Jumat, 14 Desember 2018 | 02:17 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Buka Raker perwakilan RI, Jokowi ungkap tantangan diplomat masa kini

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Jokowi. Sumber foto: http://bit.ly/2G5WxcA
Jokowi. Sumber foto: http://bit.ly/2G5WxcA
<p>Presiden Joko Widodo membuka Rapat Kerja Kepala Perwakilan Luar Negeri Republik Indonesia di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri Jakarta, Senin (12/2), dengan mengungkapkan tantangan diplomat era sekarang. </p><p>"Tidak mudah menjadi diplomat saat ini karena perubahan begitu cepat sehingga ketidakpastian semakin tinggi. Inilah tantangan bagi diplomat kita," kata Presiden Jokowi. </p><p>Ia menyebutkan 260 juta rakyat Indonesia mengharapkan para diplomat Indonesia memperjuangkan kepentingan rakyatnya. </p><p>Pendekatan diplomasi harus diperbarui menyesuaikan dengan tantangan zaman, diplomasi tidak bisa lagi yang membuang anggaran tetapi diplomasi harus yang menghasilkan uang, berpihak kepada perlindungan WNI, membela kedaulatan negara, perdamaian dan kesejahteraan," kata Jokowi. </p><p>Ia menyebutkan dalam tiga tahun terakhir diplomasi Indonesia mendapat penghargaan dari berbagai pihak seperti Presiden Palestina, Presiden Afghanistan, dan Iran. </p><p>"Kemarin kita juga ke Bangladesh, kita telah masuk dan membantu komunikasi Pemerintah Bangladesh dan Myanmar dalam penanganan pengungsi," kata Jokowi.</p><p>Sementara dengan Afghanistan yang tengah berusaha membangun kembali persatuan, menurut Jokowi, Indonesia banyak menggali makna kemajemukan, toleransi dan perdamaian. </p><p>"Saya minta Menlu dan seluruh perwakilan RI di luar negeri melanjutkan kontribusi Indonesia untuk perdamaian dunia. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar punya tanggung jawab sebagai bagian solusi masalah dunia," kata dia. </p><p>Menlu Retno Marsudi menyebutkan Raker itu diikuti sekitar 134 orang perwakilan Indonesia di luar negeri dan berlangsung mulai Senin hingga Kamis depan. Sebelum raker, para dubes sudah melakukan pertemuan Sabtu pekan lalu untuk membahas masalah-masalah aktual di dunia. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 21:39 WIB

Empat pekerja selamat dari penembakan di Nduga dievakuasi ke Timika

Hukum | 13 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPK: Kakak ipar Bupati Cianjur serahkan diri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 21:12 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih menggelar pengobatan dan khitanan massal

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:58 WIB

Berseragam TNI, murid TK Angkasa bertanam sayur-sayuran

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:38 WIB

Kapolres Langkat berkunjung ke Markas Batalyon 8 Marinir

<p>Presiden Joko Widodo membuka Rapat Kerja Kepala Perwakilan Luar Negeri Republik Indonesia di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri Jakarta, Senin (12/2), dengan mengungkapkan tantangan diplomat era sekarang. </p><p>"Tidak mudah menjadi diplomat saat ini karena perubahan begitu cepat sehingga ketidakpastian semakin tinggi. Inilah tantangan bagi diplomat kita," kata Presiden Jokowi. </p><p>Ia menyebutkan 260 juta rakyat Indonesia mengharapkan para diplomat Indonesia memperjuangkan kepentingan rakyatnya. </p><p>Pendekatan diplomasi harus diperbarui menyesuaikan dengan tantangan zaman, diplomasi tidak bisa lagi yang membuang anggaran tetapi diplomasi harus yang menghasilkan uang, berpihak kepada perlindungan WNI, membela kedaulatan negara, perdamaian dan kesejahteraan," kata Jokowi. </p><p>Ia menyebutkan dalam tiga tahun terakhir diplomasi Indonesia mendapat penghargaan dari berbagai pihak seperti Presiden Palestina, Presiden Afghanistan, dan Iran. </p><p>"Kemarin kita juga ke Bangladesh, kita telah masuk dan membantu komunikasi Pemerintah Bangladesh dan Myanmar dalam penanganan pengungsi," kata Jokowi.</p><p>Sementara dengan Afghanistan yang tengah berusaha membangun kembali persatuan, menurut Jokowi, Indonesia banyak menggali makna kemajemukan, toleransi dan perdamaian. </p><p>"Saya minta Menlu dan seluruh perwakilan RI di luar negeri melanjutkan kontribusi Indonesia untuk perdamaian dunia. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar punya tanggung jawab sebagai bagian solusi masalah dunia," kata dia. </p><p>Menlu Retno Marsudi menyebutkan Raker itu diikuti sekitar 134 orang perwakilan Indonesia di luar negeri dan berlangsung mulai Senin hingga Kamis depan. Sebelum raker, para dubes sudah melakukan pertemuan Sabtu pekan lalu untuk membahas masalah-masalah aktual di dunia. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com