Kamis, 22 Februari 2018

BMKG: Sulteng miliki dua puncak curah hujan

Senin, 12 Februari 2018 14:45

Ayo berbagi!

Provinsi Sulawesi Tengah memiliki dua puncak curah hujan dan kondisi itu terjadi pada musim peralihan seperti pada saat ini, kata Koordinator Analisa dan Pengolahan Data BMKG Balai Wilayah IV Stasiun Metereologi Kelas II Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Affandi Nugraha Diharsya, Senin (12/2).

Ia menjelaskan musim peralihan saat ini mulai terjadi pada pertengahan Februari sampai awal Maret mendatang.

Sulteng yang terdiri 13 kabupaten dan kota memiliki karakter yang berbeda satu daerah dengan daerah lainnya.

"Pada musim-musim yang seharusnya hujan, wilayah Kota Palu sendiri mengalami penurunan dibandingkan dengan daerah lain di Sulteng," katanya.

Kota Palu sendiri, kata Affandi, juga memiliki dua puncak curah hujan.

Sementara daerah lainnya di Sulteng seperti Buol, Tolitoli, Parigi Moutong, Banggai, Morowali, Morowali Utara mengikuti pola musim yang ada di Indonesia.

Ia mengatakan curah hujan di sejumlah wilayah Sulteng baru akan mulai April s/d Juni 2018.

Menurut analisa dan pemantauan BMKG, meningkatnya curah hujan pada musim peralihan ini masih dipengaruhi oleh lanina yang terjadi beberapa waktu lalu.

Selain itu juga dipengaruhi masih kuatnya angin barat di wilayah sekitar Samudera Pasifik dan menghangatnya peraian bagian utara Pulau Sulawesi seperti di Sulawesi Utara dan Buol, bagian utara Sulteng.

"Hal inilah yang menyebabkan curah hujan dengan intensitas tinggi hingga pada Maret 2018 sehingga perlu diwaspadai di beberapa daerah, khususnya Buol dan Tolitoli," katanya.

Selain Buol, daerah yang berpontesi besar diguyur hujan lebat adalah Donggala, Banggai, Morowali Utara, Morowali, Banggai Laut dan Banggai Kepuluauan.

Dampak dari kondisi cuaca ekstrem di wilayah utara Sulteng mengakibatkan Jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Kota Palu dan Kabupaten Tolitoli, tertutup total akibat tergenang banjir dengan ketinggian antara 70 sampai 100 centimeter, Minggu (12/2).

Kapolres Tolitoli AKBP Muh Iqbal Alqudusy, Minggu petang menjelaskan genangan air terjadi sepanjang sekitar 100 meter di kilometer 45, tepatnya di Desa Marissa, Kecamatan Basidondo, Kabupaten Tolitoli.

Dan lokasi genangan berada pada sebuah cekungan di dalam desa tersebut mengakibatkan antrean mobil dari arah Tolitoli ke Palu telah mencapai lebih 500 meter, belum lagi antrean kendaraan dari arah Palu ke Tolitoli.

Aparat kepolisian yang dibantu warga setempat segera turun ke lokasi melakukan pertolongan dengan membantu pengendara sepeda motor menyeberangkan kendaraannya menggunakan rakit. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar