Selasa, 20 Februari 2018

Salwa, bayi penderita penyempitan jantung butuh bantuan

Senin, 12 Februari 2018 15:17

Foto: Amsal. Foto: Amsal.
Ayo berbagi!

Bayi perempuan berumur 2 bulan mengidap mengidap penyakit penyempitan jantung saat ini dirawat di Rumah Sakit Bunda Thamrin Medan, Sumatera Utara. Pihak keluarga saat ini sangat membutuhkan bantuan dari para dermawan.

Bayi tersebut bernama Salwa Nurhajizah, anak kelima dari pasangan Irwan (41) dan Nur Aidah (39) warga Desa Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara. Akibat penyakit yang diderita putrinya itu, mereka terpaksa menjual tanah dan rumahnya untuk mengobati penyakit Salwa.

Salwa yang lahir pada awal Desember 2017 lalu. Dilahirkan ibunya melalui operasi caesar di RS Bhayangkara Tebing Tinggi. Pada saat Salwa lahir, beratnya hanya 2,5 kilogram.

"Pas melahirkan Salwa, saya operasi sesar dan pas lahir tidak ada gejala penyakit apa-apa. Usai lahir kami pun membawa Salwa pulang ke ke rumah," ucap Nur Aidah di RS Bunda Thamrin, Senin (12/2) seperti dilaporkan Kontributor elshinta, Amsal.

Nur Aidah bercerita bahwa pada umur satu bulan lebih Salwa di Akikah dan di Khitan. Tidak berapa lama setelah itu, putrinya diserang batuk. 

"Keesokan harinya, Salwa minum susu formula. Sebelumnya kan dia minum ASI. Setelah minum susu formula itu, kami letak di ayunan tiba-tiba kejang. Badannya membiru. Kami pun langsung panik dan membawanya ke Puskesmas," ucapnya. 

Penyakit Salwa tidak kunjung baik, Pada 18 Januari 2018, keluarganya membawa Salwa ke RS Inalum yang berada di Tanjung Gading, Batubara. "Disana tidak ada alat. Kemudian kami bawa ke RS Dr. Kumpulan Pane dan menginap satu malam," tutur Ibunda Salwa. 

Saat berada di RS Inalum, Salwa tidak ditempatkan di ruangan bayi. Tapi di kamar yang isinya delapan tempat tidur (bangsal). Dimana, kondisi itu tidak cocok buat Salwa.

"Setelah satu hari di situ, kami mau dirujuk ke empat rumah sakit pilihannya. Namun, 4 jam lebih kami menunggu rujukan kemana. Kami tanya ke rumah sakit, kemana akan diberangkatkan, rumah sakit tidak meresponnya," ujar Nur Aidah.

Kemudian pada 19 Januari 2018, pihak keluarga membawa Salwa ke RS Bunda Thamrin yang berada di Medan. "Karena ada kenalan kami menyarankan ke RS Bunda Thamrin. Terus diurus barulah kami berangkat kemari. Di sini langsung ditangani, gak ada kumat kumat lagi. Gak ada kejang lagi. Dua hari di sini baru keluar hasil diagnosanya itu," ungkap Nur Aidah.

Namun, saat Salwa dirawat di RS Bunda Thamrin, pihak keluarga terdaftar sebagai pasien umum. Dimana, semua biaya ditanggung oleh mereka.

"Semua-semua sudah kami jual untuk biaya Salwa. Karena kami tidak punya BPJS. Kami berharap ada lah dermawan yang membatu kami," pinta kedua orang tua Salwa.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar