Trump peringatkan Israel: Pemukiman Yahudi memperumit perdamaian dengan Palestina
Senin, 00 0000 - 00:00 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder | Editor : Administrator
BBC Indonesia
<p>Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai pemukiman Yahudi yang dibangun Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur berpotensi mempersulit proses perdamaian negara itu dengan Palestina.</p><p>Trump mendesak Israel untuk bersikap 'seksama' soal pemukiman. </p><p>Kepada surat kabar konservatif Israel, <em>Yisrael Hayom</em>, ia mengaku tidak yakin, baik Palestina maupun Israel siap memulai perdamaian.</p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-42956034">Seorang warga Israel tewas ditikam di Tepi Barat</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-41665573">Israel menggerebek delapan media Palestina di Tepi Barat</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42622307">AS donatur terbesar untuk Palestina di PBB, sejauh mana sumbangsih Indonesia?</a></li> </ul><p>Pernyataan Trump itu dimuat dalam<em> Yisrael Hayom</em> edisi Ahad kemarin, setelah Desember lalu ia memicu kemarahan Palestina karena kebijakan AS menyebut Yerusalem Timur sebagai ibu kota Israel. </p><p>Presiden ke-45 AS itu mengancam membekukan bantuan kemanusiaan jika Palestina menolak perundingan damai dengan Israel.</p><p>Ketika Pemimpin Redaksi<em> Yisrael Hayom</em>, Boaz Bismouth, menanyakan rencana AS mengeluarkan skema perdamaian AS-Palestina, Trump berkata, &quot;Kami terus memantau perkembangan yang terjadi.&quot;</p><p>&quot;Saat ini masyarakat Palestina belum ingin berdamai, mereka belum menuju ke arah itu,&quot; ujar Trump.</p><p>&quot;Sementara Israel, saya pun tidak yakin mereka tertarik menggelar perdamaian. Jadi AS akan menunggu sembari melihat yang akan terjadi,&quot; tambahnya.</p><p>Ketika ditanya apakah AS menyertakan pemukiman Israel dalam rencana perdamaian itu, Trump berkata, &quot;Kami akan terus membicarakannya.&quot;</p><p>&quot;Pemukiman penduduk itu sangat dan akan terus memperkusut proses perdamaian. Jadi saya menilai Israel harus sangat berhati-hati dengan program pemukiman,&quot; ucapnya.</p><p>Selama ini preside Trump justru dianggap mendukung program pemukiman Israel. Beberapa saat setelah terpilih, namun belum dilantik, ia mengecam pemerintah Obama yang bersikap abstain dalam resolusi PBB yang mengecam pembangunan pemukiman Israel. </p><p>Lebih dari 600 ribu orang tinggal di sekitar 140 pemukiman yang dibangun sejak pendudukan Israel atas Tepi Barat dan Yerusalem Timur pada tahun 1967.</p><p>Merujuk hukum internasional, program pembangunan desa dan rumah-rumah itu ilegal, walaupun Israel menyangkalnya. </p><p>Dalam wawancara itu, Trump menyebut pengakuan AS terhadap Yerusalem Timur sebagai ibu kota Israel merupakan hal paling menonjol selama satu tahun pertama pemerintahannya.</p><p>&quot;Saya kira Yerusalem adalah hal besar dan penting,&quot; ujarnya.</p><p>&quot;Memiliki ibu kota sekaliber Yerusalem merupakan ihwal yang sangat esensial bagi banyak orang. Pengakuan itu adalah ikrar sangat strategis yang saya buat dan saya telah memenuhinya,&quot; tutur Trump.</p><p>Israel mengklaim seluruh Yerusalem sebagai ibu kota mereka. Padahal Palestina berencana menjadikan kota yang diduduki Israel dalam Perang Timur Tengah tahun 1967 itu sebagai ibu kota negara mereka.</p><p>Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, menyatakan tidak akan lagi menerima AS sebagai mediator perdamaian negaranya dengan Israel, karena pengakuan mereka terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel.</p><p>Januari lalu, PBB menyinggung kebijakan AS menunda pencairan lebih dari setengah bantuan kemanusiaan untuk UNRWA, lembaga di bawah PBB yang menangani pengungsi Palestina.</p><p>Pemerintah AS menyebut akan menyerahkan dana sebesar US$60 juta atau Rp817 miliar yang sudah mereka anggarkan untuk UNRWA. </p><p>Meski demikian, AS menyatakan masih menahan dana senilai US$65 juta Rp884 miliar yang baru akan mereka cairkan jika UNRWA melakukan 'reformasi.'</p>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 23 April 2018 - 06:04 WIB
Tiongkok telah menerima informasi mengenai kunjungan Menteri Keuangan AS Steven Terner Mnuchin ke Ti...
Minggu, 22 April 2018 - 10:04 WIB
Kantor Juru Bicara Pemerintah Daerah Administrasi Khusus Makau kemarin (21/4) menyatakan, pihaknya d...
Minggu, 22 April 2018 - 09:04 WIB
Kelompok paduan suara "The Resonanz Children`s Choir" (TRCC) pimpinan Avip Priatna dinobat...
Minggu, 22 April 2018 - 02:04 WIB
<p>Pasukan keamanan Arab Saudi mengatakan menembak jatuh pesawat nirawak mainan di ibukota Riy...
Minggu, 22 April 2018 - 02:04 WIB
<p>Puluhan ribu orang Hungaria berunjuk rasa pada Sabtu (21/4) menentang kendali pemerintah at...
Minggu, 22 April 2018 - 01:04 WIB
<p>Sedotan plastik, pengaduk minuman, dan cotton buds akan segera dilarang di Inggris sebagai ...
Sabtu, 21 April 2018 - 11:04 WIB
<p>Jubir Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying hari Jumat kemarin (20/4) dalam jumpa p...
Sabtu, 21 April 2018 - 11:04 WIB
<p>Jubir Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying hari Jumat kemarin (20/4) di Beijing me...
Sabtu, 21 April 2018 - 10:04 WIB
<p>Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying hari Jumat kemarin (20/4) di dep...
Sabtu, 21 April 2018 - 10:04 WIB
<p>XINHUA: Jurubicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lu Kang hari ini (21/4) menanggapi peng...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 157
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 134
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once