Jumat, 22 Juni 2018 | 02:56 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

BMKG: Sulteng miliki dua puncak curah hujan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
<p>Provinsi Sulawesi Tengah memiliki dua puncak curah hujan dan kondisi itu terjadi pada musim peralihan seperti pada saat ini, kata Koordinator Analisa dan Pengolahan Data BMKG Balai Wilayah IV Stasiun Metereologi Kelas II Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Affandi Nugraha Diharsya, Senin (12/2).</p><p>Ia menjelaskan musim peralihan saat ini mulai terjadi pada pertengahan Februari sampai awal Maret mendatang.</p><p>Sulteng yang terdiri 13 kabupaten dan kota memiliki karakter yang berbeda satu daerah dengan daerah lainnya.</p><p>"Pada musim-musim yang seharusnya hujan, wilayah Kota Palu sendiri mengalami penurunan dibandingkan dengan daerah lain di Sulteng," katanya.</p><p>Kota Palu sendiri, kata Affandi, juga memiliki dua puncak curah hujan.</p><p>Sementara daerah lainnya di Sulteng seperti Buol, Tolitoli, Parigi Moutong, Banggai, Morowali, Morowali Utara mengikuti pola musim yang ada di Indonesia.</p><p>Ia mengatakan curah hujan di sejumlah wilayah Sulteng baru akan mulai April s/d Juni 2018.</p><p>Menurut analisa dan pemantauan BMKG, meningkatnya curah hujan pada musim peralihan ini masih dipengaruhi oleh lanina yang terjadi beberapa waktu lalu.</p><p>Selain itu juga dipengaruhi masih kuatnya angin barat di wilayah sekitar Samudera Pasifik dan menghangatnya peraian bagian utara Pulau Sulawesi seperti di Sulawesi Utara dan Buol, bagian utara Sulteng.</p><p>"Hal inilah yang menyebabkan curah hujan dengan intensitas tinggi hingga pada Maret 2018 sehingga perlu diwaspadai di beberapa daerah, khususnya Buol dan Tolitoli," katanya.</p><p>Selain Buol, daerah yang berpontesi besar diguyur hujan lebat adalah Donggala, Banggai, Morowali Utara, Morowali, Banggai Laut dan Banggai Kepuluauan.</p><p>Dampak dari kondisi cuaca ekstrem di wilayah utara Sulteng mengakibatkan Jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Kota Palu dan Kabupaten Tolitoli, tertutup total akibat tergenang banjir dengan ketinggian antara 70 sampai 100 centimeter, Minggu (12/2).</p><p>Kapolres Tolitoli AKBP Muh Iqbal Alqudusy, Minggu petang menjelaskan genangan air terjadi sepanjang sekitar 100 meter di kilometer 45, tepatnya di Desa Marissa, Kecamatan Basidondo, Kabupaten Tolitoli.</p><p>Dan lokasi genangan berada pada sebuah cekungan di dalam desa tersebut mengakibatkan antrean mobil dari arah Tolitoli ke Palu telah mencapai lebih 500 meter, belum lagi antrean kendaraan dari arah Palu ke Tolitoli.</p><p>Aparat kepolisian yang dibantu warga setempat segera turun ke lokasi melakukan pertolongan dengan membantu pengendara sepeda motor menyeberangkan kendaraannya menggunakan rakit. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kecelakaan | 21 Juni 2018 - 21:38 WIB

TNI kerahkan penyelam Marinir cari korban KM Sinar Bangun

Event | 21 Juni 2018 - 21:21 WIB

Messi lebih baik daripada Maradona

Asian Games 2018 | 21 Juni 2018 - 21:12 WIB

Menpora: Prediksi medali Asian Games sudah 80 persen

Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 20:57 WIB

Prabowo Subianto semangati kader di Pilkada Sumatera Selatan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com