banjaroya dan saluran Irigasi Kalibawang di Banjarasri.</p><p>"Titik lokasi tanah longsor yang parah berada di kawasan Bukit Menoreh. Pagi ini, kami menerjunkan tim untuk mengoordinasikan penanganan tanah longsor dan memberikan bantuan logistik untuk kerja bakti," kata Suhardiyana.</p><p>Ia mengatakan BPBD juga sudah melakukan koordinasi dengan Bidang Pengairan DPUPKP Kulon Progo untuk menutup saluran irigasi Kalibawang dengan tertutupnya selokan di Banjarasri.</p><p>Menurut dia, jaringan irigasi sangat krusial bagi sektor pertanian karena menyuplai lebih dari 5.000 hektare.</p><p>"Pada Minggu (11/2) malam, kami sudah meminta bidang pengairan menutup jaringan irigasi Kalibawang, supaya air tidak meluber ke rumah penduduk dan persawahan di Banjarasri. Penanganannya akan dilakukan hari ini, supaya tidak mengganggu kebutuhan air pertanian," katanya.</p><p>Selanjutnya, kata Suhardiyana, tim reaksi cepat (TRC) melakukan evakusi tanah longsor di Plono Barat (Samigaluh) dan Pranggen Banjaroya (Kalibawang) karena mengancam rumah dan keselamatan jiwa.</p><p>"Tanah longsor yang mengancam keselamatan jiwa, kami utamakan. Tim sudah di lapangan melakukan kerja bakti dan kami sudah mengirim logistik," katanya.</p><p>Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Gusdi Hartono mengimbau kepada masyarakat di kawasan Bukit Menoreh mewaspadai tanah longsor dan pohon tumbang, kemudian di wilayah selatan mewaspadai pohon tumbang dan banjir.</p><p>"Berdasarkan informasi dari BMKG, Februari merupakan puncak musim hujan, dengan intensitas curah hujan tinggi dan bersifat sporadis," katanya. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com