Jumat, 14 Desember 2018 | 02:11 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

DPR: Tindak tegas pelaku penyerangan Gereja Santa Lidwina

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2Cdoq0h
Sumber foto: http://bit.ly/2Cdoq0h
<p>Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengutuk keras tindakan penyerangan di Gereja Katolik Santa Lidwina di Jalan Jambon, Bedhog, Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Minggu (11/2), dan meminta aparat penegak hukum menindak tegas pelakunya. </p><p>"Saya mengutuk keras tindakan penyerangan terhadap Romo Karl Edmund Priery, aparat, dan warga lainnya yang menjadi korban penyerangan," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (12/2). </p><p>Dia meminta aparat Kepolisian bergerak cepat agar tidak ada pihak-pihak yang memanfaatkan kejadian ini untuk menciptakan kegaduhan sosial politik dan keagamaan. Bambang yang juga politisi Partai Golkar itu menilai tindakan kriminal itu harus segera diproses hukum, dan apabila polisi tidak bergerak cepat, dikhawatirkan akan ada pihak yang memprovokasi masyarakat sehingga kerukunan dan kedamaian bisa terganggu. </p><p>"Saya tegaskan, negara kita tidak memberikan ruang toleransi bagi para pelaku tindakan kekerasan. Apalagi ini bisa mengganggu kerukunan dan keharmonisan dalam masyarakat. Saya harap polisi bisa segera mengusut tuntas hal ini," ujarnya. </p><p>Meskipun demikian Bambang yakin masyarakat Indonesia sudah cerdas dalam menilai situasi sehingga tidak akan mudah diadu domba. Menurut dia, tindakan persekusi ataupun kekerasan terhadap seseorang tidak pernah dibenarkan dalam hukum maupun ajaran agama manapun. Namun, Bambang juga meminta masyarakat tidak terprovokasi atas tindakan persekusi itu dan masyarakat sebaiknya tetap waspada terhadap upaya mengadu domba antarumat beragama. </p><p>"Saya harap masyarakat tidak terprovokasi, apalagi mengaitkan ini dengan kondisi sosial politik maupun keagamaan," ujarnya. </p><p>Bambang menilai, masyarakat Indonesia terkenal dengan budaya rukun dan guyub sehingga tidak ada dasar agama maupun budaya yang mendidik untuk melakukan tindakan kekerasan. Bambang pada Minggu (11/2) mengunjungi langsung tempat kejadian perkara (TKP) bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BNN Komjen (Pol) Budi Waseso, dan Kabareskrim Komjen (Pol) Ari Dono.</p><p>Bambang bersama para pejabat pertahanan dan keamanan itu langsung masuk ke dalam gereja untuk melaksanakan pengecekan langsung dan mereka juga sudah bertemu dengan pengurus gereja maupun aparat keamanan setempat. </p><p>Sebelumnya, peristiwa penganiayaan berupa pembacokan terhadap empat orang terjadi di Gereja St Lidwina, Jambon Trihanggo, Gamping, Sleman, DI Yogyakarta pada Minggu (11/2) pagi. "Betul, kejadian sekitar pukul 07.30 WIB pagi tadi," kata Kapolda D.I. Yogyakarta, Brigjen Pol Ahmad Dofiri saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (11/2). Dari empat korban, dua orang merupakan jemaat gereja, seorang pendeta dan seorang polisi. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 21:39 WIB

Empat pekerja selamat dari penembakan di Nduga dievakuasi ke Timika

Hukum | 13 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPK: Kakak ipar Bupati Cianjur serahkan diri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 21:12 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih menggelar pengobatan dan khitanan massal

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:58 WIB

Berseragam TNI, murid TK Angkasa bertanam sayur-sayuran

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:38 WIB

Kapolres Langkat berkunjung ke Markas Batalyon 8 Marinir

<p>Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengutuk keras tindakan penyerangan di Gereja Katolik Santa Lidwina di Jalan Jambon, Bedhog, Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Minggu (11/2), dan meminta aparat penegak hukum menindak tegas pelakunya. </p><p>"Saya mengutuk keras tindakan penyerangan terhadap Romo Karl Edmund Priery, aparat, dan warga lainnya yang menjadi korban penyerangan," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (12/2). </p><p>Dia meminta aparat Kepolisian bergerak cepat agar tidak ada pihak-pihak yang memanfaatkan kejadian ini untuk menciptakan kegaduhan sosial politik dan keagamaan. Bambang yang juga politisi Partai Golkar itu menilai tindakan kriminal itu harus segera diproses hukum, dan apabila polisi tidak bergerak cepat, dikhawatirkan akan ada pihak yang memprovokasi masyarakat sehingga kerukunan dan kedamaian bisa terganggu. </p><p>"Saya tegaskan, negara kita tidak memberikan ruang toleransi bagi para pelaku tindakan kekerasan. Apalagi ini bisa mengganggu kerukunan dan keharmonisan dalam masyarakat. Saya harap polisi bisa segera mengusut tuntas hal ini," ujarnya. </p><p>Meskipun demikian Bambang yakin masyarakat Indonesia sudah cerdas dalam menilai situasi sehingga tidak akan mudah diadu domba. Menurut dia, tindakan persekusi ataupun kekerasan terhadap seseorang tidak pernah dibenarkan dalam hukum maupun ajaran agama manapun. Namun, Bambang juga meminta masyarakat tidak terprovokasi atas tindakan persekusi itu dan masyarakat sebaiknya tetap waspada terhadap upaya mengadu domba antarumat beragama. </p><p>"Saya harap masyarakat tidak terprovokasi, apalagi mengaitkan ini dengan kondisi sosial politik maupun keagamaan," ujarnya. </p><p>Bambang menilai, masyarakat Indonesia terkenal dengan budaya rukun dan guyub sehingga tidak ada dasar agama maupun budaya yang mendidik untuk melakukan tindakan kekerasan. Bambang pada Minggu (11/2) mengunjungi langsung tempat kejadian perkara (TKP) bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BNN Komjen (Pol) Budi Waseso, dan Kabareskrim Komjen (Pol) Ari Dono.</p><p>Bambang bersama para pejabat pertahanan dan keamanan itu langsung masuk ke dalam gereja untuk melaksanakan pengecekan langsung dan mereka juga sudah bertemu dengan pengurus gereja maupun aparat keamanan setempat. </p><p>Sebelumnya, peristiwa penganiayaan berupa pembacokan terhadap empat orang terjadi di Gereja St Lidwina, Jambon Trihanggo, Gamping, Sleman, DI Yogyakarta pada Minggu (11/2) pagi. "Betul, kejadian sekitar pukul 07.30 WIB pagi tadi," kata Kapolda D.I. Yogyakarta, Brigjen Pol Ahmad Dofiri saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (11/2). Dari empat korban, dua orang merupakan jemaat gereja, seorang pendeta dan seorang polisi. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com