Jumat, 14 Desember 2018 | 02:15 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

PDIP dukung KPK tangkap Marianus Sae

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Marianus Sae. Sumber foto: http://bit.ly/2nTG0BV
Marianus Sae. Sumber foto: http://bit.ly/2nTG0BV
<p>Dewan Pimpinan Pusat PDI-Perjuangan mendukung penuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menjalankan fungsi dan tugasnya pascaoperasi tangkap tangan (OTT) kepada bakal calon gubernur NTT Marianus Sae. </p><p>"Terhadap kasus OTT terhadap Marianus Sae ini sendiri PDI Perjuangan tentu memberikan dukungan kepada pihak penegak hukum untuk menjalankan tugas dan fungsinya," kata Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira dihubungi dari Kupang, Senin (12/2).</p><p>Ia menjelaskan PDIP adalah partai yang sangat mendukung penuh pemberantasan korupsi sehingga memberi apresiasi kepada KPK karena penangkapan dilakukan sebelum Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) menetapkan calon kepala daerah Senin pagi ini. </p><p>"Penangkapan ini tentunya akan menutup yang bersangkutan untuk melaksanakan praktik korupsi yang lebih jauh lagi jika terpilih menjadi gubernur NTT. Jika ini terjadi maka akan sangat menyusahkan rakyat NTT ke depannya," tambah Andreas. </p><p>Andreas menyatakan PDIP selalu menghendaki kepala daerah yang bersih dan melaksanakan pemerintahan dengan prinsip "good and clean governance" . </p><p>Andreas menandaskan, DPP PDIP segera mengecek apakah Marianus Sae sah pemegang kartu tanda anggota (KTA) PDIP atau tidak karena sebelum Pilkada mendampingi Emylia Noelmina MS, dia adalah mantan Ketua PAN atau Bupati Ngada NTT, yang mendaftartarkan diri ke PDIP dalam kapasitas diusung PKB. </p><p>Andreas mengaku berita OTT Marianus diperoleh dari media daring saat tiba di Jakarta sepulang dari NTT bersama Sekjen PDIP Hasto Kristianto setelah selama tiga hari melakukan konsolidasi memenangkan MS-Emi pada Pilgub 2018. Selama berada di NTT, Andreas dan Hasto mengaku tidak pernah bertemu dengan MS, melainkan dengan Emi Noelmina. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 21:39 WIB

Empat pekerja selamat dari penembakan di Nduga dievakuasi ke Timika

Hukum | 13 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPK: Kakak ipar Bupati Cianjur serahkan diri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 21:12 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih menggelar pengobatan dan khitanan massal

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:58 WIB

Berseragam TNI, murid TK Angkasa bertanam sayur-sayuran

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:38 WIB

Kapolres Langkat berkunjung ke Markas Batalyon 8 Marinir

<p>Dewan Pimpinan Pusat PDI-Perjuangan mendukung penuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menjalankan fungsi dan tugasnya pascaoperasi tangkap tangan (OTT) kepada bakal calon gubernur NTT Marianus Sae. </p><p>"Terhadap kasus OTT terhadap Marianus Sae ini sendiri PDI Perjuangan tentu memberikan dukungan kepada pihak penegak hukum untuk menjalankan tugas dan fungsinya," kata Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira dihubungi dari Kupang, Senin (12/2).</p><p>Ia menjelaskan PDIP adalah partai yang sangat mendukung penuh pemberantasan korupsi sehingga memberi apresiasi kepada KPK karena penangkapan dilakukan sebelum Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) menetapkan calon kepala daerah Senin pagi ini. </p><p>"Penangkapan ini tentunya akan menutup yang bersangkutan untuk melaksanakan praktik korupsi yang lebih jauh lagi jika terpilih menjadi gubernur NTT. Jika ini terjadi maka akan sangat menyusahkan rakyat NTT ke depannya," tambah Andreas. </p><p>Andreas menyatakan PDIP selalu menghendaki kepala daerah yang bersih dan melaksanakan pemerintahan dengan prinsip "good and clean governance" . </p><p>Andreas menandaskan, DPP PDIP segera mengecek apakah Marianus Sae sah pemegang kartu tanda anggota (KTA) PDIP atau tidak karena sebelum Pilkada mendampingi Emylia Noelmina MS, dia adalah mantan Ketua PAN atau Bupati Ngada NTT, yang mendaftartarkan diri ke PDIP dalam kapasitas diusung PKB. </p><p>Andreas mengaku berita OTT Marianus diperoleh dari media daring saat tiba di Jakarta sepulang dari NTT bersama Sekjen PDIP Hasto Kristianto setelah selama tiga hari melakukan konsolidasi memenangkan MS-Emi pada Pilgub 2018. Selama berada di NTT, Andreas dan Hasto mengaku tidak pernah bertemu dengan MS, melainkan dengan Emi Noelmina. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com