Jumat, 14 Desember 2018 | 02:10 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Polisi bersenjata amankan penetapan peserta Pilkada Garut

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
ilustrasi.
ilustrasi.
<p>Sejumlah&nbsp;polisi berseragam maupun pakaian bebas bahkan dilengkapi senjata api disiagakan untuk mengamankan pelaksanaan penetapan peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Garut, Jawa Barat, di Gedung Intan Balarea, Garut, Senin (12/2).</p><p>Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan, personel yang disiapkan sebagai antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban saat pelaksanaan penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati Garut pada Pilkada Garut 2018.</p><p>"Kita inginkan semua berjalan aman, lancar tidak ada tindakan yang dapat mengganggu jalannya kegiatan penetapan ini," kata Budi.</p><p>Ia menuturkan, personel yang disiapkan untuk pengamanan penetapan peserta Pilkada Garut sebanyak 800 orang dibantu aparat gabungan dari TNI dan pemerintah daerah setempat.</p><p>Personel gabungan itu, kata Budi, sebagian besar disiapsiagakan di dalam maupun luar gedung tempat dilaksanakannya penetapan.</p><p>Selain itu sejumlah personel berpatroli juga mengamankan kantor KPU, Panwaslu Garut dan sekretariat partai politik.</p><p>"Personel kita sebar terutama di titik rawan dalam pengamanan penetapan calon ini," katanya.</p><p>Ia mengimbau massa pendukung pasangan calon dapat menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan masyarakat umum agar pelaksanaan pilkada berjalan sesuai harapan bersama.</p><p>Jika keberatan terhadap hasil penetapanan calon oleh KPU Garut itu, Budi menyarankan kepada pendukungnya untuk menyampaikan aspirasi sesuai ketentuan yang berlaku.</p><p>"Ketentuan aturannya kan sudah ada, jika merasa keberatan sampaikan aspirasinya dengan benar," katanya.</p><p>Jika ada pihak yang mengganggu jalannya pilkada, Budi berjanji akan menindak tegas pelakunya dan memprosesnya sesuai aturan hukum yang berlaku.</p><p>"Kalau ada yang anarkis sudah pasti akan kami tindak, tapi mudah-mudahan tidak ada," katanya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 21:39 WIB

Empat pekerja selamat dari penembakan di Nduga dievakuasi ke Timika

Hukum | 13 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPK: Kakak ipar Bupati Cianjur serahkan diri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 21:12 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih menggelar pengobatan dan khitanan massal

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:58 WIB

Berseragam TNI, murid TK Angkasa bertanam sayur-sayuran

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:38 WIB

Kapolres Langkat berkunjung ke Markas Batalyon 8 Marinir

<p>Sejumlah&nbsp;polisi berseragam maupun pakaian bebas bahkan dilengkapi senjata api disiagakan untuk mengamankan pelaksanaan penetapan peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Garut, Jawa Barat, di Gedung Intan Balarea, Garut, Senin (12/2).</p><p>Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan, personel yang disiapkan sebagai antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban saat pelaksanaan penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati Garut pada Pilkada Garut 2018.</p><p>"Kita inginkan semua berjalan aman, lancar tidak ada tindakan yang dapat mengganggu jalannya kegiatan penetapan ini," kata Budi.</p><p>Ia menuturkan, personel yang disiapkan untuk pengamanan penetapan peserta Pilkada Garut sebanyak 800 orang dibantu aparat gabungan dari TNI dan pemerintah daerah setempat.</p><p>Personel gabungan itu, kata Budi, sebagian besar disiapsiagakan di dalam maupun luar gedung tempat dilaksanakannya penetapan.</p><p>Selain itu sejumlah personel berpatroli juga mengamankan kantor KPU, Panwaslu Garut dan sekretariat partai politik.</p><p>"Personel kita sebar terutama di titik rawan dalam pengamanan penetapan calon ini," katanya.</p><p>Ia mengimbau massa pendukung pasangan calon dapat menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan masyarakat umum agar pelaksanaan pilkada berjalan sesuai harapan bersama.</p><p>Jika keberatan terhadap hasil penetapanan calon oleh KPU Garut itu, Budi menyarankan kepada pendukungnya untuk menyampaikan aspirasi sesuai ketentuan yang berlaku.</p><p>"Ketentuan aturannya kan sudah ada, jika merasa keberatan sampaikan aspirasinya dengan benar," katanya.</p><p>Jika ada pihak yang mengganggu jalannya pilkada, Budi berjanji akan menindak tegas pelakunya dan memprosesnya sesuai aturan hukum yang berlaku.</p><p>"Kalau ada yang anarkis sudah pasti akan kami tindak, tapi mudah-mudahan tidak ada," katanya. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com