Kamis, 20 September 2018 | 14:55 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Ketum PPP Romahurmuziy:

Penyerangan Gereja Sleman rangkaian sistematis

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Redaksi.
Foto: Redaksi.
<p>Penyerangan yang terhadap Pastur dan Jemaat Gereja Katolik St Lidwina Bedog, Sleman, Yogyakarta diduga dilakukan secara sistematis. Sebab, sebelumnya juga terjadi penyerangan terhadap seorang ustadz di Jawa Barat.</p><p><br></p><p>Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP PPP M. Romahurmuziy (Romy), dalam keterangan pers yang diterima <i><strong>redaksi elshinta.com</strong></i>, Senin (12/2).</p><p><br></p><p>"Melihat kejadian ini begitu berantai, saya menduga ini bukan kebetulan, ini adalah serangkaian kegiatan sistematis yang ditujukan untuk mendestabilisasi situasi dan kondisi," kata Romahurmuziy. </p><p><br></p><p>Pria yang akrab disapa Romi ini juga menduga kejadian tersebut merupakan pra kondisi atau cipta kondisi untuk mendestabilisasi Pilkada serentak 2018 maupun Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.</p><p><br></p><p>Karena itu dia mengingatkan kepada seluruh aparat Keamanan, dan Ketertibang Masyarakat (kamtibmas) pemerintah khususnya Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk bisa melakukan pengawasan melekat kepada seluruh komponen.</p><p><br></p><p>"Selain itu mereka juga harus bisa mendeteksi kejadian di lapangan sebelum peristiwa itu terjadi," ujarnya.</p><p><br></p><p>Romi menilai rentetan kejadian tersebut bukan sekedar fenomena orang gila beneran. Namun orang gila buatan dan bisa juga memang diniatkan untuk melakukan cipta kondisi akan terjadinya destabilitas pemerintahan.</p><p><br></p><p>Kalau itu terjadi, menurut dia, masyarakat akan didorong dikondisikan untuk merasakan bahwa "oh ternyata kita butuh pemimpin yang kuat, kita butuh pemimpin dari yang memiliki latar belakang tertentu yang diharapkan bisa mengatasi semua kegaduhan dan instabilitas yang muncul".</p><p><br></p><p>"Sebagai pimpinan parpol dugaan itu tentunya didasarkan dari pengalaman sejarah. Sebab, jelang Pak Harto Jatuh pada thn 1998, cipta kondisi beraneka rupa, misalnya operasi hitam untuk mempertahankan rezim. Yang menjadi korban para ulama sehingga dibutuhkan seorang pemimpin yang memiliki latar belakang kuat yaitu Soeharto," katanya.</p><p><br></p><p>Menurut dia, PPP membentuk tim untuk melakukan investigasi mengenai asal muasal kejadian itu. Di samping itu juga menelusuri apakah ini memang murni alamiah kejadian atau kejadian non alamiah yang dialamiahkan.</p><p><br></p><p>Sebelumnya, peristiwa penganiayaan berupa pembacokan terhadap empat orang terjadi di Gereja St Lidwina, Jambon Trihanggo, Gamping, Sleman, DI Yogyakarta pada Minggu pagi.</p><p><br></p><p>Dari empat korban, dua orang merupakan jemaat gereja, seorang pendeta dan seorang polisi.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
FitRadioSemarang
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 September 2018 - 14:35 WIB

Mensos: Stok rastra tak terpengaruh impor beras

Aktual Pemilu | 20 September 2018 - 14:30 WIB

Bagi pemilih yang belum punya KTP-el, ini opsi dari KPU

Aktual Dalam Negeri | 20 September 2018 - 14:22 WIB

DPRD segera panggil Disdukcapil Medan terkait pemilih ganda

Arestasi | 20 September 2018 - 14:18 WIB

Dede `Idol` terancam tujuh tahun penjara

Peluang | 20 September 2018 - 14:08 WIB

Aneka peluang usaha potensial dari jamur tiram

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

Senin, 17 September 2018 - 06:47 WIB

Kemenkominfo buka beasiswa pelatihan digital

Minggu, 16 September 2018 - 14:48 WIB

Kalapas Sukamiskin benarkan Sel Setnov lebih luas

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com