Kamis, 20 September 2018 | 14:54 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Pemda diminta awasi distribusi BBM satu harga

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
<p>Pemerintah daerah (pemda) di daerah terdepan, terluar, tertinggal (3T) diminta untuk turut mengawasi distribusi bahan bakar minyak satu harga.</p><p>"Bahan bakar minyak (BBM) satu harga ini rawan diselewengkan, di sisi lain kami akui pengawasan masih lemah, karenanya kami berharap pemerintah setempat, termasuk masyarakat, bisa ikut membantu mengawasi," kata Unit Manajer Komunikasi dan CSR PT Pertamina MOR VII Wilayah Sulawesi M. Roby Hervindo, di Makassar, Senin (12/2).</p><p>BBM satu harga yang didistribusikan di SPBU pada daerah 3T ini, kata dia, sering kali dibeli oleh pengecer untuk dijual kembali dengan harga yang tinggi kepada masyarakat umum.</p><p>Sementara pihak SPBU, lanjutnya, kesulitan mengidentifikasi pengecer karena mereka tampak seperti konsumen pada umumnya.</p><p>"Jadi modusnya, mereka mengisi tangki kendaraan sampai full, kemudian tangkinya dikuras, lalu diisi kembali berulang-ulang," ucapnya.</p><p>Di sisi lain, Pertamina, kata dia, tidak memiliki wewenang untuk menindak para pengecer ini, karena peran Pertamina yang terbatas sebagai operator, bukan sebagai regulator.</p><p>"Ibaratnya, Pertamina itu penjual, posisinya sama seperti pengecer, sama-sama penjual, jadi kami tidak berwenang melakukan penindakan," jelasnya.</p><p>Pertamina, kata dia, hanya bisa melakukan penindakan terhadap agen atau penyalur BBM. Pada kasus tertentu, ketika agen atau penyalur terbukti dengan sengaja menjual kepada pengecer untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, barulah pihaknya dapat bertindak.</p><p>"Sanksinya itu berat, bisa hingga penghentian suplai, ini berarti 'hukuman mati' bagi SPBU, karena mereka terus mengeluarkan biaya operasional, di sisi lain penjualan terhenti," jelasnya.</p><p>Lebih lanjut ia mengatakan Pertamina terus berkomitmen menyalurkan BBM satu harga di daerah 3T untuk mewujudkan energi berkeadilan.</p><p>"Saat ini, kami fokus membangun, membangun, dan membangun, karenanya sekali lagi kami membutuhkan dukungan pemerintah, masyarakat, dan aparat keamanan setempat agar ini tidak salah sasaran," katanya.</p><p>PT Pertamina MOR VII beroperasi di wilayah Sulawesi. Pada tahun 2017, PT Pertamina MOR VII mampu membangun SPBU kompak untuk BBM satu harga di lima titik, yaitu di Provinsi Sulawesi Tenggara (dua titik), Sulawesi Utara (dua titik) dan Sulawesi Tengah (1 titik). (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
FitRadioSemarang
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 September 2018 - 14:35 WIB

Mensos: Stok rastra tak terpengaruh impor beras

Aktual Pemilu | 20 September 2018 - 14:30 WIB

Bagi pemilih yang belum punya KTP-el, ini opsi dari KPU

Aktual Dalam Negeri | 20 September 2018 - 14:22 WIB

DPRD segera panggil Disdukcapil Medan terkait pemilih ganda

Arestasi | 20 September 2018 - 14:18 WIB

Dede `Idol` terancam tujuh tahun penjara

Peluang | 20 September 2018 - 14:08 WIB

Aneka peluang usaha potensial dari jamur tiram

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

Senin, 17 September 2018 - 06:47 WIB

Kemenkominfo buka beasiswa pelatihan digital

Minggu, 16 September 2018 - 14:48 WIB

Kalapas Sukamiskin benarkan Sel Setnov lebih luas

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com