Selasa, 11 Desember 2018 | 19:41 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Salwa, bayi penderita penyempitan jantung butuh bantuan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Amsal.
Foto: Amsal.
<p>Bayi perempuan berumur 2 bulan mengidap mengidap penyakit penyempitan jantung saat ini dirawat di Rumah Sakit Bunda Thamrin Medan, Sumatera Utara. Pihak keluarga saat ini sangat membutuhkan bantuan dari para dermawan.</p><p><br></p><p> Bayi tersebut bernama Salwa Nurhajizah, anak kelima dari pasangan Irwan (41) dan Nur Aidah (39) warga Desa Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara. Akibat penyakit yang diderita putrinya itu, mereka terpaksa menjual tanah dan rumahnya untuk mengobati penyakit Salwa. </p><p><br></p><p> Salwa yang lahir pada awal Desember 2017 lalu. Dilahirkan ibunya melalui operasi <i>caesar</i> di RS Bhayangkara Tebing Tinggi. Pada saat Salwa lahir, beratnya hanya 2,5 kilogram. </p><p><br></p><p> "Pas melahirkan Salwa, saya operasi sesar dan pas lahir tidak ada gejala penyakit apa-apa. Usai lahir kami pun membawa Salwa pulang ke ke rumah," ucap Nur Aidah di RS Bunda Thamrin, Senin (12/2) seperti dilaporkan <i><strong>Kontributor elshinta, Amsal.</strong></i></p><p><br></p><p> Nur Aidah bercerita bahwa pada umur satu bulan lebih Salwa di Akikah dan di Khitan. Tidak berapa lama setelah itu, putrinya diserang batuk.&nbsp; </p><p><br></p><p> "Keesokan harinya, Salwa minum susu formula. Sebelumnya kan dia minum ASI. Setelah minum susu formula itu, kami letak di ayunan tiba-tiba kejang. Badannya membiru. Kami pun langsung panik dan membawanya ke Puskesmas," ucapnya.&nbsp; </p><p><br></p><p> Penyakit Salwa tidak kunjung baik, Pada 18 Januari 2018, keluarganya membawa Salwa ke RS Inalum yang berada di Tanjung Gading, Batubara. "Disana tidak ada alat. Kemudian kami bawa ke RS Dr. Kumpulan Pane dan menginap satu malam," tutur Ibunda Salwa.&nbsp; </p><p><br></p><p> Saat berada di RS Inalum, Salwa tidak ditempatkan di ruangan bayi. Tapi di kamar yang isinya delapan tempat tidur (bangsal). Dimana, kondisi itu tidak cocok buat Salwa. </p><p><br></p><p> "Setelah satu hari di situ, kami mau dirujuk ke empat rumah sakit pilihannya. Namun, 4 jam lebih kami menunggu rujukan kemana. Kami tanya ke rumah sakit, kemana akan diberangkatkan, rumah sakit tidak meresponnya," ujar Nur Aidah. </p><p><br></p><p> Kemudian pada 19 Januari 2018, pihak keluarga membawa Salwa ke RS Bunda Thamrin yang berada di Medan. "Karena ada kenalan kami menyarankan ke RS Bunda Thamrin. Terus diurus barulah kami berangkat kemari. Di sini langsung ditangani, gak ada kumat kumat lagi. Gak ada kejang lagi. Dua hari di sini baru keluar hasil diagnosanya itu," ungkap Nur Aidah. </p><p><br></p><p> Namun, saat Salwa dirawat di RS Bunda Thamrin, pihak keluarga terdaftar sebagai pasien umum. Dimana, semua biaya ditanggung oleh mereka. </p><p><br></p><p> "Semua-semua sudah kami jual untuk biaya Salwa. Karena kami tidak punya BPJS. Kami berharap ada lah dermawan yang membatu kami," pinta kedua orang tua Salwa.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 19:32 WIB

Menteri BUMN: Kilang Balikpapan tingkatkan produksi BBM ramah lingkungan

Kriminalitas | 11 Desember 2018 - 19:21 WIB

Dua anggota TNI korban KKSB dievakuasi ke Wamena

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 19:09 WIB

Pelaporan LKHPN pejabat PTN sangat rendah

Startup | 11 Desember 2018 - 18:55 WIB

Indonesia akhirnya memiliki asosiasi penggiat IoT

Megapolitan | 11 Desember 2018 - 18:46 WIB

Sudinhub Jaksel uji coba rekayasa lalin Ampera Raya

Parenting | 11 Desember 2018 - 18:35 WIB

PKPA kenalkan hak anak dalam agenda Indonesia 4.0

<p>Bayi perempuan berumur 2 bulan mengidap mengidap penyakit penyempitan jantung saat ini dirawat di Rumah Sakit Bunda Thamrin Medan, Sumatera Utara. Pihak keluarga saat ini sangat membutuhkan bantuan dari para dermawan.</p><p><br></p><p> Bayi tersebut bernama Salwa Nurhajizah, anak kelima dari pasangan Irwan (41) dan Nur Aidah (39) warga Desa Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara. Akibat penyakit yang diderita putrinya itu, mereka terpaksa menjual tanah dan rumahnya untuk mengobati penyakit Salwa. </p><p><br></p><p> Salwa yang lahir pada awal Desember 2017 lalu. Dilahirkan ibunya melalui operasi <i>caesar</i> di RS Bhayangkara Tebing Tinggi. Pada saat Salwa lahir, beratnya hanya 2,5 kilogram. </p><p><br></p><p> "Pas melahirkan Salwa, saya operasi sesar dan pas lahir tidak ada gejala penyakit apa-apa. Usai lahir kami pun membawa Salwa pulang ke ke rumah," ucap Nur Aidah di RS Bunda Thamrin, Senin (12/2) seperti dilaporkan <i><strong>Kontributor elshinta, Amsal.</strong></i></p><p><br></p><p> Nur Aidah bercerita bahwa pada umur satu bulan lebih Salwa di Akikah dan di Khitan. Tidak berapa lama setelah itu, putrinya diserang batuk.&nbsp; </p><p><br></p><p> "Keesokan harinya, Salwa minum susu formula. Sebelumnya kan dia minum ASI. Setelah minum susu formula itu, kami letak di ayunan tiba-tiba kejang. Badannya membiru. Kami pun langsung panik dan membawanya ke Puskesmas," ucapnya.&nbsp; </p><p><br></p><p> Penyakit Salwa tidak kunjung baik, Pada 18 Januari 2018, keluarganya membawa Salwa ke RS Inalum yang berada di Tanjung Gading, Batubara. "Disana tidak ada alat. Kemudian kami bawa ke RS Dr. Kumpulan Pane dan menginap satu malam," tutur Ibunda Salwa.&nbsp; </p><p><br></p><p> Saat berada di RS Inalum, Salwa tidak ditempatkan di ruangan bayi. Tapi di kamar yang isinya delapan tempat tidur (bangsal). Dimana, kondisi itu tidak cocok buat Salwa. </p><p><br></p><p> "Setelah satu hari di situ, kami mau dirujuk ke empat rumah sakit pilihannya. Namun, 4 jam lebih kami menunggu rujukan kemana. Kami tanya ke rumah sakit, kemana akan diberangkatkan, rumah sakit tidak meresponnya," ujar Nur Aidah. </p><p><br></p><p> Kemudian pada 19 Januari 2018, pihak keluarga membawa Salwa ke RS Bunda Thamrin yang berada di Medan. "Karena ada kenalan kami menyarankan ke RS Bunda Thamrin. Terus diurus barulah kami berangkat kemari. Di sini langsung ditangani, gak ada kumat kumat lagi. Gak ada kejang lagi. Dua hari di sini baru keluar hasil diagnosanya itu," ungkap Nur Aidah. </p><p><br></p><p> Namun, saat Salwa dirawat di RS Bunda Thamrin, pihak keluarga terdaftar sebagai pasien umum. Dimana, semua biaya ditanggung oleh mereka. </p><p><br></p><p> "Semua-semua sudah kami jual untuk biaya Salwa. Karena kami tidak punya BPJS. Kami berharap ada lah dermawan yang membatu kami," pinta kedua orang tua Salwa.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com