Jumat, 22 Juni 2018 | 03:07 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Penyerangan Gereja Sleman rangkaian sistematis

Ketum PPP Romahurmuziy:

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Redaksi.
Foto: Redaksi.
<p>Penyerangan yang terhadap Pastur dan Jemaat Gereja Katolik St Lidwina Bedog, Sleman, Yogyakarta diduga dilakukan secara sistematis. Sebab, sebelumnya juga terjadi penyerangan terhadap seorang ustadz di Jawa Barat.</p><p><br></p><p>Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP PPP M. Romahurmuziy (Romy), dalam keterangan pers yang diterima <i><strong>redaksi elshinta.com</strong></i>, Senin (12/2).</p><p><br></p><p>"Melihat kejadian ini begitu berantai, saya menduga ini bukan kebetulan, ini adalah serangkaian kegiatan sistematis yang ditujukan untuk mendestabilisasi situasi dan kondisi," kata Romahurmuziy. </p><p><br></p><p>Pria yang akrab disapa Romi ini juga menduga kejadian tersebut merupakan pra kondisi atau cipta kondisi untuk mendestabilisasi Pilkada serentak 2018 maupun Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.</p><p><br></p><p>Karena itu dia mengingatkan kepada seluruh aparat Keamanan, dan Ketertibang Masyarakat (kamtibmas) pemerintah khususnya Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk bisa melakukan pengawasan melekat kepada seluruh komponen.</p><p><br></p><p>"Selain itu mereka juga harus bisa mendeteksi kejadian di lapangan sebelum peristiwa itu terjadi," ujarnya.</p><p><br></p><p>Romi menilai rentetan kejadian tersebut bukan sekedar fenomena orang gila beneran. Namun orang gila buatan dan bisa juga memang diniatkan untuk melakukan cipta kondisi akan terjadinya destabilitas pemerintahan.</p><p><br></p><p>Kalau itu terjadi, menurut dia, masyarakat akan didorong dikondisikan untuk merasakan bahwa "oh ternyata kita butuh pemimpin yang kuat, kita butuh pemimpin dari yang memiliki latar belakang tertentu yang diharapkan bisa mengatasi semua kegaduhan dan instabilitas yang muncul".</p><p><br></p><p>"Sebagai pimpinan parpol dugaan itu tentunya didasarkan dari pengalaman sejarah. Sebab, jelang Pak Harto Jatuh pada thn 1998, cipta kondisi beraneka rupa, misalnya operasi hitam untuk mempertahankan rezim. Yang menjadi korban para ulama sehingga dibutuhkan seorang pemimpin yang memiliki latar belakang kuat yaitu Soeharto," katanya.</p><p><br></p><p>Menurut dia, PPP membentuk tim untuk melakukan investigasi mengenai asal muasal kejadian itu. Di samping itu juga menelusuri apakah ini memang murni alamiah kejadian atau kejadian non alamiah yang dialamiahkan.</p><p><br></p><p>Sebelumnya, peristiwa penganiayaan berupa pembacokan terhadap empat orang terjadi di Gereja St Lidwina, Jambon Trihanggo, Gamping, Sleman, DI Yogyakarta pada Minggu pagi.</p><p><br></p><p>Dari empat korban, dua orang merupakan jemaat gereja, seorang pendeta dan seorang polisi.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kecelakaan | 21 Juni 2018 - 21:38 WIB

TNI kerahkan penyelam Marinir cari korban KM Sinar Bangun

Event | 21 Juni 2018 - 21:21 WIB

Messi lebih baik daripada Maradona

Asian Games 2018 | 21 Juni 2018 - 21:12 WIB

Menpora: Prediksi medali Asian Games sudah 80 persen

Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 20:57 WIB

Prabowo Subianto semangati kader di Pilkada Sumatera Selatan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com